PADEK.JAWAPOS.COM-Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) bersama FIFA resmi mengumumkan serangkaian perubahan regulasi dan klarifikasi protokol krusial yang akan diterapkan di Piala Dunia 2026.
Langkah ini diambil demi memangkas waktu yang terbuang (time wasting) serta menjaga respek di atas lapangan hijau mulai 11 Juni mendatang.
Salah satu pembaruan paling penting adalah perluasan wewenang Video Assistant Referee (VAR). Kini, wasit VAR diizinkan melakukan intervensi pada situasi bola mati (set piece) seperti sepak pojok atau tendangan bebas, bahkan sebelum bola ditendang atau bergulir di lapangan.
Intervensi ini berlaku jika terjadi pelanggaran nyata dari tim penyerang sebelum bola masuk ke dalam permainan, yang berdampak langsung pada terjadinya gol, penalti, atau sanksi disiplin.
Jika VAR menemukan pelanggaran tersebut, mereka akan merekomendasikan peninjauan di lapangan (OFR). Apabila terbukti, wasit akan menjatuhkan sanksi disiplin yang sesuai dan meminta sepakan pojok atau tendangan bebas diulang.
Kartu Merah Langsung karena Protes Sambil Tutup Mulut
Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa ketegasan penuh akan diterapkan kepada pemain yang kedapatan menutup mulut mereka—baik menggunakan tangan, lengan, maupun jersi—saat sedang berdebat atau berkonfrontasi dengan pemain lawan.
Wasit tidak akan lagi mengeluarkan kartu kuning untuk aksi ini, melainkan langsung kartu merah.
Aturan ini dibuat agar kamera dan mikrofon pertandingan dapat menangkap kejelasan kata-kata pemain guna menghindari aksi rasisme atau penghinaan verbal yang tersembunyi di lapangan.
"Aturan ini hanya berlaku dalam situasi konfrontasi atau ketegangan. Jika ada dua pemain yang mengobrol secara ramah dan bersahabat, tentu tidak akan dihukum," ujar Collina, dikutip dari ESPN.
Belajar dari Kasus Final Senegal vs Maroko di Piala Afrika
FIFA juga akan langsung mengusir (kartu merah) pemain atau anggota tim di bangku cadangan yang meninggalkan lapangan pertandingan sebagai bentuk protes keras terhadap keputusan wasit.
Tindakan memprovokasi rekan setim untuk keluar lapangan juga akan diganjar hukuman serupa.
Langkah tegas ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden kelam dalam laga final Piala Afrika antara Senegal dan Maroko. Kala itu, skuad Senegal melakukan aksi mogok dan walk out dari lapangan karena tidak terima dihukum penalti.
Meskipun pada akhirnya Senegal keluar sebagai juara di turnamen tersebut, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) tetap menjatuhkan sanksi diskualifikasi dan menetapkan Maroko sebagai juara resmi.
Batasan Waktu Ketat: Aturan 5 Detik Kiper dan 10 Detik Substitusi
Demi meminimalisasi taktik mengulur waktu yang merugikan jalannya pertandingan, wasit di Piala Dunia 2026 akan menerapkan hitung mundur (countdown) selama 5 detik bagi penjaga gawang serta pemain yang melakukan lemparan ke dalam.
Jika kiper menahan bola lebih dari 5 detik setelah mengamankannya, tim lawan akan dihadiahi sepak pojok (bukan tendangan bebas tidak langsung). Aturan ini sebenarnya sudah ada namun kali ini akan diterapkan secara ketat.
Jika melanggar batas waktu 5 detik, penguasaan bola akan langsung berpindah ke tim lawan. Namun, toleransi waktu sedikit diberikan jika sebuah tim sengaja menunggu eksekutor pelempar jauh spesialis mereka tiba.
Selain itu, pemain yang digantikan hanya diberi waktu 10 detik untuk keluar lapangan melalui garis pembatas terdekat.
Jika terjadi pergantian ganda atau multipel, hitungan waktu dimulai saat keempat wasit mengangkat papan pergantian untuk terakhir kalinya.
Jika melanggar, pemain pengganti dilarang masuk selama satu menit dan baru boleh bermain saat laga kembali terhenti.
Kebijakan Jeda Hidrasi dan Masalah Pelanggaran Handball
Mengingat turnamen digelar pada musim panas, FIFA tetap memberlakukan dua kali jeda hidrasi (water break) yang berdurasi masing-masing 3 menit di tengah-tengah setiap babak.
Waktu pertandingan pada jam stadion tidak akan dihentikan, namun wasit wajib menambahkan kompensasi waktu (injury time) minimal selama waktu yang terbuang tersebut di akhir babak.
Collina juga mengingatkan bahwa tim medis dan pelatih dilarang keras memanfaatkan momen pemeriksaan kiper yang cedera untuk dijadikan ajang 'Time Out' atau koordinasi taktik dadakan di pinggir lapangan.
Mengenai masalah pelanggaran handball yang kerap menuai kontroversi, FIFA memastikan tidak ada perubahan pasal aturan selama turnamen.
Sebagai solusinya, seluruh tim ofisial telah diberikan dokumen video referensi komprehensif yang memuat berbagai skenario agar mereka memahami standar keputusan yang akan diambil oleh korps baju hitam di lapangan.(*)
Ringkasan Poin Penting Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026
-
Intervensi Baru VAR: Berhak mengoreksi pelanggaran pada situasi bola mati sebelum bola mulai bergulir.
-
Sanksi Tutup Mulut: Kartu merah langsung jika pemain menutup mulut dengan tangan, lengan, atau jersi saat berkonfrontasi dengan lawan.
-
Aksi Mogok Lapangan: Kartu merah langsung untuk pemain atau staf yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.
-
Durasi Lemparan & Kiper: Batas waktu penguasaan bola hanya 5 detik. Pelanggaran oleh kiper berbuah sepak pojok bagi lawan.
-
Durasi Substitusi: Pemain yang diganti wajib keluar dari titik terdekat dalam waktu maksimal 10 detik.