PADEK.JAWAPOS.COM – Timnas Argentina menghadapi tantangan baru saat berjumpa Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (7/7) pukul 23.00 WIB. Juara bertahan akan menghadapi wakil Afrika yang untuk pertama kalinya berhasil menembus fase ini.
Pemenang laga yang diprediksi berlangsung sengit malam ini, akan melaju ke perempat final untuk menghadapi Swiss atau Kolombia di Kansas City pada 11 Juli.
Argentina Lolos dengan Cara Dramatis
Argentina yang diperkuat Lionel Messi, melaju ke fase gugur sebagai juara Grup K setelah menyapu bersih tiga pertandingan fase grup.
Namun, langkah juara bertahan menuju babak 16 besar tidak berlangsung mulus. Pada babak 32 besar, La Albiceleste nyaris menjadi korban salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia saat menghadapi debutan Tanjung Verde.
Argentina akhirnya menang 3-2 setelah perpanjangan waktu. Gol bunuh diri pada menit-menit akhir memastikan tim asuhan Lionel Scaloni mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Hasil tersebut membuat Argentina selalu mencapai babak 16 besar di setiap edisi Piala Dunia sejak 2002.
Mesir Cetak Sejarah di Piala Dunia
Sementara itu, Mesir yang dipimpin Kapten Mohamed Salah mencatat sejarah baru dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Pada fase grup, The Pharaohs juga membukukan kemenangan pertama mereka sepanjang sejarah penampilan di Piala Dunia.
Perjalanan menuju babak 16 besar berlangsung ketat. Mesir mengalahkan Australia melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan pada babak 32 besar.
Hingga memasuki babak 16 besar, Mesir belum terkalahkan dalam empat pertandingan yang telah dijalani di Piala Dunia 2026.
Hossam Hassan: Kami Menghormati Argentina, tetapi Tidak Takut
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengakui Argentina layak difavoritkan sebagai juara bertahan. Meski demikian, dia menegaskan timnya datang dengan keyakinan mampu memberikan perlawanan.
"Jika saat ini dilakukan jajak pendapat mengenai siapa yang akan menang, saya yakin mayoritas akan memilih Argentina karena kami menghadapi salah satu raksasa sepak bola dunia," kata Hassan dalam konferensi pers jelang pertandingan.
"Namun, di kubu Mesir kami memiliki keyakinan yang berbeda. Pertandingan besok tidak akan mudah bagi kami, tetapi juga tidak akan mudah bagi mereka. Kami sangat menghormati Argentina, tetapi kami memiliki tujuan dan berniat mencapainya."
Hassan menegaskan para pemainnya harus fokus pada permainan sendiri, bukan pada reputasi lawan.
"Kami siap menghadapi pertandingan ini. Bagaimana mungkin tidak? Kami bermain di babak 16 besar Piala Dunia melawan juara dunia dan pemain legendaris seperti Lionel Messi. Kami menghormati Argentina, tetapi kami tidak takut kepada siapa pun karena Anda akan menderita jika terlalu banyak memikirkan lawan."
Menurut Hassan, sejak dipercaya menangani Mesir, ia selalu meminta para pemain menerapkan identitas permainan mereka sendiri.
"Sejak menangani Mesir, saya selalu berusaha membuat para pemain fokus pada diri mereka sendiri, gaya bermain mereka, dan bagaimana menerapkannya di lapangan. Kami bekerja untuk memainkan sepak bola kami sendiri tanpa memikirkan reputasi negara lain atau nama yang tertera di jersey lawan."
Ia menambahkan laga melawan Argentina bukan hanya penting bagi Mesir, tetapi juga bagi pendukung sepak bola Arab dan Afrika.
"Kami memiliki tujuan utama dalam pertandingan ini. Tujuan itu bukan hanya milik pendukung Mesir, tetapi juga masyarakat Arab dan Afrika karena kami mewakili mereka semua di sini. Kami ingin menunjukkan perkembangan sepak bola Mesir, baik secara taktik, karakter, maupun tekad untuk melaju ke babak berikutnya."
Rekor Pertemuan Argentina Masih Sempurna
Argentina dan Mesir baru dua kali bertemu di level internasional.
Pertemuan pertama terjadi pada Olimpiade 1928 dan dimenangkan Argentina dengan skor 6-0.
Delapan dekade kemudian, di Kairo, kedua timnas kembali berhadapan dalam pertandingan persahabatan. Pada 26 Maret 2008, Argentina yang diasuh Alfio Basile menang 2-0 berkat gol dari Sergio Agüero dan Nicolás Burdisso. Lionel Messi ketika itu absen karena cedera otot.
Tiket Perempat Final Jadi Taruhan
Pertandingan di Atlanta mempertemukan dua negara dengan sejarah besar di konfederasi masing-masing.
Argentina merupakan peraih 16 gelar Copa América, sedangkan Mesir adalah pemegang tujuh gelar Piala Afrika (CAF Africa Cup of Nations).
Pemenang laga ini akan menghadapi Swiss atau Kolombia pada babak perempat final di Kansas City pada 11 Juli.
Bagi Argentina, kemenangan akan menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia. Sementara bagi Mesir, hasil positif akan menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.(*)
Editor : Heri Sugiarto