Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lionel Messi Siap Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Argentina Sambut Turnamen Spesial Sang Kapten

Heri Sugiarto • Senin, 15 Juni 2026 | 23:57 WIB
Bintang Argentina Lionel Messi berpeluang mencatat 200 caps internasional dan tampil di Piala Dunia keenam sepanjang kariernya.(Foto: FIFA)
Bintang Argentina Lionel Messi berpeluang mencatat 200 caps internasional dan tampil di Piala Dunia keenam sepanjang kariernya.(Foto: FIFA)

PADEK.JAWAPOS.COM – Lionel Messi bakal mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026. Kapten Timnas Argentina itu siap menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia jika turun membela negaranya pada turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Keikutsertaan Messi di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah sebelumnya ia sempat menyatakan bahwa Piala Dunia 2022 di Qatar akan menjadi turnamen terakhir dalam kariernya.

Saat itu, Messi membawa Argentina meraih gelar juara dunia setelah mencetak tujuh gol sepanjang turnamen, termasuk dua gol pada laga final melawan Prancis.

“Jelas saya ingin mengakhiri karier dengan pencapaian ini. Saya tidak bisa meminta lebih dari itu,” kata Messi setelah membawa Argentina menjadi juara dunia di Qatar.

Meski demikian, pemain yang akan berusia 39 tahun pada bulan ini itu mengaku masih ingin menikmati sepak bola sebagai juara dunia. Keputusan untuk terus bermain akhirnya membawanya kembali masuk dalam skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026.

Messi tetap menjadi sosok penting bagi La Albiceleste yang berupaya mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada 2022.

“Saya menikmati semuanya sejak awal. Saya bahagia, menikmati setiap momen dan tetap bersemangat seperti biasa,” ujarnya setelah kemenangan 3-0 Argentina atas Islandia dalam laga uji coba pekan lalu.

Pemain yang kini membela Inter Miami itu mengakui sempat ragu bisa tampil di Piala Dunia 2026 karena rentang waktu yang cukup panjang sejak turnamen sebelumnya.

“Ada keraguan karena apa yang saya katakan pada Piala Dunia sebelumnya. Saya pikir akan sulit bagi saya untuk bermain lagi karena usia dan waktu yang harus dilewati,” kata Messi.

“Namun saya merasa baik, menjalani semuanya hari demi hari. Saya mendapat kesempatan bermain, menemukan ritme permainan, mendapatkan menit bermain, dan semuanya terjadi secara alami.”

Meski tidak lagi bermain di kompetisi Eropa sejak bergabung dengan Inter Miami pada 2023, Messi tetap menunjukkan performa impresif. Pada 2026, ia mencetak 13 gol dalam 16 pertandingan setelah membantu klubnya menjuarai MLS Cup musim lalu.

Kondisi kebugaran Messi sempat menjadi perhatian setelah mengalami masalah hamstring dalam pertandingan Inter Miami melawan Philadelphia bulan lalu. Namun ia meredakan kekhawatiran tersebut saat tampil sebagai pemain pengganti melawan Islandia dan mencetak gol melalui tendangan penalti.

Peraih delapan Ballon d'Or itu juga menambah koleksi prestasinya bersama Argentina setelah membawa timnya menjuarai Copa America 2024 di Amerika Serikat.

Selain itu, Messi menjadi pencetak gol terbanyak pada kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan.

“Saya mencintai sepak bola dan akan terus bermain sampai saya tidak bisa lagi,” ujarnya.

Rekor Piala Dunia Lionel Messi Sulit Ditandingi

Messi menjalani debut di Piala Dunia pada 2006 di Jerman saat masih berusia remaja. Ia kemudian membawa Argentina mencapai final Piala Dunia 2014 di Brasil sebelum kalah dari Jerman pada babak perpanjangan waktu.

Rekam jejak Messi di Piala Dunia juga sulit ditandingi pemain lain. Kapten Argentina itu menjadi satu-satunya pemain yang pernah memenangkan lebih dari satu penghargaan adidas Golden Ball atau Bola Emas Piala Dunia FIFA.

Messi pertama kali meraih penghargaan tersebut saat membawa Argentina menjadi runner-up Piala Dunia 2014 di Brasil. Ketika itu ia mencetak empat gol dan terpilih sebagai pemain terbaik turnamen, mengungguli Thomas Muller dari Jerman dan Arjen Robben dari Belanda.

Delapan tahun kemudian, Messi kembali merebut Bola Emas setelah mengantarkan Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Dalam turnamen tersebut, ia mencetak tujuh gol, termasuk dua gol pada partai final, sekaligus mengakhiri penantian 36 tahun Argentina untuk kembali menjadi juara dunia.

FIFA mencatat hanya empat pemain lain yang pernah dua kali naik podium penghargaan individu Piala Dunia. Mereka adalah Paolo Rossi, Diego Maradona, Ronaldo, dan Luka Modrić. Namun, Messi menjadi satu-satunya pemain yang dua kali meraih penghargaan tertinggi sebagai pemain terbaik turnamen.

Berpeluang Catat 200 Caps dan Tampil di Piala Dunia Keenam

Jika tampil melawan Aljazair di Kansas City pada Rabu (17/6/2026) pukul 08.00 WIB, Messi juga akan mencatatkan penampilan internasional ke-200 bersama Argentina. Dia akan menjadi pemain ketiga yang mencapai angka tersebut setelah Cristiano Ronaldo dan Bader Al-Mutawa dari Kuwait.

Cristiano Ronaldo, rival terbesar Messi sepanjang kariernya, juga berpeluang tampil pada Piala Dunia keenamnya.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa Messi masih bisa terus bermain selama yang ia inginkan. Meski demikian, Piala Dunia 2026 diyakini banyak pihak akan menjadi penampilan terakhir sang kapten Argentina di panggung sepak bola internasional.

Di level klub, Messi juga masih melanjutkan kariernya bersama Inter Miami setelah memperpanjang kontrak hingga 2028.

Rekan setim Messi di Argentina, Julian Alvarez, menyebut kehadiran sang kapten akan membuat Piala Dunia 2026 menjadi lebih istimewa.

“Kami semua memahami bahwa ini bisa menjadi Piala Dunia terakhir Leo mengingat usianya. Namun keputusan ada di tangannya,” kata Alvarez.

“Ini akan menjadi Piala Dunia yang spesial, bukan hanya bagi kami, rekan setimnya, atau rakyat Argentina, tetapi juga bagi semua orang yang menyaksikan dan mengikutinya karena dia adalah pemain terbaik sepanjang masa,” pungkasnya. (AFP/FIFA/AFC)

 

Editor : Heri Sugiarto
#Lionel Messi Piala Dunia 2026 #argentina #piala dunia 2026 #lionel messi #timnas argentina