PADEK.JAWAPOS.COM - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengajak masyarakat semakin mencintai dan menggunakan produk olahraga buatan dalam negeri melalui penyelenggaraan UMKM 5K Run bertema "Satu Langkah Terkoneksi, UMKM Tumbuh Berinovasi" di Jakarta.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 itu menempuh rute dari Gedung Smesco Indonesia, Pancoran, menuju kawasan Rasuna Said, Jakarta.
Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, mengatakan UMKM 5K Run tidak hanya mengampanyekan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan sekaligus memperkuat daya saing produk olahraga karya pelaku UMKM Indonesia.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi UMKM lokal di sektor olahraga untuk menampilkan kualitas produknya kepada masyarakat," ujar Loto.
Selain UMKM 5K Run, Kementerian UMKM juga menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026, antara lain Bursa Wirausaha Unggulan, Talkshow UMKM Insight, Bazar UMKM, serta Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro.
Berdasarkan data Kementerian UMKM, terdapat sekitar 57 juta UMKM di Indonesia, dengan 2.881 pelaku usaha bergerak di industri olahraga. Menurut Loto, tren olahraga lari yang terus berkembang menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Antusiasme masyarakat terlihat dari 1.200 peserta yang mengikuti UMKM 5K Run. Kegiatan ini juga menjadi ajang pemanasan menuju ASN Run 2026.
"Tren ini menunjukkan bahwa industri olahraga memiliki potensi pasar yang sangat besar. Momentum tersebut harus dimanfaatkan oleh para pengusaha UMKM untuk menghadirkan produk-produk lokal yang semakin kompetitif," katanya.
Loto menegaskan seluruh perlengkapan dan produk yang ditampilkan dalam UMKM 5K Run merupakan hasil karya pelaku UMKM Indonesia.
"UMKM 5K Run mengusung 100 persen penggunaan produk lokal. Kementerian UMKM berkomitmen mendorong produk UMKM naik kelas dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan industri olahraga yang sedang berkembang pesat," ujarnya.
Sambil menunjukkan pakaian olahraga produksi lokal yang dikenakannya, Loto menilai kualitas produk UMKM Indonesia mampu bersaing dengan merek internasional. Karena itu, ia mengajak masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), semakin bangga menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan UMKM.
"Ayo gunakan produk-produk lokal agar UMKM kita semakin maju dan memperoleh manfaat ekonomi dari setiap kegiatan seperti ini," katanya.
UMKM 5K Run terselenggara melalui kerja sama Kementerian UMKM dengan BRI, Pegadaian, PNM, BRI Life, serta sejumlah mitra lainnya.
Peserta juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Irma Ayu Pramudika, pelari tercepat kedua kategori perempuan, menilai lomba berlangsung baik dan mengusulkan agar penyelenggaraan berikutnya menambah kategori lari 10 kilometer.
"Semoga semakin banyak UMKM yang memperkenalkan brand-brand lokal sehingga mampu membawa masyarakat Indonesia semakin maju," ujarnya.
Sementara itu, peraih posisi kedua kategori putra, Cornelius Julian, menilai UMKM 5K Run menjadi media yang efektif memperkenalkan produk lokal melalui berbagai booth UMKM di kawasan Smesco Indonesia.
"Semoga semakin banyak booth UMKM yang menampilkan produk-produk lokal Indonesia di setiap event lari seperti ini," katanya.
Kementerian UMKM juga memberikan apresiasi kepada Sri Purwanti yang tampil mengenakan busana berbahan 100 persen produk lokal, mulai dari topi, kebaya, celana batik, sepatu, hingga jam tangan karya anak bangsa.
"Saya memang senang memakai produk lokal. Semoga masyarakat semakin bijak menggunakan produk Indonesia. Jangan pernah melewatkan produk lokal karena negeri ini memiliki begitu banyak karya kreatif dari para pelaku UMKM," tuturnya.
Dari sisi pelaku usaha, Ika, pemilik usaha minuman Teja Fresh, mengaku terbantu dengan penyelenggaraan Bazar UMKM yang tidak memungut biaya sewa tenant. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka peluang memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kepada masyarakat.
"Kami berharap Kementerian UMKM bersama seluruh pemangku kepentingan terus menghadirkan lebih banyak kegiatan seperti ini. Untuk para pelaku UMKM, mari terus berjuang dan terus berusaha di tengah kondisi perekonomian saat ini," katanya.
Hal senada disampaikan Nova Dewi, pemilik Suwe Ora Jamu. Ia menilai UMKM 5K Run bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat dalam suasana yang sehat, penuh semangat, dan mendukung penggunaan produk lokal.
"Kami senang bisa terlibat, belajar dari sesama pejuang UMKM, sekaligus menyaksikan semangat luar biasa dari para pelari. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering diselenggarakan," ujarnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto