PADEK.JAWAPOS.COM – Pelatih Mesir Hossam Hassan menyatakan tidak akan lagi menonton sisa pertandingan Piala Dunia 2026 setelah timnya tersingkir dramatis dari Argentina pada babak 16 besar. Ia menilai sejumlah keputusan wasit menjadi penyebab utama kekalahan 2-3 yang dialami The Pharaohs, Selasa (7/7) malam WIB.
Mesir sempat unggul 2-0 hingga memasuki 11 menit terakhir pertandingan. Namun, Argentina bangkit dengan mencetak tiga gol pada fase akhir laga untuk memastikan tempat di perempat final.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Hassan mengaku sulit menerima hasil tersebut karena merasa timnya dirugikan oleh keputusan perangkat pertandingan.
"Saya akan pulang dan tidak akan menonton lagi pertandingan apa pun di turnamen ini," kata Hassan.
"Apa yang terjadi kepada kami tidak adil. Kami seharusnya mendapatkan penalti, gol kami dianulir, dan saya tidak tahu mengapa gol itu dianulir," lanjutnya.
Baca Juga: Mostafa Ziko Tuding Wasit Rugikan Mesir saat Kalah Dramatis dari Argentina di Piala Dunia 2026
Mesir sempat mencetak gol melalui Mostafa Ziko pada menit ke-62. Namun, setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena wasit menilai terjadi pelanggaran pemain Mesir dalam proses terciptanya gol.
Mesir juga mengklaim layak memperoleh penalti setelah terjadi pelanggaran terhadap Mohamed Salah pada akhir pertandingan. Tak lama setelah insiden itu, Enzo Fernández mencetak gol penentu kemenangan Argentina pada menit ke-92.
Menurut Hassan, kesalahan terbesar bukan hanya berasal dari permainan timnya, tetapi juga dari keputusan yang diambil wasit François Letexier.
"Kalaupun gol-gol itu berasal dari kesalahan kami, kesalahan terbesar adalah ketika kami tidak mendapatkan hak kami dari pihak yang bertugas mengambil keputusan," ujarnya.
Baca Juga: Argentina Selamat dari Kejutan Mesir, Menang Dramatis 3-2 di Piala Dunia 2026
Pelatih yang telah menangani Timnas Mesir sejak 6 Februari 2024 itu, mengatakan kekalahan tersebut terasa sangat menyakitkan karena timnya telah menjalankan strategi dengan baik sepanjang pertandingan.
"Saya termasuk orang yang sangat tidak suka kalah. Dan ketika kekalahan terasa tidak adil seperti hari ini, saya hanya bisa meminta para suporter agar tidak bersedih. Kami sangat ingin memberikan kebahagiaan yang lebih besar kepada mereka," katanya.
"Yang membuat saya bangga adalah para pemain mampu menjalankan rencana permainan dalam banyak momen dan bekerja dengan sangat baik," tambah Hassan.
Puji Penampilan Pemain Mesir
Hassan juga mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang tampil lebih menyerang sejak awal pertandingan, berbeda dengan pendekatan yang selama ini identik dengan pertahanan rapat dan serangan balik.
Strategi tersebut membawa Mesir unggul lebih dahulu, sementara penampilan gemilang kiper Mostafa Shobeir membantu tim mempertahankan keunggulan hingga babak pertama berakhir.
"Saya sangat puas dengan kerja keras para pemain. Sebagian besar pemain kami berasal dari liga domestik Mesir, sedangkan banyak pemain tim nasional lain bermain di Eropa dan hidup dalam lingkungan sepak bola profesional," ujar Hassan.
"Namun, dengan mayoritas pemain dari kompetisi domestik, kecuali Mohamed Salah dan Omar Marmoush, kami tetap mampu bersaing melawan siapa pun," tutup pelatih yang masih memegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Mesir dengan koleksi 69 gol dari 177 penampilan.
Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026. Sementara itu, Argentina melaju ke perempat final dan akan menghadapi pemenang pertandingan babak 16 besar antara Swiss dan Kolombia.(*)
Editor : Heri Sugiarto