PADEK.JAWAPOS.COM – Timnas Spanyol gagal memanfaatkan dominasi permainan saat ditahan imbang 0-0 oleh debutan Piala Dunia, Cape Verde, pada laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut menjadi kejutan pada matchday pertama setelah Spanyol yang datang sebagai salah satu tim unggulan turnamen gagal membongkar pertahanan rapat Cape Verde sepanjang 90 menit pertandingan.
Sejak awal laga, skuad asuhan Luis de la Fuente menguasai jalannya permainan. Namun dominasi penguasaan bola tidak diikuti efektivitas di depan gawang.
Cape Verde tampil disiplin dengan pertahanan rendah yang sulit ditembus. Spanyol beberapa kali mencoba membangun serangan dari berbagai sisi, tetapi sering kehilangan ketajaman pada sentuhan akhir.
Vozinha Tampil Gemilang di Bawah Mistar
Peluang terbaik Spanyol pada babak pertama datang melalui Ferran Torres. Penyerang tersebut melepaskan tembakan dari jarak dekat, tetapi bola hanya membentur mistar gawang.
Pada situasi yang sama, Mikel Oyarzabal menyambut bola pantul dengan sundulan. Namun kiper Cape Verde, Vozinha, melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap aman.
Vozinha kembali menjadi penyelamat Cape Verde saat menggagalkan sejumlah peluang berbahaya lainnya, termasuk upaya Pedri dan Aymeric Laporte.
Spanyol Dominan, Tetapi Kurang Efektif
Sepanjang pertandingan, Spanyol unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Mereka juga mencatatkan beberapa tembakan tepat sasaran, tetapi gagal mengubah dominasi tersebut menjadi gol.
Sebaliknya, Cape Verde lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Meski tidak banyak menciptakan peluang, tim berjuluk Blue Sharks itu mampu menjalankan strategi dengan disiplin dan menjaga organisasi permainan hingga akhir laga.
Lamine Yamal Masuk, Skor Tetap Tidak Berubah
Melihat timnya kesulitan mencetak gol, Luis de la Fuente melakukan perubahan pada menit ke-69 dengan memasukkan Lamine Yamal dan Mikel Merino.
Masuknya Lamine diharapkan mampu memberikan kreativitas dan membongkar pertahanan Cape Verde. Namun perubahan tersebut tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.
Spanyol terus menekan hingga menit-menit akhir, tetapi pertahanan Cape Verde tetap bertahan kokoh. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tidak berubah.
Hasil ini membuat Spanyol harus bekerja lebih keras pada pertandingan berikutnya untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Vozinha Menangis Usai Jadi Pemain Terbaik Laga
Sosok utama di balik hasil bersejarah Cape Verde adalah kiper veteran Vozinha.
Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang emas yang diciptakan para pemain Spanyol sepanjang pertandingan.
Berkat penampilan heroiknya, Vozinha dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan atau Man of the Match.
Vozinha juga mencatatkan rekor sebagai penjaga gawang tertua yang mencatat clean sheet pada debutnya di Piala Dunia. Ia melakukan tujuh penyelamatan di laga ini.
Momen emosional terjadi setelah laga usai. Kiper Cape Verde tersebut terlihat meneteskan air mata setelah membantu negaranya meraih hasil imbang 0-0 yang mengejutkan melawan juara Eropa Spanyol di Grup H Piala Dunia FIFA 2026.
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Cape Verde dalam persaingan Grup H sekaligus menandai debut yang mengesankan bagi negara kepulauan Afrika tersebut di panggung Piala Dunia.(*)
Editor : Heri Sugiarto