PADEK.JAWAPOS.COM-Inter Milan memastikan gelar Serie A musim ini setelah menang 2-0 atas Parma di San Siro, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut membuat Nerazzurri mengumpulkan 82 poin dan tak terkejar dengan tiga laga tersisa.
Inter memulai laga dengan kepastian bahwa satu poin saja sudah cukup untuk mengunci gelar, menyusul hasil imbang 0-0 yang diraih Napoli di markas Como sehari sebelumnya.
Namun tim asuhan Cristian Chivu memilih menutup kompetisi dengan cara meyakinkan: tiga poin dan selebrasi penuh di depan pendukung sendiri.
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan dominasi Inter musim ini, yang membukukan keunggulan 12 poin atas Napoli sebagai pesaing terdekat.
Thuram dan Mkhitaryan Jadi Pahlawan
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi sejak awal. Meski peluang bersih tidak banyak, Inter mengontrol jalannya laga dan menekan Parma di sepertiga akhir lapangan.
Peluang emas datang pada menit ke-25 ketika Nicolò Barella melepaskan tembakan keras dari jarak dekat. Bola menghantam bagian bawah mistar, memantul mengenai punggung kiper Parma, Zion Suzuki, sebelum berhasil ditepis menjauh oleh penjaga gawang asal Jepang itu.
Stadion akhirnya bergemuruh pada masa tambahan waktu babak pertama. Marcus Thuram, yang lolos dari kawalan, menerima umpan terobosan matang dari Piotr Zielinski sebelum menaklukkan Suzuki. Gol itu mengantar Inter memimpin 1-0 dan menjadi momentum menuju pesta gelar.
Di babak kedua, Inter tetap dominan namun sempat menyia-nyiakan sejumlah peluang, termasuk ketika Denzel Dumfries gagal mengontrol umpan silang Federico Dimarco yang nyaris sempurna.
Henrikh Mkhitaryan memastikan kemenangan sekaligus titel Serie A pada menit ke-80. Ia menyambar umpan tarik Lautaro Martínez di dalam kotak penalti, dan menutup malam yang tak terlupakan bagi ribuan pendukung di San Siro.
Situasi Genting bagi Milan dan Juventus
Di sisi lain, dua rivalnya berada dalam tekanan setelah hasil buruk di pekan yang sama.
AC Milan kembali terpuruk setelah kalah 0-2 dari Sassuolo. Rossoneri bermain dengan 10 orang setelah Fikayo Tomori mendapat kartu merah, sementara gol-gol Domenico Berardi dan Armand Laurienté membuat pasukan Massimiliano Allegri mencatat empat kekalahan dalam tujuh laga terakhir. Lebih mengkhawatirkan lagi, Milan hanya mencetak satu gol dalam lima pertandingan terakhir.
Juventus juga gagal meraih kemenangan setelah ditahan 1-1 oleh Hellas Verona yang sudah dipastikan terdegradasi.
Kieron Bowie membuka keunggulan Verona usai memotong umpan Gleison Bremer, sebelum Dusan Vlahovic menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas—gol pertamanya sejak Oktober.
Meski memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi sembilan laga, Juventus tetap berada dalam ancaman.
Dengan tiga laga tersisa, Milan yang berada di posisi ketiga hanya unggul dua poin dari Juventus, sementara Bianconeri hanya tiga poin di atas Como di posisi kelima.
Persaingan menuju empat besar dan tiket Liga Champions musim depan dipastikan berlangsung ketat.(*)
Editor : Heri Sugiarto