PARIAMAN, PADEK.JAWAPOS.COM – Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Pariaman Open 2026 Piala Wali Kota Pariaman resmi berakhir setelah tiga hari mempertandingkan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Ajang yang digelar pada 3–5 Juli 2026 itu menobatkan klub-klub asal Medan sebagai penguasa kelas Speed, sementara Payakumbuh tampil impresif dengan meraih prestasi gemilang di dua kategori.
Sebanyak 756 atlet dari 42 klub ambil bagian dalam kejuaraan nasional yang berlangsung di Arena Sepatu Roda Pantai Cermin, Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Antusiasme peserta tetap tinggi hingga hari terakhir meski cuaca sempat diguyur hujan ringan hingga sedang.
Penutupan kejuaraan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, Minggu (5/7/2026) sore. Ia mengapresiasi seluruh atlet, pelatih, official, panitia, dan berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kompetisi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet dan official yang telah berkompetisi di Kota Pariaman. Apresiasi juga kami sampaikan kepada panitia dan seluruh pihak yang bekerja keras sehingga kejuaraan ini berjalan lancar," kata Mulyadi.
Selain panitia, ia juga menyampaikan penghargaan kepada tim kesehatan, PMI, petugas kebersihan, aparat keamanan, hingga seluruh relawan yang terlibat selama pelaksanaan kejuaraan.
Medan Dominasi Kelas Speed
Persaingan di kelas Speed berlangsung ketat sejak hari pertama. Namun, dominasi klub-klub asal Medan tak terbendung hingga penutupan kejuaraan.
Medan Inline Skate (MIS) tampil sebagai juara umum pertama setelah mengoleksi 14 medali emas, tujuh perak, dan sembilan perunggu. Torehan itu menempatkan klub tersebut sebagai pengumpul medali terbanyak pada kategori Speed.
Posisi kedua ditempati Bintang Medan Roller Skate dengan raihan 13 emas, enam perak, dan enam perunggu. Sementara Payakumbuh Skate Club melengkapi podium juara umum ketiga berkat koleksi sembilan emas, lima perak, dan tiga perunggu.
Hasil tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan antarklub nasional sekaligus menegaskan konsistensi pembinaan atlet sepatu roda di sejumlah daerah.
Payakumbuh Bersinar di Kelas Standar
Jika Medan berjaya di kelas Speed, maka Payakumbuh menunjukkan kualitasnya pada kategori Standar.
Madani Inlineskate School (MIS) Payakumbuh sukses menjadi juara umum pertama setelah mengumpulkan empat medali emas, lima perak, dan satu perunggu.
Klub tuan rumah Gandoriah Inline Skate (GIS) Kota Pariaman tampil kompetitif dengan finis sebagai juara umum kedua melalui raihan empat emas, satu perak, dan satu perunggu.
Sementara Bina Muda Pekanbaru mengamankan posisi ketiga setelah mengoleksi empat emas dan dua perunggu.
Menurut Mulyadi, kejuaraan tersebut bukan semata-mata menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun karakter sportif, serta mengembangkan potensi atlet muda dari berbagai daerah.
Target Lebih Besar Tahun Depan
Pemerintah Kota Pariaman memastikan Kejurnas Sepatu Roda Pariaman akan terus menjadi agenda tahunan. Evaluasi terhadap pelaksanaan tahun ini akan dilakukan agar penyelenggaraan berikutnya semakin baik.
Mulyadi mengatakan pihaknya menargetkan jumlah peserta meningkat menjadi sekitar 1.000 atlet pada penyelenggaraan tahun depan.
Sebelum seremoni penutupan, Wali Kota Pariaman Yota Balad juga meninjau langsung pertandingan hari terakhir. Ia memberikan semangat kepada para atlet sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama PORSEROSI untuk terus mengembangkan Pariaman sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan olahraga sepatu roda nasional.
Kejurnas Sepatu Roda Pariaman Open 2026 turut dihadiri Wakil Ketua Umum I PB PORSEROSI Alfroki Martha, Ketua Harian Pengprov PORSEROSI Sumbar Arfan Rosyda, Ketua KONI Kota Pariaman Erdison Trd, jajaran PB PORSEROSI, Pengprov PORSEROSI Sumbar, PORSEROSI Kota Pariaman, serta ratusan atlet dan official dari berbagai provinsi.
Dengan tingginya partisipasi dan kualitas persaingan yang tersaji, Pariaman Open kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu kalender penting olahraga sepatu roda nasional.(*)
Editor : Hendra Efison