PADEK.JAWAPOS.COM-Juara Serie A Inter Milan sukses menahan imbang Bologna dengan skor 3-3 berkat gol telat bintang muda Amadou Diouf pada laga pamungkas Liga Italia di Stadion Renato Dall'Ara, Sabtu (23/5/2026) malam WIB. Hasil dramatis ini sekaligus melahirkan rekor sejarah baru bagi striker masa depan Nerazzurri, Francesco Pio Esposito.
Pertandingan dipimpin oleh wasit Kevin Bonacina dengan mempertemukan dua kapten tim, Lorenzo De Silvestri yang merayakan ulang tahun ke-38 bersama kapten Inter, Lautaro Martinez.
Aksi Saling Balas Gol di Babak Pertama
Sejak kick-off, Bologna langsung menerapkan tekanan tinggi, sementara Inter berusaha membangun serangan dari bawah.
Peluang emas pertama didapat Bologna pada menit ke-20 setelah kesalahan sapuan kiper Josep Martinez dimanfaatkan oleh Rowe untuk mengirim umpan kepada Castro, namun kontrol bola yang kurang sempurna membuat kiper Inter berhasil mengamankan bola.
Inter Milan memecah kebuntuan pada menit ke-22. Federico Dimarco mengeksekusi tendangan bebas melengkung dengan kaki kiri yang bersarang di pojok atas gawang Lukasz Skorupski.
Dimarco merayakan gol tersebut dengan meletakkan bola di bawah kausnya untuk merayakan rencana kelahiran anak ketiganya.
Bologna langsung merespons tiga menit kemudian. Menit ke-25, Federico Bernardeschi mengawali serangan dengan operan tumit sebelum menyelesaikannya dengan tembakan kaki kiri di dalam area penalti yang menembus tiang dekat Josep Martinez.
Sebelum jeda, tepatnya menit ke-42, Bologna berbalik unggul 2-1. Berawal dari bola spiovente di batas kotak penalti, Tommaso Pobega melepaskan tembakan voli kaki kiri yang membentur siku Lautaro Martinez sehingga mengecoh arah gerak penjaga gawang dan membawa tuan rumah memimpin hingga interval.
Drama Gol Bunuh Diri dan Rekor Sejarah Pio Esposito
Memasuki babak kedua, Bologna memperlebar jarak menjadi 3-1 pada menit ke-48. Bek sayap Juan Miranda melepaskan umpan silang tajam dari sisi kiri yang salah diantisipasi oleh Piotr Zielinski sehingga bola masuk ke gawang sendiri tanpa bisa dihalau Josep Martinez.
Pada menit ke-54, pelatih Inter Cristian Chivu melakukan triplé pergantian pemain sekaligus dengan menarik keluar Dimarco, Barella, dan Lautaro Martinez untuk digantikan oleh Luis Henrique, Mkhitaryan, dan Bonny.
Inter berhasil memperkecil kedudukan menjadi 3-2 pada menit ke-64. Amadou Diouf melakukan aksi individu dari sisi kanan melewati dua pemain lawan sebelum melepaskan tembakan yang membentur tiang gawang dekat. Bola muntah langsung disambar oleh Francesco Pio Esposito ke dalam gawang kosong.
Gol ini membuat Pio Esposito (mengemas 7 gol musim 2025/2026) menjadi pemain Inter ketiga di era tiga poin (sejak 1994/1995) yang mencetak lebih dari enam gol dalam satu musim Serie A sebelum berusia 21 tahun, mengikuti catatan Mario Balotelli dan Obafemi Martins.
Gol Penyelamat Amadou Diouf di Menit Akhir
Setelah De Vrij mengalami cedera dan digantikan oleh pemain muda Luka Topalovic pada menit ke-80, Inter mengubah formasi menjadi empat bek sejajar dan menempatkan Diouf di posisi bek kanan.
Pada menit ke-87, taktik tersebut membuahkan hasil. Luka Topalovic melepaskan umpan terobosan akurat yang membebaskan Amadou Diouf.
Diouf merangsek masuk ke dalam kotak penalti dari sisi kanan dan melepaskan tembakan keras yang mengubah skor menjadi 3-3. Skor imbang tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai.
Dengan hasil imbang ini, Inter Milan menutup musim kompetisi dengan statistik unik, yakni membukukan jumlah gol yang lebih banyak (87 gol) daripada total raihan poin mereka di klasemen (86 poin).
Sementara itu, Lautaro Martinez menutup musim dengan koleksi 17 gol dari 30 penampilan dan dipastikan keluar sebagai Capocannoniere (top skor). (*)
Editor : Heri Sugiarto