PADEK.JAWAPOS.COM-Hansi Flick kembali membawa FC Barcelona menjuarai La Liga musim 2025/2026 usai mengalahkan Real Madrid 2-0, Senin (11/5/2026) dini hari WIB, sekaligus mencatat gelar liga kedua secara beruntun dalam dua musim pertamanya bersama klub.
Capaian tersebut membuat Flick masuk dalam daftar pelatih Barcelona yang mampu memenangkan dua gelar liga pada dua musim pertama menangani tim.
Sebelumnya, catatan serupa pernah dicapai Enrique Fernández, Helenio Herrera, Louis van Gaal, Pep Guardiola, Luis Enrique, dan Ernesto Valverde.
Flick membawa Barcelona meraih gelar La Liga pada musim 2024/2025 dan 2025/2026 setelah dinilai mampu mendominasi kompetisi domestik.
Kesuksesan tersebut melanjutkan catatan positif Flick di kompetisi liga. Saat menangani Bayern Munich, pelatih asal Jerman itu juga meraih dua gelar Bundesliga pada musim 2019/2020 dan 2020/2021.
Dengan gelar La Liga musim 2025/2026, Flick juga menjadi pelatih asal Jerman pertama yang memenangkan trofi La Liga dua kali, melampaui pencapaian Bernd Schuster bersama Real Madrid pada musim 2007/2008.
Perjalanan Barcelona musim ini tidak berlangsung mudah. Meski hanya kehilangan dua poin dalam tujuh pertandingan awal, kekalahan 1-4 dari Sevilla FC dan kekalahan 1-2 dari Real Madrid pada El Clasico pertama musim ini memunculkan keraguan terhadap performa tim.
Saat itu, Barcelona juga kehilangan sejumlah pemain seperti Gavi, Dani Olmo, Raphinha, Robert Lewandowski, dan Joan Garcia.
Barcelona sempat tertinggal lima poin dari Real Madrid di klasemen. Namun, tim asuhan Flick bangkit dan mencatat sembilan kemenangan beruntun hingga kembali merebut posisi puncak klasemen.
Kemenangan pada El Clasico di paruh kedua musim, yang menjadi laga pertama melawan Real Madrid di Spotify Camp Nou dalam lebih dari tiga tahun, turut mengantarkan Barcelona meraih gelar juara.
Barcelona juga menunjukkan kemampuan bangkit sepanjang musim. Tim tersebut tercatat sembilan kali membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan, termasuk enam pertandingan saat mereka lebih dulu tertinggal.
Kontribusi akademi La Masia kembali menjadi faktor penting dalam perjalanan Barcelona musim ini.
Beberapa pemain muda seperti Jofre Torrents, Xavi Espart, Tommy Fernández, dan Toni Fernández mulai mendapat peran. Sementara pemain binaan La Masia seperti Eric Garcia, Pau Cubarsí, dan Lamine Yamal menjadi pemain yang paling sering digunakan Flick.
Di sektor pertahanan, Joan Garcia disebut menjadi salah satu faktor penting setelah tampil impresif pada musim pertamanya bersama Barcelona dan memimpin persaingan peraih Trofi Zamora.
Barcelona mengakhiri musim dengan catatan sebagai tim paling produktif di La Liga setelah mencetak 91 gol.(*)
Editor : Heri Sugiarto