Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Atletico vs Arsenal 1-1: Drama VAR, Arteta Murka dan Simeone Ikut Soroti Penalti

Heri Sugiarto • Kamis, 30 April 2026 | 11:34 WIB
Arsenal hanya mampu membawa pulang hasil imbang 1-1 dari markas Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions.(Foto: Arsenal)
Arsenal hanya mampu membawa pulang hasil imbang 1-1 dari markas Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions.(Foto: Arsenal)

PADEK.JAWAPOS.COM-Arsenal pulang dari markas Atletico Madrid dengan hasil imbang 1-1 pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB. Namun sorotan utama justru tertuju pada keputusan VAR yang menganulir penalti The Gunners di menit ke-78, memicu kemarahan Pelatih Mikel Arteta.

Pertandingan sengit di Wanda Metropolitano itu awalnya berjalan positif bagi Arsenal setelah Viktor Gyokeres membuka keunggulan melalui titik putih pada babak pertama.

Atletico kemudian menyamakan skor lewat penalti Julian Alvarez setelah handball Ben White terdeteksi VAR.

Namun drama terbesar hadir pada menit ke-78 ketika wasit Danny Makkelie awalnya menunjuk titik putih setelah Eberechi Eze dijatuhkan oleh David Hancko.

Setelah meninjau ulang tayangan VAR, keputusan itu dibatalkan karena dianggap kontak tidak cukup signifikan.

Keputusan tersebut langsung memicu protes keras dari kubu Arsenal.

Arteta: “Ini Keputusan yang Tidak Bisa Diterima”

Dalam konferensi pers usai laga, Mikel Arteta tidak menutupi kekecewaannya.

“Setelah kembali ke ruang ganti dan melihat insiden itu, saya sangat kecewa dan marah. Keputusan itu melanggar aturan dan mengubah jalannya laga. Ini benar-benar tidak bisa diterima,” tegas Arteta.

Ia menilai VAR terlalu lama mengambil keputusan dan tidak menemukan dasar yang jelas untuk membatalkan penalti.

“Yang membuat saya benar-benar marah adalah bagaimana penalti itu bisa dianulir ketika ada kesalahan jelas dan nyata. Wasit melihat tayangan itu lebih dari 13 kali. Pada level ini, keputusan seperti itu tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Simeone: Penalti Pertama Arsenal Juga Tidak Tepat

Sementara itu, pelatih Atletico Madrid Diego Simeone enggan menanggapi pernyataan Arteta secara langsung. Namun ia menilai penalti pertama Arsenal juga tidak layak diberikan.

“Menurut pendapat saya, pemain mereka merasakan kontak kecil di punggung dan langsung jatuh. Di semifinal Liga Champions, itu tidak bisa disebut penalti,” kata Simeone.

Meski demikian, ia mengakui keputusan VAR—baik yang menguntungkan maupun merugikan—adalah bagian dari permainan.

Arsenal Dominan, Atletico Lebih Berbahaya

Arsenal tampil dominan pada babak pertama tetapi justru dihantam gelombang tekanan Atletico di awal babak kedua.
Beberapa peluang emas tercipta:l. Julian Alvarez hampir mencetak gol lewat tendangan bebas melengkung.

Tendangan Antoine Griezmann sempat mengguncang mistar gawang. Kemudian, Ademola Lookman gagal memaksimalkan peluang besar ketika tinggal berhadapan dengan David Raya.

Cedera yang memaksa Alvarez ditarik keluar membuat ritme Atletico menurun dan Arsenal kembali menguasai bola di pertengahan babak kedua.

Namun penyelesaian akhir dan keputusan VAR membuat mereka gagal membawa pulang kemenangan.

Arsenal Samai Rekor Tak Terkalahkan

Hasil imbang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal di Liga Champions menjadi 13 laga, menyamai capaian terbaik mereka pada 2005–2006.

Viktor Gyokeres juga mencatatkan gol ke-19 musim ini di semua kompetisi—hanya kalah dari Erling Haaland (35) dan Igor Thiago (24).

Declan Rice tampil dominan dengan 83 operan sukses, menjadi yang terbanyak kedua oleh gelandang Inggris di semifinal Liga Champions, hanya di bawah Michael Carrick pada 2011.

Duel Hidup-Mati di London Pekan Depan

Dengan hasil 1-1, Arsenal membawa pulang modal penting untuk leg kedua di London. Mereka akan memperebutkan tiket final untuk menghadapi pemenang antara Bayern Munich dan Paris Saint-Germain (PSG).

Namun kontroversi penalti di leg pertama dipastikan masih meninggalkan banyak perdebatan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Atletico vs Arsenal #Liga Champions semifinal #Penalti dianulir #mikel arteta #kontroversi var