Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City Setelah Satu Dekade Meraih 20 Trofi

Heri Sugiarto • Jumat, 22 Mei 2026 | 21:10 WIB
Pep Guardiola akan meninggalkan jabatannya sebagai Pelatih Manchester City pada akhir musim 2025/2026 setelah menjalani satu dekade dengan torehan 20 trofi.(Foto: mancity.com)
Pep Guardiola akan meninggalkan jabatannya sebagai Pelatih Manchester City pada akhir musim 2025/2026 setelah menjalani satu dekade dengan torehan 20 trofi.(Foto: mancity.com)

PADEK.JAWAPOS.COM-Pep Guardiola akan meninggalkan jabatannya sebagai Pelatih Manchester City pada akhir musim 2025/2026 ini, menutup periode 10 tahun yang menghadirkan era paling sukses dalam sejarah klub.

Guardiola, yang bergabung pada Juli 2016, membawa City meraih 20 trofi utama selama masa kepemimpinannya.

Klub memastikan pelatih asal Catalan itu tetap menjadi bagian dari City Football Group melalui peran sebagai Global Ambassador.

Pertandingan melawan Aston Villa pada Minggu (24/5/2026) pukul 22.00 WIB nanti, akan menjadi laga ke-593 sekaligus pertandingan terakhir Guardiola sebagai Pelatih Manchester City.

Guardiola Ingin Tetap Berada di Lingkungan Klub

Meski akan meninggalkan kursi pelatih, Guardiola mengatakan dirinya masih ingin terhubung dengan Manchester City dalam peran berbeda di masa mendatang.

“Kami berbicara bersama dan saya mengatakan ingin tetap menjadi bagian dari klub ini. Bukan sebagai manajer, saya tidak akan mengambil keputusan apa pun, tetapi untuk mewakili klub dan organisasi ini, saya akan tetap ada,” ungkap Guardiola.

Ia menegaskan tidak ingin lagi berada dalam sorotan atau terlibat dalam keputusan harian klub, namun berharap masih bisa berkontribusi di balik layar.

“Saya ingin tetap menjadi bagian dari klub ini dalam peran yang berbeda. Bukan dalam keputusan harian atau sorotan, tetapi di belakang layar,” imbuhnya.

Peran tersebut nantinya dijalankan Guardiola sebagai Global Ambassador di City Football Group, dengan fokus pada proyek tertentu, kolaborasi, dan masukan teknis bagi klub-klub dalam jaringan grup tersebut.

Manchester City Abadikan Nama Guardiola di Etihad Stadium

Manchester City juga mengumumkan tribun North Stand yang telah diperluas akan diberi nama The Pep Guardiola Stand sebagai bentuk penghormatan kepada manajer tersukses dalam sejarah klub.

Guardiola mengaku tidak memiliki kata-kata saat menerima kabar tersebut dari Ketua Manchester City, Khaldoon Al Mubarak.

“Tidak ada kata-kata. Khaldoon menelepon saya dan mengatakan klub mengambil keputusan itu,” ujar Guardiola.

Ia mengatakan berharap kehadirannya tetap bisa dirasakan di stadion tersebut pada masa mendatang.

“Saat masa sulit datang dan seseorang melihat nama Pep di sana, saya akan mengirimkan energi saya untuk tim dan klub.”

Guardiola juga menyebut penghormatan tersebut sebagai salah satu kehormatan terbesar dalam hidupnya. Ia mengatakan ayahnya yang berusia 94 tahun akan hadir dalam laga terakhirnya di Etihad Stadium.

Era Dominasi Manchester City Bersama Guardiola

Selama menangani Manchester City, Guardiola memenangkan enam gelar Premier League, satu Liga Champions, tiga FA Cup, lima League Cup, satu FIFA Club World Cup, satu UEFA Super Cup, dan tiga Community Shield.

Musim 2017/2018 menjadi salah satu pencapaian terbesar City setelah mengumpulkan 100 poin di Premier League, rekor tertinggi dalam sejarah kompetisi. Pada musim yang sama, City juga mencetak 106 gol liga.

Guardiola kemudian membawa City menyapu empat trofi domestik dalam satu musim pada 2018/2019.

Puncak lain hadir pada musim 2022/2023 ketika Manchester City memenangkan Premier League, FA Cup, dan Liga Champions untuk meraih treble winners.

City lalu menambah gelar UEFA Super Cup dan FIFA Club World Cup sebelum mencatat sejarah dengan menjadi klub Inggris pertama yang menjuarai empat gelar liga secara beruntun pada musim 2023/2024.

Pada musim terakhir Guardiola, Manchester City menutup perjalanan sang pelatih dengan gelar FA Cup dan Carabao Cup.

Guardiola Sebut Semua Gelar Memiliki Arti Penting

Saat ditanya trofi yang paling berkesan selama menangani City, Guardiola mengatakan seluruh gelar memiliki nilai yang sama penting.

“Saya tidak tahu. Itu pertanyaan untuk orang-orang, semoga mereka menikmati permainan kami,” katanya.

Menurut Guardiola, pencapaian Manchester City dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan besar yang dialami klub.

“Dulu kami adalah tim yang tidak bisa menang empat pertandingan beruntun, sekarang kami memenangkan empat gelar liga beruntun.”

Ia juga menyebut keberhasilan tersebut menjadi gambaran perkembangan Manchester City sejak perubahan kepemilikan klub.

Warisan Guardiola di Manchester City

Ketua Manchester City Khaldoon Al Mubarak mengatakan hubungan saling percaya menjadi dasar kerja sama klub dengan Guardiola selama satu dekade terakhir.

“Hari ini jawaban terbaik adalah Pep menyelesaikan perjalanannya sebagai Pelatih Manchester City,” kata Khaldoon.

Ia menilai Guardiola tidak hanya meningkatkan level Manchester City, tetapi juga memberi pengaruh besar terhadap perkembangan sepak bola modern.

CEO Manchester City, Ferran Soriano, menyebut Guardiola meninggalkan warisan yang akan terus menjadi standar bagi klub di masa depan.

Manchester City juga menyatakan akan memberikan penghormatan khusus dalam beberapa hari mendatang untuk merayakan perjalanan Guardiola bersama klub.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#City Football Group #premier league #Etihad Stadium #manchester city #pep guardiola