PADEK.JAWAPOS.COM – Timnas Jepang memburu kemenangan saat menghadapi Swedia pada laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) pukul 06.00 WIB.
Jepang berada dalam posisi yang cukup menguntungkan setelah mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan. Samurai Biru membuka turnamen dengan hasil imbang 2-2 melawan Belanda, sebelum meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Tunisia.
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu menegaskan timnya hanya fokus meraih kemenangan demi mengamankan tiket ke babak 32 besar dan menjaga peluang finis di posisi terbaik klasemen Grup F.
“Kami pada dasarnya memikirkan kemenangan. Jika memungkinkan, kami ingin lolos sebagai juara grup dengan mencetak sebanyak mungkin gol, tetapi kami juga harus menjaga keseimbangan tim dan tidak mengambil risiko yang tidak perlu,” kata Moriyasu.
Menurutnya, Jepang tidak ingin terlalu memikirkan calon lawan di fase gugur. Fokus utama tim saat ini adalah menampilkan permainan terbaik saat menghadapi Swedia.
“Kami belum tahu tim mana yang akan kami hadapi pada babak berikutnya. Yang terpenting adalah tampil solid dan siap menghadapi siapa pun. Saat ini kami hanya fokus pada pertandingan melawan Swedia,” ujarnya dikutip dari laman AFC.
Jepang masih memiliki peluang untuk menutup fase grup di puncak klasemen, tergantung hasil pertandingan lain dan perhitungan tiebreaker yang berlaku.
Kubo Masih Diragukan
Jepang kemungkinan kembali tampil tanpa Takefusa Kubo. Gelandang serang Real Sociedad itu masih menjalani pemulihan cedera lutut yang dialaminya saat menghadapi Belanda pada laga pembuka.
Meski demikian, Moriyasu optimistis kedalaman skuad yang dimilikinya mampu menjaga performa tim.
“Siapa pun bisa bermain dengan siapa pun. Itulah kesiapan yang ingin kami bangun dalam tim ini. Pergantian pemain memang tidak mudah, tetapi para pemain mampu beradaptasi dengan baik,” katanya.
Moriyasu juga memuji perkembangan kerja sama antarpemain yang dinilainya semakin solid sepanjang turnamen.
“Dalam dua pertandingan terakhir, tim mampu menjalankan rencana permainan dengan baik. Kekompakan dan kesiapan para pemain terus meningkat,” tambahnya.
Waspadai Isak dan Gyokeres
Swedia datang ke laga terakhir setelah menelan kekalahan telak 1-5 dari Belanda. Sebelumnya, mereka mengawali turnamen dengan kemenangan 5-1 atas Tunisia.
Meski hasil terakhir kurang memuaskan, Moriyasu tetap memberikan perhatian khusus kepada dua penyerang andalan Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres.
“Keduanya adalah penyerang kelas dunia. Ini akan menjadi kesempatan yang baik bagi para pemain kami untuk menghadapi pemain-pemain berkualitas seperti mereka,” ujar Moriyasu.
Modal Sejarah Kuat Timnas Swedia
Swedia datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal sejarah yang cukup kuat. Tim berjuluk Blågult itu pernah menjadi runner-up Piala Dunia 1958 saat menjadi tuan rumah dan meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Untuk mencapai Piala Dunia 2026, Swedia harus melewati jalur play-off Eropa dengan menyingkirkan Ukraina dan Polandia.
Di Grup F, Swedia mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Tunisia. Namun mereka kemudian kalah 1-5 dari Belanda sehingga turun ke posisi ketiga klasemen sementara.
Rekor Pertemuan Jepang vs Swedia
Jepang dan Swedia tidak terlalu sering bertemu di level internasional. Dari lima pertemuan sebelumnya, Jepang mencatat satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.
Rekor pertemuan kedua tim:
-
Olimpiade Berlin 1936: Jepang 3-2 Swedia
-
Umbro Cup 1995: Jepang 2-2 Swedia
-
Carlsberg Cup 1996: Jepang 1-1 Swedia (Swedia menang adu penalti 5-4)
-
King's Cup 1997: Jepang 0-1 Swedia
-
Laga persahabatan 2002: Jepang 1-1 Swedia
Hasil pertandingan di Dallas akan menentukan nasib kedua tim di Grup F. Jepang berpeluang finis sebagai juara grup, sedangkan Swedia masih berusaha mengamankan tiket ke babak 32 besar setelah hasil buruk pada laga kedua.
Pemenang Grup F akan menghadapi runner-up Grup C yang dihuni Brasil dan Maroko, sementara persaingan menuju fase gugur masih terbuka hingga pertandingan terakhir grup selesai dimainkan. (*)
Editor : Heri Sugiarto