Scaloni Menangis Usai Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Presiden AFA Kirim Pesan Menyentuh

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:02 WIB
Lionel Scaloni menangis usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 dan belum memastikan masa depannya sebagai pelatih.
Lionel Scaloni menangis usai Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 dan belum memastikan masa depannya sebagai pelatih.

PADEK.JAWAPOS.COM – Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni mengisyaratkan belum memastikan masa depannya setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Dalam konferensi pers seusai laga, Scaloni tidak mampu menahan air mata saat membahas kemungkinan melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih Albiceleste.

Scaloni mengatakan dirinya belum berbicara dengan Lionel Messi mengenai situasi tersebut. 

Ia menegaskan akan berdiskusi lebih dahulu dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), sebelum mengambil keputusan. Meski demikian, ia memastikan tetap akan menghormati kontraknya yang berlaku hingga Desember.

Baca Juga: Ferran Torres Cerita Momen Gol Penentu ke Gawang Argentina yang Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026

"Saya belum berbicara dengan Leo. Mengenai saya, saya akan berbicara dengan presiden. Saya punya gambaran tentang apa yang ingin saya lakukan. Saya akan menyelesaikan kontrak, lalu setelah itu baru melihat. Sejujurnya saya merasa perlu waktu untuk berpikir, karena saya tidak tahu apakah saya bisa melakukan sesuatu yang sebesar ini lagi," ujar Scaloni sebelum ia menangis.

Dengan suara bergetar, Scaloni mengaku menjadi pelatih Timnas Argentina merupakan impian yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden AFA yang telah memberinya kesempatan memimpin tim nasional.

"Saya berada di posisi yang saya tempati sekarang adalah impian bagi semua orang. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik hingga detik terakhir, baik staf pelatih maupun para pemain. Saya merasa pantas mengambil waktu untuk memikirkan semuanya. Tempat ini luar biasa, tempat yang bahkan tidak pernah saya bayangkan dalam hidup," katanya.

Baca Juga: Tangis Messi di Final! Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia 2026 usai Takluk dari Spanyol

Setelah berusaha menenangkan diri, Scaloni mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tantangan membangun kembali skuad setelah perjalanan panjang bersama pemain saat ini.

"Untuk terus melanjutkan, dibutuhkan banyak hal, terutama memulai lagi dari awal dan membangun skuad seperti ini. Sangat sulit membentuk tim seperti ini lagi, dan itu sangat menyakitkan bagi saya," ucapnya dengan suara terbata sebelum meninggalkan ruang konferensi pers.

Jelang akhir sesi wawancara, Scaloni kembali menegaskan bahwa siapa pun yang kelak memimpin Timnas Argentina harus memahami nilai-nilai yang melekat pada seragam Albiceleste.

"Tempat ini adalah tempat impian. Yang terpenting bukan siapa yang memimpin tim nasional. Yang penting adalah memiliki nilai-nilai tertentu, memahami sejak kecil arti mengenakan seragam ini dan bermain untuk negara ini. Selebihnya para pemain yang akan melakukannya. Saya tidak melihatnya sebagai sesuatu yang terlalu rumit. Setiap proses pada akhirnya akan berakhir. Proses ini luar biasa dan spektakuler. Hingga Desember kami akan tetap berjuang," ujar Scaloni sebelum meninggalkan stadion.

Sementara itu, Presiden AFA Claudio Tapia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, staf pelatih, dan para pendukung melalui serangkaian unggahan di media sosial.

Baca Juga: Live Ranking FIFA Terbaru: Spanyol Puncaki Dunia usai Juara Piala Dunia 2026, Indonesia Berada di Mana?

"Berdirilah, Argentina, dengan kepala tegak. Terima kasih karena telah memberikan segalanya dari awal hingga akhir, mewakili seluruh negeri dengan hati, dan membuat kami kembali bermimpi. Saya bangga kepada skuad ini, staf pelatih, para pendukung, dan semua orang yang selalu bersama kami," tulis Tapia.

Tapia juga menyampaikan pesan khusus kepada kapten Lionel Messi yang pada usia 39 tahun menjalani kemungkinan penampilan terakhirnya di Piala Dunia.

"Sebuah kisah yang menjadi abadi. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk berterima kasih atas semua yang telah kamu berikan, kapten. Atas sepak bolamu, kepemimpinanmu yang tak tergoyahkan di dalam maupun di luar lapangan, serta karena telah mengajarkan seluruh rakyat untuk bermimpi dan berjuang sepenuh hati hingga detik terakhir. Terima kasih atas setiap kebahagiaan yang kau ukir dalam jiwa kami, setiap air mata kebanggaan, dan karena telah membawa bendera kami setinggi-tingginya di dunia. Kamu abadi, Leo," tulis Tapia.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Argentina vs Spanyol Spanyol juara dunia 2026 lionel scaloni piala dunia 2026 timnas argentina