Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Iran Desak FIFA Bertindak, Ghalenoei Nilai AS Perlakukan Timnya Tidak Adil di Piala Dunia 2026

Heri Sugiarto • Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:10 WIB
Iran bermain imbang melawan Mesir pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle, Sabtu (27/6/2026) WIB.(Foto: FIFA)
Iran bermain imbang melawan Mesir pada laga Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle, Sabtu (27/6/2026) WIB.(Foto: FIFA)

PADEK.JAWAPOS.COM – Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino mengambil sikap setelah kembali menuding tuan rumah Amerika Serikat memperlakukan timnya secara tidak adil selama Piala Dunia 2026. 

Pernyataan itu disampaikan Ghalenoei setelah Iran bermain imbang melawan Mesir pada laga Grup G di Seattle, Sabtu (27/6/2026) WIB. Hasil imbang 1-1 itu membuat Mesir lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup G, sedangkan Iran masih harus menunggu hasil pertandingan di Grup J, K, dan L untuk mengetahui apakah mereka melaju sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Ghalenoei Minta FIFA Bertindak

Ghalenoei mengatakan Infantino telah berupaya membantu Iran sejak awal turnamen. Namun, menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi timnya belum juga terselesaikan.

Presiden FIFA sebelumnya sempat mengunjungi ruang ganti Iran seusai pertandingan pembuka melawan Selandia Baru dan menyampaikan pesan penyemangat kepada para pemain.

Meski demikian, Ghalenoei menilai perlakuan tuan rumah terhadap Iran tetap tidak berubah.

"Saya tahu Tuan Infantino sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi berbagai persoalan yang kami hadapi. Namun, tuan rumah tidak memperlakukan kami dengan baik," katanya, dikutip dari The Guardian.

Ia berharap FIFA memastikan situasi serupa tidak kembali terjadi pada turnamen mendatang.

"Saya mendesak FIFA agar tidak membiarkan tuan rumah memperlakukan tim dan para pemain seperti ini di masa mendatang. Saya berharap Tuan Infantino benar-benar mengambil sikap terhadap perlakuan tersebut," tandasnya.

Sebelumnya, Ghalenoei juga pernah menyebut Iran sebagai tim yang "paling tertindas" di Piala Dunia 2026.

Iran Keluhkan Masalah Logistik dan Visa

Kapten Iran, Mehdi Taremi, turut mengkritik penanganan FIFA terhadap persoalan yang dialami timnya.

Ia menyinggung 11 ofisial senior Iran yang hingga kini tidak dapat bergabung dengan tim karena tidak memperoleh visa untuk memasuki Amerika Serikat.

"Sejak awal ini merupakan Piala Dunia yang penuh masalah. FIFA seharusnya mampu menyelesaikan setiap persoalan di sini, tetapi kenyataannya mereka tidak bisa melakukannya," katanya.

Taremi mengatakan Infantino sempat menjanjikan situasi akan membaik ketika mengunjungi ruang ganti Iran seusai laga pertama.

Namun hingga fase grup berakhir, menurutnya, tim masih harus bermain tanpa dukungan penuh staf logistik.

"Fase grup akan berakhir, tetapi staf logistik kami masih belum berada di sini karena mereka tidak memiliki visa. Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi?"

Saat ditanya apakah ada kesan bahwa Amerika Serikat dan FIFA menginginkan Iran tersingkir dari turnamen, Taremi mengaku hanya bisa menyampaikan pandangannya sebagai bagian dari tim.

"Kami harus berjuang menghadapi segala hal di sini. Saya tidak tahu apa yang dipikirkan orang lain, tetapi dari sudut pandang kami, saya rasa memang seperti itu," tukasnya.

Keluhkan Jadwal Perjalanan

Usai pertandingan melawan Mesir di Seattle, Iran dijadwalkan tiba di Tijuana, Meksiko, sekitar pukul 03.00 pada Sabtu waktu setempat. Kota tersebut menjadi basis latihan Iran setelah tim itu harus memindahkan lokasi pemusatan latihan sebelum turnamen dimulai.

Menurut Ghalenoei, Iran juga tidak diizinkan tetap berada di Seattle setelah pertandingan sehingga harus kembali melakukan perjalanan.

Ia menilai kondisi tersebut berdampak terhadap proses pemulihan fisik dan mental para pemain.

"Saya bangga kepada para pemain saya. Apa yang telah mereka lakukan seharusnya dicatat dalam sejarah karena tuan rumah memperlakukan kami dengan sangat tidak adil," ujarnya.

Ghalenoei juga mengatakan Iran sebenarnya ingin tiba lebih awal sebelum turnamen dan menjelang setiap pertandingan agar memiliki waktu pemulihan yang lebih baik.

"Seandainya kami diizinkan datang dua pekan lebih awal, kami tentu akan lebih siap. Kami bisa memulihkan kondisi fisik dan mental dengan lebih baik, tetapi kesempatan itu tidak kami dapatkan."

Menurutnya, perjalanan udara yang harus dijalani segera setelah pertandingan membuat proses pemulihan pemain menjadi lebih lambat.

"Perlakuan terhadap kami benar-benar buruk dan kami berharap dunia mengetahui apa yang terjadi. Meski menghadapi semua hambatan itu, kami tetap mampu tampil dengan baik."

Iran Masih Menunggu Kepastian Lolos

Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi, Iran masih memiliki peluang melaju ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Nasib mereka kini bergantung pada hasil pertandingan lain yang akan berlangsung dalam 24 jam berikutnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Iran Piala Dunia 2026 #Amir Ghalenoei Gianni Infantino #Iran protes FIFA #Iran vs Mesir Piala Dunia 2026