Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ronald Koeman Ungkap Alasan Akhiri Masa Tugas di Timnas Belanda usai Tersingkir di Piala Dunia 2026

Heri Sugiarto • Rabu, 1 Juli 2026 | 14:51 WIB
Ronald Koeman mundur sebagai pelatih tim nasional Belanda setelah De Oranje tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Maroko pada Selasa (30/6/2026) WIB.(Foto: IG @ronaldkoeman)
Ronald Koeman mundur sebagai pelatih tim nasional Belanda setelah De Oranje tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Maroko pada Selasa (30/6/2026) WIB.(Foto: IG @ronaldkoeman)

PADEK.JAWAPOS.COM – Ronald Koeman memutuskan mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih tim nasional Belanda setelah De Oranje tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Maroko pada Selasa (30/6/2026) WIB.

Melalui pernyataan di Instagram, Koeman mengatakan keputusan tersebut diambil pada malam setelah kekalahan Belanda. Ia menegaskan seluruh tim datang ke Piala Dunia dengan mimpi mencetak sejarah, namun gagal mewujudkannya.

"Tadi malam saya memutuskan untuk mengakhiri masa tugas saya sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda. Kami semua memiliki mimpi untuk mencetak sejarah di Piala Dunia ini, tetapi kami gagal. Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya. Sebagai pelatih kepala, tanggung jawab itu pada akhirnya ada pada saya," tulis Koeman.

Pelatih berusia 63 tahun itu kembali menangani Belanda sejak Januari 2023 setelah sebelumnya menjabat pada periode 2018–2020. Dalam pernyataannya, ia juga mengisyaratkan akan mengakhiri karier kepelatihannya.

Menurut Koeman, pengalaman beberapa tahun terakhir membuatnya menyadari bahwa ada hal yang lebih penting daripada sepak bola. Ia menyebut kesehatan sebagai hal yang tidak ternilai, terutama ketika orang yang dicintainya tengah menghadapi perjuangan berat.

"Sepak bola adalah hidup saya, tetapi kesehatan tidak ternilai. Ketika seseorang yang sangat Anda cintai sedang berjuang menghadapi cobaan berat, cara pandang Anda berubah," tulisnya.

Koeman menyampaikan terima kasih kepada istrinya, Bartina, yang terus memberikan dukungan selama ia menjalankan tugas sebagai pelatih tim nasional Belanda.

Ia juga mengaku kecewa karena perjalanan Belanda di Piala Dunia berakhir lebih cepat dari harapan. Meski demikian, Koeman mengatakan akan lebih mengingat kebersamaan dan kerja sama yang terjalin selama menangani Oranje. Menurutnya, kini adalah waktu yang tepat untuk lebih banyak bersama istri, anak-anak, dan cucu-cucunya.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) menyatakan Koeman telah memberi tahu federasi bahwa ia tidak akan memperpanjang kontraknya sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda. Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Maroko di babak 32 besar.

Direktur Teknik KNVB, Nigel de Jong, mengakui perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 jauh dari target yang telah ditetapkan.

"Target kami adalah semifinal dan ambisinya menjadi juara dunia. Sayangnya kami tidak mencapainya. Ya, kami masih jauh dari tujuan itu. Itulah kesimpulan yang harus kami akui dengan jujur," kata De Jong, dikutip dari The Guardian.

Di sisi lain, KNVB mengecam dugaan aksi rasisme yang menyasar tiga pemain Belanda setelah adu penalti melawan Maroko.

Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville menjadi sasaran komentar diskriminatif, rasis, dan ujaran kebencian di media sosial setelah gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti yang dimenangi Maroko dengan skor 3-2.

KNVB menyatakan akan melaporkan kasus tersebut kepada Meld Online Discriminatie (Report Online Discrimination). Lembaga itu akan menilai apakah unggahan yang dilaporkan memenuhi unsur tindak pidana dan dapat diteruskan kepada kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

"Kami menganggap hal ini sangat memprihatinkan dan akan mengajukan laporan ke Meld Online Discriminatie," demikian pernyataan KNVB.

Federasi juga menegaskan diskriminasi bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung sepak bola.

"Sepak bola menyatukan jutaan orang yang berbeda, sedangkan diskriminasi justru melakukan hal yang sebaliknya. Karena itu, diskriminasi bertentangan dengan semua nilai yang dijunjung sepak bola," tulis KNVB.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#KNVB #Rasisme Sepak Bola #ronald koeman #piala dunia 2026 #timnas belanda