PADEK.JAWAPOS.COM – Badai yang memutus aliran listrik di Chicago Hope Academy, Amerika Serikat, tidak menyurutkan semangat skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026.
Sebanyak 24 student-athlete terbaik Indonesia tetap berlatih selama sekitar tiga jam bersama pelatih keterampilan basket kelas dunia, Micah Lancaster, hingga mendapat pujian langsung atas kerja keras mereka di tengah kondisi gelap akibat cuaca ekstrem.
Badai yang melanda kawasan tersebut menyebabkan aliran listrik di area latihan terputus. Meski kondisi lapangan menjadi redup dan hanya mengandalkan pencahayaan darurat, agenda latihan tetap berlangsung sesuai jadwal.
Sebanyak 24 pemain DBL Indonesia All-Star mengikuti seluruh materi latihan yang dipimpin Micah Lancaster dengan intensitas tinggi selama sekitar tiga jam.
Pelatih DBL Academy yang mendampingi rombongan di Amerika Serikat, Madya Firman Anugerahadi, mengatakan situasi tersebut justru menjadi ujian mental bagi para pemain.
"Saya mendampingi anak-anak DBL All-Star berlatih dengan Micah Lancaster di Chicago Hope Academy. Tapi, karena di Amerika lagi hujan badai, kondisi lapangan lagi mati lampu. Kami berharap ini tidak mengendurkan semangat anak-anak dalam berlatih," ujar Madya Firman.
Di tengah keterbatasan pencahayaan, Micah Lancaster menyesuaikan metode latihannya. Fokus latihan diarahkan pada penguatan footwork, keseimbangan tubuh, dan kontrol dribel menggunakan DrillMat.
Melalui metode tersebut, para pemain diasah untuk menjaga tumpuan kaki, posisi pinggul (hip), hingga kontrol bola agar tetap optimal.
Micah juga memanfaatkan lampu reaksi berbasis baterai berwarna merah, hijau, dan biru untuk melatih kemampuan decision making. Setiap warna menjadi instruksi berbeda bagi pemain, mulai dari drive shot, step-back shot, hingga layup.
Semangat para pemain yang tetap berlatih di tengah pemadaman listrik mendapat apresiasi langsung dari Micah Lancaster.
Pelatih yang pernah bekerja sama dengan sejumlah bintang NBA, seperti Kyrie Irving, Dwyane Wade, dan mendiang Kobe Bryant itu membagikan pengalaman tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
"Badai menghantam. Listrik mati dan banjir. Kami berlatih selama 3 jam dalam kegelapan dan itu sangat luar biasa. Kerja keras tak menunggu lampu menyala," tulis Micah.
Pujian tersebut menjadi bukti bahwa semangat para student-athlete DBL Indonesia All-Star tetap menyala meski harus berlatih dalam kondisi yang jauh dari ideal. Pengalaman itu sekaligus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter selama mengikuti program DBL Indonesia All-Star 2026 di Amerika Serikat.(*)
Editor : Heri Sugiarto