BARCELONA, PADEK.JAWAPOS.COM – Lamine Yamal mencuri perhatian dunia setelah menembus tim utama Barcelona saat baru berusia 15 tahun, lebih cepat dibanding Lionel Messi yang menjalani debut profesional pada usia 17 tahun. Namun, jika pencapaian keduanya dibandingkan saat sama-sama berusia 19 tahun, siapakah yang sebenarnya lebih unggul?
Pertanyaan tersebut kembali mengemuka setelah Yamal membawa Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026.
Di usia yang baru menginjak 19 tahun, pemain jebolan La Masia itu telah memecahkan sejumlah rekor sebagai pemain termuda di Barcelona, Timnas Spanyol, hingga ajang Piala Dunia.
Data resmi Barcelona mencatat Yamal menjalani debut bersama tim utama pada 29 April 2023 saat berusia 15 tahun 9 bulan, ketika diturunkan pelatih Xavi Hernández dalam laga La Liga melawan Real Betis.
Sementara itu, Messi melakoni debut senior Barcelona pada 16 Oktober 2004 di bawah Frank Rijkaard saat berusia 17 tahun 3 bulan.
Meski Yamal lebih cepat menembus level profesional, keduanya sama-sama lahir dari akademi La Masia yang dikenal sebagai penghasil talenta kelas dunia.
Statistik di Usia 19 Berpihak kepada Yamal
Perbandingan performa di usia yang sama menunjukkan Yamal memiliki awal karier yang lebih produktif dibanding Messi.
Berdasarkan kompilasi statistik pertandingan resmi hingga usia 19 tahun, Yamal telah tampil dalam 182 pertandingan, mencetak 56 gol dan menyumbang 64 assist untuk Barcelona dan Timnas Spanyol.
Sebaliknya, ketika Messi berusia 19 tahun, legenda Argentina itu baru mengoleksi 41 pertandingan, 19 gol, dan 4 assist bersama Barcelona.
Pada periode tersebut, Messi memang masih dalam proses menembus tim utama yang saat itu dihuni sejumlah bintang seperti Ronaldinho, Samuel Eto'o, dan Deco.
Perbedaan tersebut juga dipengaruhi perubahan sepak bola modern. Yamal memperoleh menit bermain reguler lebih cepat sejak remaja, sedangkan Messi berkembang secara bertahap sebelum akhirnya menjadi pemain utama Barcelona beberapa musim kemudian.
Awal Karier Bukan Penentu Akhir
Meski statistik usia 19 tahun berpihak kepada Yamal, perjalanan karier Messi membuktikan bahwa perkembangan seorang pesepak bola tidak hanya ditentukan oleh awal yang gemilang.
Setelah melewati usia 20 tahun, Messi menjelma menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah dengan ratusan gol, puluhan gelar bersama klub dan tim nasional, serta delapan trofi Ballon d'Or.
Di sisi lain, Yamal baru memulai babak awal karier profesionalnya. Konsistensi performa, kemampuan menjaga kebugaran, dan keberhasilan mempertahankan level permainan dalam jangka panjang akan menjadi faktor utama apakah ia mampu mendekati warisan yang telah dibangun Messi selama lebih dari dua dekade.
Dengan usia yang masih 19 tahun, Yamal memiliki waktu panjang untuk menulis sejarahnya sendiri.
Perbandingan dengan Messi memang sulit dihindari, tetapi perjalanan keduanya menunjukkan bahwa talenta besar membutuhkan waktu, konsistensi, dan pembuktian berkelanjutan untuk benar-benar mencapai status legenda.(*)
Editor : Hendra Efison