PADEK.JAWAPOS.COM-Wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, dikabarkan dideportasi kembali ke Istanbul, Turki, setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat saat tiba di Bandara Internasional Miami.
Penolakan izin masuk ini mengganggu partisipasi wasit berusia 33 tahun tersebut untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Anadolu melaporkan, Artan berangkat dari Istanbul Turki ke Miami pada Sabtu waktu setempat untuk menghadiri seminar FIFA bagi para wasit menjelang Piala Dunia. Namun, dia kemudian dilaporkan ditolak masuk saat tiba di AS karena alasan yang tidak diketahui dan dipulangkan ke Istanbul pada Minggu (8/6/2026).
Situasi keimigrasian ini memicu ketidakpastian tinggi karena FIFA belum memberikan pernyataan resmi maupun solusi terkait status sang pengadil lapangan itu.
Padahal, Artan dilaporkan mengantongi visa resmi yang valid untuk memasuki wilayah Amerika Serikat guna bertugas di turnamen yang digelar bersama Kanada dan Meksiko tersebut.
Alasan penolakan masuk di Bandara Internasional Miami belum dipaparkan secara rinci baik oleh FIFA, otoritas Somalia maupun pihak Amerika Serikat. Namun, Somalia termasuk dalam daftar negara yang terkena kebijakan pembatasan perjalanan (travel ban) oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Artan merupakan wasit berprestasi yang mendapat pujian langsung dari Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud, serta dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada 2025.
Artan mencetak sejarah sebagai warga Somalia pertama yang terpilih untuk menjadi wasit Piala Dunia. "Saya memuji upaya, profesionalisme, dan integritas yang ditunjukkan oleh wasit Omar, karena ia telah menjadi simbol inspirasi bagi generasi baru warga Somalia," kata Hassan Sheikh Mohamud pada April lalu.
Ia telah memimpin kompetisi domestik Liga Somalia sejak mendapat lisensi FIFA pada 2018, serta berpengalaman di Kualifikasi Piala Dunia, Liga Champions CAF, dan putaran final Piala Afrika (AFCON) 2023 di Aljazair.
Masalah keimigrasian menjelang pembukaan turnamen akbar ini dilaporkan tidak hanya berdampak pada sektor perwasitan. Berdasarkan laporan yang berkembang, sejumlah anggota delegasi dari Irak dan Iran juga menghadapi hambatan serupa saat mencoba memasuki wilayah hukum Amerika Serikat.
Pemerintah Somalia melalui Penasihat Senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia, Ciise Aden Abshir menyesalkan tindakan pencegahan terhadap wasit ini.
Mantan kapten tim nasional Somalia tersebut menegaskan bahwa Artan adalah salah satu wasit paling dihormati di Afrika dan penolakan ini mencederai semangat sportivitas.
"Menolak dia masuk ke Amerika Serikat dan mencegahnya memimpin pertandingan yang dijadwalkan tidak hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga merusak komitmen sepak bola terhadap keadilan, prestasi, dan semangat fair play," ujar Ciise Aden Abshir kepada AFP, Senin (8/6/2026).(*)
Editor : Heri Sugiarto