PADEK.JAWAPOS.COM – Piala Dunia 2026 tinggal menyisakan dua pertandingan, yakni final antara Spanyol melawan Argentina dan perebutan tempat ketiga yang mempertemukan Prancis dengan Inggris.
Menjelang dua laga penutup tersebut, statistik resmi FIFA menunjukkan masing-masing tim memiliki karakter serangan yang berbeda, mulai dari efektivitas penyelesaian peluang hingga intensitas membangun serangan.
Argentina menjadi tim paling produktif di antara empat tim terakhir. Albiceleste telah mencetak 19 gol, mengoleksi 12 assist, melepaskan 113 tembakan, dengan 46 di antaranya tepat sasaran.
Keunggulan Argentina terlihat dari tingkat konversi tembakan menjadi gol yang mencapai 17 persen, tertinggi dibandingkan tiga tim lainnya. Catatan itu memperlihatkan efektivitas lini depan Argentina dalam memaksimalkan peluang sepanjang turnamen.
Argentina Lebih Efektif, Spanyol Unggul Jumlah Tembakan
Lawan Argentina di partai final, Spanyol, menunjukkan karakter permainan yang berbeda. La Roja menjadi salah satu tim paling aktif menciptakan peluang dengan total 120 tembakan, menyamai catatan Prancis sebagai yang terbanyak di antara empat tim terakhir.
Dari jumlah tersebut, Spanyol membukukan 42 tembakan tepat sasaran, 13 gol, dan 9 assist. Namun, tingkat konversi peluang mereka tercatat 11 persen, menjadi yang terendah di antara empat tim yang masih bertahan hingga penghujung kompetisi.
Perbandingan statistik tersebut memperlihatkan kontras gaya bermain kedua finalis. Argentina tampil lebih efisien dalam mengubah peluang menjadi gol, sedangkan Spanyol lebih dominan dalam membangun serangan dan menciptakan peluang ke gawang lawan.
Prancis Dominan Bangun Serangan, Inggris Andalkan Efisiensi
Pada laga perebutan tempat ketiga, Prancis datang dengan statistik serangan paling agresif. Les Bleus mengoleksi 16 gol, 14 assist, 120 tembakan, dan 50 tembakan tepat sasaran, yang menjadi catatan tertinggi di antara empat tim dalam kategori assist, total tembakan, dan tembakan tepat sasaran.
Meski demikian, tingkat konversi gol Prancis berada di angka 13 persen, masih di bawah Argentina. Statistik tersebut menunjukkan Prancis mampu menghasilkan banyak peluang, tetapi tidak seluruhnya berhasil dikonversi menjadi gol.
Sementara itu, Inggris tampil lebih efisien dengan volume serangan yang lebih rendah. The Three Lions hanya mencatat 99 tembakan, paling sedikit dibandingkan tiga tim lainnya, tetapi tetap mampu mencetak 14 gol, didukung 11 assist dan 41 tembakan tepat sasaran.
Inggris juga membukukan tingkat konversi sebesar 14 persen, lebih tinggi dibandingkan Prancis dan Spanyol. Catatan itu menunjukkan efektivitas penyelesaian peluang menjadi salah satu kekuatan tim berjuluk The Three Lions tersebut.
Statistik FIFA menjelang dua laga terakhir Piala Dunia 2026 memperlihatkan setiap tim memiliki identitas menyerang yang berbeda.
Argentina mengandalkan efektivitas penyelesaian peluang, Spanyol menonjol dalam intensitas menciptakan serangan.
Prancis mendominasi sejumlah indikator ofensif, sedangkan Inggris menunjukkan efisiensi meski menghasilkan jumlah tembakan paling sedikit di antara empat tim terakhir.(*)
Editor : Hendra Efison