Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gustavo Alfaro Ungkap Kunci Paraguay Singkirkan Jerman di Piala Dunia 2026

Heri Sugiarto • Selasa, 30 Juni 2026 | 18:15 WIB
Momen Pelatih Gustavo Alfaro memberikan arahan kepada para pemain Paraguay saat istirahat pertandingan di Piala Dunia 2026.(Foto: X @alimo_philip)
Momen Pelatih Gustavo Alfaro memberikan arahan kepada para pemain Paraguay saat istirahat pertandingan di Piala Dunia 2026.(Foto: X @alimo_philip)

PADEK.JAWAPOS.COM – Pelatih Paraguay Gustavo Alfaro menyebut kekalahan 1-4 dari Amerika Serikat pada laga pembuka justru menjadi pelajaran yang membawa timnya menyingkirkan Jerman pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Paraguay melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan Jerman melalui adu penalti 4-3, Selasa (30/6/2026) WIB. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit sebelum La Albirroja memastikan kemenangan dari titik putih sekaligus memberikan kekalahan adu penalti pertama bagi Jerman dalam sejarah Piala Dunia.

Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar di fase gugur. Paraguay yang berada di peringkat ke-41 dunia berhasil menyingkirkan Jerman, tim yang menghuni jajaran 10 besar peringkat FIFA.

Alfaro: Bertahan dalam Kesulitan adalah Identitas Paraguay

Alfaro menilai kekalahan dari Amerika Serikat pada laga pembuka menjadi bekal penting bagi timnya saat menghadapi Jerman.

"Jika kami tidak belajar dari kekalahan itu, kami tidak akan siap menghadapi pertandingan ini. Saya mengatakan kepada para pemain bahwa kami telah menjalani malam yang epik. Seperti biasa, kami tidak pernah meraih apa pun tanpa penderitaan. Bertahan menghadapi kesulitan adalah bagian dari identitas kami. Kami tahu pertandingan ini akan sangat sulit, akan ada saat-saat kami mengalami tekanan, tetapi kami ingin tetap fokus hingga akhir dan terus berjuang," ujar Alfaro.

Alfaro kemudian membandingkan perjalanan para pemain Paraguay dengan skuad Jerman. Menurutnya, sebagian besar pemain Jerman dibentuk di akademi-akademi terbaik Eropa, sedangkan para pemain Paraguay tumbuh di tengah berbagai keterbatasan.

"Bertahan menghadapi kesulitan adalah bagian dari identitas kami. Anak-anak ini siap memberikan hati mereka. Mereka menghadapi pemain yang dibentuk di akademi-akademi terbaik Eropa. Kami datang dari lapangan tanah, bermain tanpa alas kaki, dengan pengorbanan orang tua yang membawa anak-anak mereka berlatih meski memiliki keterbatasan ekonomi agar mimpi mereka bisa terwujud. Itu bukan berarti Jerman kalah karena hal tersebut. Mereka memiliki empat bintang juara dunia bukan tanpa alasan. Namun malam ini, kekuatan mental kami terlihat," kata Alfaro.

Alfaro juga secara khusus memuji José Canale yang mencetak penalti penentu kemenangan Paraguay.

Menurutnya, Canale harus melewati perjalanan panjang setelah sempat menjalani berbagai masa peminjaman di klub-klub Paraguay, Argentina, dan Meksiko sebelum menjadi penentu kemenangan La Albirroja.

"Canale adalah salah satu juara dalam kehidupan karena harus melewati begitu banyak kesulitan. Malam seperti ini adalah salah satu hadiah yang bisa diberikan kehidupan. Ini adalah keadilan dari Tuhan," kata Alfaro.

Hasil itu juga memutus rekor panjang Jerman dalam adu penalti di Piala Dunia. Paraguay menjadi tim pertama yang mengalahkan Jerman melalui adu penalti di ajang tersebut. Sebelumnya, Jerman tidak pernah kalah dalam adu penalti resmi selama 50 tahun, dengan kekalahan terakhir terjadi pada final Euro 1976.

Kemenangan tersebut juga mengakhiri penantian panjang Paraguay untuk menyingkirkan Jerman di fase gugur Piala Dunia. Sebelumnya, tim terakhir yang mampu melakukannya adalah Spanyol pada edisi 2010.

Fondasi Dibangun Sejak Babak Kualifikasi

Paraguay kembali mengandalkan strategi low-block racikan Gustavo Alfaro saat menghadapi Jerman. Pendekatan tersebut membuat pertandingan bertahan imbang 1-1 hingga 120 menit sebelum akhirnya ditentukan melalui adu penalti.

Pola permainan itu sebenarnya sudah terlihat sejak babak kualifikasi CONMEBOL menuju Piala Dunia 2026. Sebelum membuat kejutan di putaran final, Paraguay lebih dulu membangun kepercayaan diri lewat kemenangan atas Brasil dan Argentina.

Fondasi tersebut mulai terlihat saat Paraguay mengalahkan Brasil 1-0 pada matchday ketujuh Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Estadio ueno Defensores del Chaco, Asunción, 11 September 2024 WIB. Gol tunggal Diego Gómez pada menit ke-20 melalui tendangan kaki bagian luar dari luar kotak penalti memastikan kemenangan atas Selecao.

Momentum itu berlanjut dua bulan kemudian ketika Paraguay menundukkan juara dunia Argentina 2-1 di stadion yang sama pada matchday ke-11, 15 November 2024 WIB. Sempat tertinggal lewat gol Lautaro Martínez pada menit ke-11, Paraguay bangkit melalui gol salto Antonio Sanabria pada menit ke-19 sebelum Omar Alderete memastikan kemenangan lewat sundulan pada menit ke-49.

Kemenangan atas Brasil dan Argentina menjadi modal penting bagi Paraguay sebelum tampil di Piala Dunia 2026. Pendekatan serupa kembali membuahkan hasil saat mereka mampu menahan Jerman hingga babak tambahan waktu sebelum memastikan kemenangan melalui adu penalti dan melaju ke babak 16 besar.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Paraguay vs Jerman #Paraguay Piala Dunia 2026 #Gustavo Alfaro Paraguay #Hasil Babak 32 Piala Dunia Jerman Paraguay #Gustavo Alfaro