PADEK.JAWAPOS.COM-Real Madrid menghadapi laga krusial saat bertandang ke Allianz Arena untuk melawan Bayern Munich pada leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (17/4/2026) pukul 02.00 WIB.
Los Blancos wajib membalikkan kekalahan 1-2 pada leg pertama jika ingin melaju ke semifinal.
Pertandingan ini menjadi penentuan nasib Real Madrid di kompetisi elite Eropa, dengan target utama melakukan remontada di kandang lawan.
Tekad Kuat Real Madrid: “Kami Bisa Menang di Munich
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa menegaskan keyakinan penuh timnya untuk meraih kemenangan. Ia menyebut hanya Real Madrid yang memiliki mentalitas untuk membalikkan keadaan di stadion seperti Allianz Arena.
“Jika ada tim yang bisa menang di Munich, itu Real Madrid,” ujar Arbeloa.
Dalam konferensi pers jelang laga, ia kembali menegaskan: “Kami yakin bisa melakukannya. Kami tahu apa yang kami wakili dan kami siap untuk pertandingan besar.”
Gelandang Serang Real Madrid, Jude Bellingham juga menyebut laga ini layaknya final. “Ini adalah final dan kami akan memberikan segalanya untuk menang.”
Kondisi Skuad: Empat Pemain Absen
Real Madrid tidak diperkuat oleh Tchouameni, Asensio, Courtois, dan Rodrygo dalam laga ini. Namun Arbeloa memastikan timnya memiliki banyak opsi pengganti.
Beberapa pemain yang disiapkan untuk mengisi kekosongan tersebut antara lain Camavinga, Thiago, Ceballos, dan Valverde.
Ia juga menekankan bahwa pertandingan akan berlangsung panjang dan intens, sehingga kontribusi pemain dari bangku cadangan akan sangat menentukan.
Bayern Munich Tampil Konsisten, Harry Kane Jadi Ancaman
Di sisi lain, Bayern Munich datang dengan performa impresif. Mereka baru saja menang telak 5-0 atas St. Pauli dan memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 15 pertandingan (13 menang, 2 imbang).
Harry Kane menjadi pemain paling berbahaya dengan total 49 gol musim ini, dengan rincian 31 gol Bundesliga, 11 gol Liga Champions, 6 gol DFB Pokal, dan 1 gol Piala Super.
Kunci Laga: Real Madrid Harus Sempurna
Arbeloa menegaskan timnya harus tampil maksimal di semua aspek jika ingin menang.
“Kami tidak bisa hanya 99 persen, kami harus memberikan segalanya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya efektivitas dalam memanfaatkan peluang, mengingat kemungkinan tidak akan mendapatkan banyak kesempatan seperti di leg pertama.
Mentalitas dan Sejarah Jadi Modal Utama
Real Madrid datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai tim dengan 15 gelar Liga Champions. Arbeloa menegaskan bahwa timnya dikenal tidak pernah menyerah.
“Kami adalah tim yang tidak pernah menyerah,” ujarnya.
Ia juga menolak anggapan bahwa kemenangan di Jerman membutuhkan keajaiban.
Menurutnya, Real Madrid hanya perlu memainkan pertandingan terbaiknya.
Atmosfer Allianz Arena Jadi Tantangan Sekaligus Motivasi
Meski bermain di kandang lawan, Arbeloa menyebut pemain Real Madrid justru menikmati atmosfer pertandingan besar seperti ini.
Ia memastikan seluruh tim siap menghadapi tekanan dan menjadikannya sebagai motivasi untuk tampil maksimal.(*)
Editor : Heri Sugiarto