PADEK.JAWAPOS.COM – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, menegaskan Les Bleus tidak akan meninggalkan filosofi menyerang saat menghadapi Swedia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026. Pertandingan babak gugur ini akan berlangsung pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 04.00 WIB di New York New Jersey Stadium.
Prancis lebih diunggulkan menghadapi Swedia karena menyapu bersih fase grup dengan sembilan poin dan mencetak 10 gol, sedangkan Swedia lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Meski mengakui Les Bleus masih memberi terlalu banyak peluang kepada lawan sepanjang fase grup, Deschamps memilih mempertahankan kekuatan utama timnya di fase gugur.
Prancis melaju ke babak gugur sebagai juara Grup I dengan raihan sempurna sembilan poin dari tiga pertandingan. Les Bleus mencetak 10 gol saat mengalahkan Senegal, Irak dan Norwegia, sekaligus menjadi salah satu dari tiga tim yang menyapu bersih kemenangan di fase grup bersama Argentina dan Meksiko.
"Kami harus mencetak satu gol lebih banyak, bukan mengorbankan apa yang menjadi kemampuan kami," kata Deschamps dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Ia mengakui Prancis sempat memberikan terlalu banyak peluang kepada lawan selama fase grup. Namun menurutnya, kemampuan menciptakan ancaman ke pertahanan lawan tetap menjadi identitas yang harus dipertahankan.
"Kami memiliki kemampuan menciptakan bahaya dan melukai lawan. Itu kekuatan kami dan saya ingin kami tetap mempertahankan kekuatan tersebut," ujarnya.
Meski demikian, Deschamps mengingatkan Kylian Mbappe dan rekan-rekannya agar tidak meremehkan Swedia yang dinilai datang tanpa beban.
"Swedia tidak punya apa pun untuk dipertaruhkan. Mereka akan melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan. Kami harus tetap rendah hati, menjaga determinasi dan konsentrasi. Di fase grup kami masih memiliki ruang untuk memperbaiki kesalahan setelah menang pada laga pertama, tetapi sekarang tidak ada kesempatan kedua," katanya.
Pelatih berusia 57 tahun itu juga menilai Swedia memiliki sejumlah kelebihan yang patut diwaspadai, terutama kekuatan fisik, kecepatan saat melancarkan serangan balik, serta ancaman melalui situasi bola mati.
Performa Prancis di Fase Grup: Produktivitas 10 Gol
Prancis datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu favorit juara setelah menjuarai edisi 2018 dan menjadi finalis pada 2022.
Setelah sempat tampil kurang meyakinkan pada babak pertama laga pembuka melawan Senegal, performa Les Bleus terus meningkat. Mereka menang 3-1 atas Senegal, mengalahkan Irak 3-0 dalam pertandingan yang sempat tertunda karena cuaca, lalu menutup fase grup dengan kemenangan telak 4-1 atas Norwegia.
Produktivitas 10 gol menjadikan Prancis sebagai salah satu tim tersubur di fase grup bersama Jerman dan Belanda.
Ketajaman lini depan menjadi modal utama. Kylian Mbappe kembali menjadi sosok sentral dalam serangan, didukung Ousmane Dembele yang mencetak hattrick ke gawang Norwegia serta kreativitas Michael Olise.
Deschamps memastikan kepercayaan diri tim tetap tinggi, tetapi mengingatkan bahwa kualitas lawan akan semakin meningkat di babak gugur.
"Kami tetap percaya diri, tetapi sekarang semuanya dimulai dari awal lagi. Kualitas lawan juga akan semakin tinggi," ujarnya.
Prediksi Lineup Prancis vs Swedia: Barcola dan Digne Starter?
Meski tampil produktif, Deschamps diperkirakan melakukan beberapa penyesuaian pada sektor kiri permainan Prancis.
Lucas Digne diperkirakan menggantikan Theo Hernandez di posisi bek kiri untuk memberikan kestabilan bertahan sekaligus distribusi bola yang lebih baik dari sisi lapangan.
Di lini depan, Bradley Barcola berpeluang menggantikan Desire Doue di sayap kiri. Kehadirannya diharapkan menambah kecepatan, lebar permainan, dan ancaman saat transisi menyerang.
Sementara itu, William Saliba diperkirakan kembali mengisi jantung pertahanan setelah diistirahatkan saat menghadapi Norwegia karena mengalami masalah punggung.
Marcus Thuram hampir dipastikan belum menjadi opsi karena masih mengalami cedera otot ringan, sedangkan N'Golo Kante masih diragukan tampil.
Kondisi Timnas Swedia: Ancaman Gyokeres dan Isak
Swedia melaju ke Babak 32 Besar sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik setelah finis di posisi ketiga Grup F.
Mereka membuka turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia, kemudian kalah 1-5 dari Belanda sebelum bermain imbang 1-1 melawan Jepang untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
Meski tidak seproduktif Prancis, Deschamps menilai Swedia tetap memiliki kualitas yang tidak boleh diremehkan.
Menurutnya, Alexander Isak, Viktor Gyokeres, dan Anthony Elanga mampu menghadirkan ancaman serius di lini depan jika diberi ruang.
Pelatih Swedia Graham Potter pun menyadari besarnya tantangan yang dihadapi timnya.
"Kami menghormati lawan. Mereka pernah menjuarai Piala Dunia dan memiliki pelatih yang luar biasa. Kami harus memainkan pertandingan terbaik yang pernah kami tampilkan jika ingin menang," kata Potter.
Catatan Rekor Head-to-Head dan Fase Gugur Prancis
Selain kualitas skuad, Prancis juga membawa catatan positif memasuki fase gugur. Di luar kekalahan melalui adu penalti dari Argentina pada final Piala Dunia 2022, Les Bleus belum pernah tersingkir dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak 2014.
Mantan penyerang Inggris Gary Lineker juga menilai kualitas lini serang Prancis masih berada di atas Swedia.
Menurut Lineker, Les Bleus memang berpotensi memberi ruang bagi lawan ketika terlalu menyerang. Namun, dengan kedalaman skuad yang dimiliki, ia meyakini Prancis tetap memiliki kemampuan mencetak gol lebih banyak dibandingkan lawan-lawannya.
Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Prancis setelah tampil sempurna di fase grup. Sementara bagi Swedia, pertandingan melawan Les Bleus menjadi peluang untuk menciptakan kejutan terbesar pada Babak 32 Besar Piala Dunia 2026.(*)
Editor : Heri Sugiarto