Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Prediksi Inggris vs Meksiko: Thomas Tuchel Wanti-wanti Three Lions Jangan Ulangi Kesalahan Kontra Kongo

Heri Sugiarto • Minggu, 5 Juli 2026 | 12:35 WIB
Pelatih Inggris Thomas Tuchel memimpin latihan tim jelang laga melawan Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026. (Foto: X @england)
Pelatih Inggris Thomas Tuchel memimpin latihan tim jelang laga melawan Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026. (Foto: X @england)

PADEK.JAWAPOS.COM-Timnas Inggris menghadapi tantangan besar saat berjumpa tuan rumah Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Azteca, Mexico City, Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB. Pemenang laga ini akan menghadapi Brasil atau Norwegia di perempat final.

Meksiko melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih tiga pertandingan fase grup tanpa kebobolan.

El Tri kemudian melanjutkan performa impresifnya dengan menyingkirkan Ekuador 2-0 pada babak 32 besar melalui gol Julián Quiñones dan Raúl Jiménez.

Sementara itu, Inggris memastikan tiket ke babak 16 besar setelah bangkit mengalahkan Kongo 2-1. Kapten Harry Kane menjadi penentu kemenangan lewat dua gol yang membawa Three Lions membalikkan keadaan.

Pemenang pertandingan Inggris kontra Meksiko akan menghadapi pemenang duel Brasil melawan Norwegia pada babak perempat final.

Baca Juga: Hasil Inggris vs Kongo 2-1: Harry Kane Borong Dua Gol, Three Lions Bangkit dan Lolos ke 16 Besar

Tuchel Minta Inggris Tidak Panik
Menjelang laga tersebut, Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, meminta para pemainnya tidak mengulangi kepanikan yang sempat terjadi saat menghadapi Kongo. Menurutnya, Inggris harus tampil lebih sabar, kompak, dan cerdas menghadapi tekanan El Tri di Stadion Azteca.

Tuchel menilai timnya membutuhkan waktu terlalu lama untuk beradaptasi dengan permainan Kongo sehingga pressing yang diterapkan berjalan tidak efektif.

"Kami sepenuhnya menyadari bahwa saat melawan Kongo kami membutuhkan hampir seperempat pertandingan untuk beradaptasi dengan pressing," ungkap Tuchel, dikutip dari The Guardian.

Menurut pelatih asal Jerman itu, para pemain terlalu cepat melakukan tekanan tanpa koordinasi sehingga jarak antarlini menjadi renggang.

"Kami terlalu cepat menekan ketika belum siap. Pemain pertama bergerak terlalu dini, pemain kedua ikut, lalu pemain ketiga mencoba memperbaikinya. Akibatnya jarak antarlini menjadi terlalu jauh."


Karena itu, Inggris telah melakukan evaluasi untuk memperbaiki koordinasi permainan menjelang menghadapi Meksiko.

Baca Juga: Meksiko Akhiri Penantian 40 Tahun usai Kalahkan Ekuador 2-0, Roberto Alvarado dan Julián Quiñones Masuk Top 100

"Kami harus memilih momen yang lebih tepat, kapan menekan dan di mana menekan. Kami juga harus lebih sinkron dan lebih rapat," ujarnya.

Waspadai Tekanan Meksiko di Stadion Azteca
Selain kualitas permainan Meksiko, Tuchel juga mewaspadai atmosfer Stadion Azteca yang berada sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut.

Penyerang Meksiko, Raúl Jiménez, sebelumnya menyebut 20 menit pertama menjadi momentum terbaik bagi El Tri untuk menekan lawan yang belum terbiasa bermain di dataran tinggi.

"Pada 20 menit pertama para pemain lawan akan membutuhkan napas dan udara. Di situlah kami bisa membuat perbedaan," kata Jiménez.

Tuchel mengakui Inggris telah mempersiapkan diri menghadapi tantangan tersebut.

"Tim-tim yang pernah bermain di sana mengatakan bahwa 15 hingga 20 menit pertama terasa sangat berat. Namun setelah melewatinya kondisinya akan menjadi lebih baik. Itulah mengapa Meksiko memulai pertandingan seperti itu. Mereka ingin mencekik permainan lawan sejak awal," ujar Tuchel.

Baca Juga: Meksiko Sudah Lolos, 10 Tim Grup A-D Masih Berebut Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

Inggris Diminta Lebih Sabar Menguasai Bola
Tuchel juga menilai Inggris masih terlalu terburu-buru ketika membangun serangan sehingga banyak peluang gagal dimanfaatkan.

"Kami terlalu cepat dalam menyerang. Hampir setiap serangan dimainkan seperti serangan balik cepat. Kadang-kadang pintunya tertutup dan tidak ada gunanya memaksa masuk. Cari jalan lain."

Ia menambahkan penguasaan bola juga penting untuk menjaga ritme permainan sekaligus menghemat energi pemain.

"Kami juga harus menghargai penguasaan bola agar para pemain bisa memulihkan tenaga. Kalau tidak, kami hanya menguras energi dengan usaha yang sangat besar tetapi hasilnya tidak sebanding."

Data Opta menunjukkan hingga berakhirnya babak 32 besar, Inggris menjadi tim yang paling banyak gagal memanfaatkan peluang emas di Piala Dunia 2026. Three Lions tercatat menyia-nyiakan 15 peluang besar, termasuk enam peluang saat mengalahkan Kongo.

Tuchel Tetap Pertahankan Filosofi Bermain
Meski performa Inggris belum sepenuhnya meyakinkan sepanjang turnamen, Tuchel menegaskan tidak akan mengubah identitas permainan yang ingin dibangun sejak menangani Three Lions.

Ia tetap menginginkan Inggris bermain dengan intensitas tinggi khas klub-klub Premier League melalui pressing agresif, keberanian menyerang, pergerakan pemain sayap, dan kombinasi cepat di area pertahanan lawan, tetapi tetap mampu mengendalikan tempo permainan saat diperlukan.

"Kami tidak meninggalkan identitas itu sama sekali. Kami terus mengembangkannya. Kami memang sempat kehilangan ritme, tetapi saya yakin identitas dan kualitas tim ini akan semakin terlihat ketika menghadapi lawan-lawan yang benar-benar datang untuk mengalahkan kami," katanya.

Tuchel juga membantah anggapan bahwa Inggris terlalu bergantung kepada Harry Kane.

"Semua pemain menjalankan tugasnya untuk menciptakan ruang bagi Harry. Memang terlihat seperti pertunjukan satu pemain, tetapi sebenarnya bukan. Semua pemain terlibat ketika kami mencetak gol," ujar mantan pelatih Chelsea tersebut.

Duel di Stadion Azteca diprediksi berlangsung sengit. Meksiko membawa modal empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan sejak fase grup, sedangkan Inggris berusaha memperbaiki efektivitas permainan demi menjaga peluang meraih gelar Piala Dunia pertama sejak 1966 sekaligus mengamankan tiket ke perempat final.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 #Inggris vs Meksiko #Prediksi Inggris vs Meksiko #thomas tuchel #piala dunia 2026