Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cape Verde Disambut Bak Pahlawan usai Piala Dunia 2026, Presiden: Argentina Menang, Kami yang Berjaya

Heri Sugiarto • Senin, 6 Juli 2026 | 18:39 WIB
Tim nasional Cape Verde mendapat sambutan bak pahlawan saat kembali ke tanah air pada Minggu (6/7/2026) setelah menorehkan sejarah pada Piala Dunia 2026.(Foto: X @vozinhapr)
Tim nasional Cape Verde mendapat sambutan bak pahlawan saat kembali ke tanah air pada Minggu (6/7/2026) setelah menorehkan sejarah pada Piala Dunia 2026.(Foto: X @vozinhapr)

PADEK.JAWAPOS.COM – Tim nasional Cape Verde mendapat sambutan bak pahlawan saat kembali ke tanah air pada Minggu (6/7/2026) setelah menorehkan sejarah pada Piala Dunia 2026.

Ribuan suporter memenuhi Bandara Praia hingga sepanjang jalan ibu kota untuk merayakan perjalanan luar biasa Blue Sharks yang mencapai babak gugur pada penampilan perdana mereka di ajang Piala Dunia.

Perjalanan Cape Verde di Piala Dunia 2026 berakhir setelah kalah tipis 2-3 dari Argentina melalui babak perpanjangan waktu pada pertandingan babak 32 besar. Meski tersingkir, penampilan mereka mendapat apresiasi luas karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan.

Arak-arakan dimulai dari bandara menuju Pantai Quebra Canela menggunakan bus atap terbuka. Ribuan warga mengibarkan bendera, memainkan musik, dan memberikan sambutan meriah sehingga iring-iringan beberapa kali berjalan sangat lambat akibat padatnya massa.

Kepulangan tim bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Cape Verde yang diperingati setiap 5 Juli, sehingga suasana perayaan semakin semarak. Di panggung utama yang dihiasi tulisan "Obrigado! Cabo Verde", para pemain dan pelatih Bubista ikut menari bersama masyarakat.

Penjaga gawang sekaligus figur populer di media sosial, Vozinha, menyapa pendukung melalui mikrofon.

"Apa kabar Praia!" serunya yang langsung disambut sorakan ribuan suporter.

Sebelum mengikuti parade, Vozinha mengatakan timnya telah mencatat pencapaian luar biasa.

"Kami telah mencapai sesuatu yang luar biasa, meski saya belum sepenuhnya memahami besarnya pencapaian yang baru saja kami raih," ujarnya.

Saat ditanya mengenai rencana berikutnya, ia menegaskan bahwa dirinya hanya ingin beristirahat sebelum memikirkan masa depan.

Parade kemudian ditutup di Pantai Quebra Canela, kawasan pantai utama Kota Praia, yang dipenuhi ribuan pendukung dengan tepuk tangan panjang dan tabuhan drum.

Presiden: Argentina Menang, Cape Verde yang Berjaya

Usai parade, skuad Cape Verde mengunjungi Istana Kepresidenan pada Minggu malam. Presiden Jose Maria Neves memuji perjuangan Blue Sharks sepanjang turnamen.

"Argentina menang, tetapi Cape Verde yang berjaya," kata Neves.

Ia juga menyebut apabila pertandingan Cape Verde melawan Argentina menjadi salah satu laga yang paling banyak disaksikan di Piala Dunia 2026, hal itu bukan semata karena Argentina, melainkan karena penampilan luar biasa Cape Verde.

Di bandara, pendukung bernama Edmilson Correia menyebut para pemain sebagai pahlawan baru bangsa.

"Setelah para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan kami, kini kami memiliki para pahlawan baru, yaitu Blue Sharks," ujarnya.

Besarnya antusiasme masyarakat membuat rombongan membatalkan agenda singgah di Gedung Majelis Nasional karena kondisi kerumunan yang terlalu padat. Kunjungan tersebut dijadwalkan ulang pada Senin.

Bubista: Kami Membuktikan Ini Bukan Keberuntungan

Pelatih Pedro Leitao Brito atau Bubista menegaskan keberhasilan Cape Verde bukan hasil keberuntungan.

"Kami membuktikan bahwa kelolosan ke Piala Dunia bukan karena keberuntungan. Kami menunjukkan kerja keras dan daya juang, dan kami pulang dari Amerika Serikat dengan kepala tegak," ujarnya.

Menteri Kebudayaan dan Olahraga Cape Verde, Antonio Duarte, memuji Blue Sharks dan Bubista karena dinilai berhasil memperkuat citra Cape Verde sebagai bangsa besar di panggung olahraga internasional.

Sementara itu, Presiden Federasi Sepak Bola Cape Verde, Mario Semedo, mengatakan pencapaian tersebut telah menetapkan standar baru bagi sepak bola nasional.

"Tantangan ke depan tentu akan lebih besar. Namun saya yakin kita semua akan termotivasi dan siap menghadapinya," katanya.

Debut Bersejarah di Piala Dunia

Keberhasilan Cape Verde pada Piala Dunia FIFA 2026 menjadi tonggak sejarah bagi negara kepulauan berpenduduk sekitar 500.000 jiwa dengan luas wilayah sekitar 4.000 kilometer persegi tersebut.

Negara yang merdeka dari Portugal pada 1975 itu baru membentuk tim nasional beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1978. Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertama Blue Sharks di putaran final sekaligus menandai pencapaian terbesar sepanjang sejarah sepak bola mereka.

Kesuksesan itu merupakan hasil proyek jangka panjang di bawah kepemimpinan Bubista yang mulai menangani tim pada 2020. Mantan kapten sekaligus bek tim nasional tersebut membangun identitas permainan yang mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin, fleksibilitas taktik, dan serangan balik yang efektif.

Dalam kualifikasi zona Afrika, Cape Verde tampil impresif dengan memenangi seluruh lima pertandingan kandang tanpa kebobolan satu gol pun. Mereka memastikan tiket ke Piala Dunia setelah mengalahkan Eswatini 3-0 di Praia pada laga kualifikasi terakhir.

Blue Sharks juga finis sebagai juara grup, unggul empat poin atas Kamerun dan berhasil mengungguli Angola untuk mengamankan tempat di putaran final.

Pada Piala Dunia 2026, Cape Verde kembali melampaui ekspektasi. Mereka menahan imbang dua mantan juara dunia, Spanyol dan Uruguay, pada fase grup, kemudian menjadi negara dengan populasi paling sedikit yang berhasil menembus babak gugur Piala Dunia.

Perjalanan mereka akhirnya terhenti setelah kalah 2-3 dari Argentina melalui babak tambahan waktu. Meski demikian, penampilan penuh semangat melawan juara bertahan semakin mengukuhkan Blue Sharks sebagai salah satu kejutan terbesar Piala Dunia FIFA 2026.

Vozinha Dapat Pujian Langsung Messi

Penampilan gemilang Vozinha saat menghadapi Argentina juga mendapat pengakuan langsung dari Lionel Messi. 

Kiper berusia 40 tahun itu tampil impresif dengan menggagalkan sejumlah peluang, termasuk menggagalkan situasi satu lawan satu melawan kapten Argentina tersebut pada laga babak 32 besar di Miami.

Usai pertandingan, Vozinha mengungkapkan dirinya mendapat pujian langsung dari peraih delapan Ballon d'Or tersebut.

"Saya menemui Messi setelah pertandingan. Dia memeluk saya dan berkata, 'Kamu luar biasa. Rakyatmu seharusnya bangga kepadamu.' Itu sungguh luar biasa bagi saya," kata Vozinha.

Ia mengaku sangat terkesan mendengar apresiasi tersebut dari salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.

"Mendengar kata-kata seperti itu dari seseorang seperti Leo Messi sangat berarti bagi saya. Saya mengucapkan terima kasih dan berkata, 'Terima kasih, Leo. Kamu yang terbaik.'"

Vozinha kemudian meminta bertukar jersey dengan Messi. Menurutnya, Messi menyetujui permintaan tersebut dan berjanji menyerahkan jerseynya setelah menyelesaikan wawancara seusai pertandingan.

Vozinha juga terlihat menyemangati para pemain Cape Verde agar bangkit. Ia meminta seluruh anggota tim tetap bangga atas penampilan mereka melawan juara bertahan, meski gagal menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Cape Verde Piala Dunia 2026 #Cape Verde vs Argentina #Bubista Cape Verde #Cape Verde disambut pahlawan #piala dunia 2026