PADEK.JAWAPOS.COM – Lionel Messi mencatat sejarah yang tidak diinginkan di Piala Dunia FIFA 2026. Kapten tim nasional Argentina itu menjadi pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua tendangan penalti dalam satu edisi Piala Dunia setelah kembali gagal mencetak gol dari titik putih saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar.
Momen tersebut terjadi ketika Argentina memperoleh hadiah penalti pada babak pertama. Messi yang dipercaya sebagai algojo gagal mengubah peluang menjadi gol setelah tendangannya berhasil dihentikan penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir.
Kegagalan itu menjadi yang kedua bagi Messi sepanjang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, megabintang berjuluk La Pulga tersebut juga tidak mampu memanfaatkan penalti saat Argentina menghadapi Austria pada laga Grup J.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Dallas Stadium, Amerika Serikat, eksekusi penalti Messi berhasil digagalkan penjaga gawang Austria, Alexander Schlager.
Dua penyelamatan itu membuat Messi mencatat rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Piala Dunia.
Dua Kiper Ukir Catatan Bersejarah
Alexander Schlager menjadi kiper pertama yang menggagalkan penalti Messi di Piala Dunia 2026 saat Austria berjumpa Argentina pada fase grup.
Catatan itu kemudian disusul Mostafa Shobeir yang kembali mematahkan peluang emas Messi dari titik putih pada babak 16 besar.
Dua kegagalan tersebut menjadikan Messi sebagai pemain pertama yang dua kali gagal mengeksekusi penalti dalam satu edisi Piala Dunia.
Rekor tersebut menjadi catatan yang kontras dengan reputasi Messi sebagai salah satu penendang penalti terbaik di dunia sepanjang kariernya.
Meski demikian, torehan tersebut tidak menghapus berbagai pencapaian yang telah diraih Messi bersama Argentina maupun di level klub.
Peraih delapan Ballon d'Or itu tetap menjadi salah satu pesepak bola paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern.
Hingga berita ini ditulis, pertandingan babak 16 besar antara Argentina dan Mesir masih berlangsung. Mesir untuk sementara unggul 1-0, sehingga hasil akhir pertandingan masih menunggu peluit panjang dari wasit.(*)
Editor : Hendra Efison