Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kisah Heroik Timnas Irak ke Piala Dunia 2026: Tempuh 68 Jam Perjalanan Bus di Tengah Konflik Demi Cetak Sejarah

Heri Sugiarto • Senin, 1 Juni 2026 | 17:17 WIB
Pelatih Timnas Irak Graham Arnold yang kawal perjuangan 68 jam skuad Lions of Mesopotamia ke Piala Dunia 2026.(Foto: AFC)
Pelatih Timnas Irak Graham Arnold yang kawal perjuangan 68 jam skuad Lions of Mesopotamia ke Piala Dunia 2026.(Foto: AFC)

PADEK.JAWAPOS.COM-Di tengah kepungan konflik di kawasan Timur Tengah, penutupan ruang udara hingga harus menempuh 68 jam perjalanan darat, Timnas Irak besutan pelatih Graham Arnold akhirnya resmi berlaga di panggung Piala Dunia 2026.

Kisah keajaiban lolosnya skuad Lions of Mesopotamia melalui jalur dramatis play-off antarkontinen ini kini menjadi sorotan utama menjelang kick-off turnamen akbar di Amerika Utara Juni ini.

Tim asal Asia Barat ini berhasil mengamankan tiket ke panggung global melalui kesempatan terakhir—yaitu dengan mengalahkan Bolivia di babak Inter-Confederation Playoff—sekaligus mengakhiri penantian panjang mereka selama 40 tahun.

"Tahun pertama saya menjabat, sangat gila dan sangat membuat para pemain stres," ungkap Arnold kepada AFP dalam wawancara telepon dari Baghdad, sesaat sebelum bertolak ke Spanyol untuk pemusatan latihan pra-turnamen.

"Bisa dikatakan, setiap pertandingan sejak saya berada di sini adalah laga hidup mati," imbuhnya.

Arnold yang kini berusia 62 tahun ditunjuk pada Mei tahun lalu untuk menggantikan pelatih asal Spanyol, Jesus Casas. Saat itu, Irak tengah berjuang meraih kualifikasi langsung di Grup B babak Kualifikasi Asia di bawah Korea Selatan dan Yordania.

Namun pada laga debut Arnold, Irak yang harus bermain dengan 10 orang terpaksa menelan kekalahan dari Korea Selatan. Mereka akhirnya harus memenangkan laga play-off dua leg melawan Uni Emirat Arab (UEA)—yang ditentukan lewat penalti dramatis Amir Al-Ammari pada menit ke-17 masa injury time—demi melaju ke play-off antarkontinen di Meksiko pada bulan Maret.

Terjebak Konflik dan Tempuh Perjalanan Darat 68 Jam

Situasi kian pelik ketika serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran membuat banyak pemain serta staf Irak terdampar dan harus berjuang keras untuk melakukan perjalanan jauh.

"Ruang udara di Irak ditutup. Saya tidak bisa kembali ke Irak untuk mengambil peralatan melatih saya. Para pemain juga tidak bisa keluar dari Irak," kenang Arnold, menceritakan kembali momen ketika mereka harus naik bus selama 26 jam dari Baghdad menuju Amman di Yordania.

"Mereka kemudian tertahan di Yordania selama 28 jam karena ada bom yang meledak di sekitar mereka, sehingga ruang udara ditutup," beber Arnold.

"Ketika para pemain akhirnya tiba di lokasi tujuan, total waktu yang dihabiskan mencapai 68 jam. Salah satu pertemuan dan diskusi pertama saya dengan para pemain adalah: 'Oke, dengan semua yang terjadi di Timur Tengah saat ini, apakah kalian akan menjadikannya sebagai alasan atau motivasi?'"

Akhiri Penantian 40 Tahun di Atas Pundak 46 Juta Rakyat

Irak akhirnya sukses mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1 di Monterrey. Kemenangan tersebut mengunci tiket penampilan perdana mereka di Piala Dunia sejak tahun 1986, sekaligus menyudahi kualifikasi panjang yang melelahkan sebanyak 21 pertandingan.

"Para pemain melewati tekanan yang luar biasa berat di pundak mereka dari 46 juta rakyat Irak yang mendambakan kelolosan ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun," kata Arnold.

"Setiap laga yang kami lalui adalah antara patah hati atau kami berhasil bertahan hidup," tandasnya.

Meski ini baru menjadi penampilan kedua Irak di Piala Dunia, negara ini sejatinya memiliki tradisi sepak bola yang kuat. Mereka tercatat pernah menjuarai Piala Asia tahun 2007 dan menjadi semifinalis pada edisi 2015.

"Saya belum pernah melihat negara yang begitu terobsesi dengan sepak bola. Mereka bahkan menetapkan hari libur nasional saat Barcelona bertanding melawan Real Madrid," tambah sang pelatih menggambarkan fanatisme suporter lokal.

Siap Berstatus Kuda Hitam di Grup Neraka

Irak berada di grup yang cukup berat pada Piala Dunia kali ini. Mereka akan memulai laga perdana melawan Norwegia di Boston pada 16 Juni, sebelum bersua Prancis dan Senegal.

Melihat peta kekuatan tersebut, apa target realistis yang bisa mereka capai?

"We qualified last. Jika Anda membedah setiap individu pemain, setiap tim, dan harga pasar seluruh pemain, kami kemungkinan menjadi tim dengan peringkat terendah di Piala Dunia ini," ujar Arnold, yang kontraknya akan berakhir pada 31 Juli.

"Namun, ini adalah Piala Dunia. Segalanya bisa terjadi. Anak-anak kami memiliki mentalitas bertarung yang luar biasa. Ini adalah pertandingan 11 lawan 11. Jika kami mampu memenangkan duel satu lawan satu di lapangan, kami bisa mengejutkan dunia," pungkasnya, dikutip dari laman AFC.(*)

Data dan Fakta Timnas Irak di Piala Dunia 2026

  • Peringkat FIFA: 57

  • Penampilan Sebelumnya: 1 kali (Tahun 1986)

  • Pencapaian Terbaik: Babak Grup

  • Rekor Piala Dunia 2022: Tidak lolos (Did not qualify)

  • Jalur Kelolosan: Pemenang Inter-Confederation Playoff

  • Jadwal Pertandingan Grup I (Waktu Setempat):

    • 16 Juni: vs Norwegia (di Boston)

    • 22 Juni: vs Prancis

    • 26 Juni: vs Senegal

  • Fakta Unik: Ahmed Radhi menjadi pencetak gol satu-satunya bagi Irak dalam debut Piala Dunia mereka pada tahun 1986, saat kalah 1-2 dari Belgia.

Editor : Heri Sugiarto
#Lions of Mesopotamia #piala dunia 2026 #graham arnold #timnas irak #kualifikasi piala dunia