Menuju Vietnam, Yolla dan Ochi Sudah Matangkan Teknik Silat Minangkabau

Hendra Efison • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:02 WIB
Yolla Cynthiana (dua kanan) dan Ochi Ramadhani bersama Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dan Ketua Umum FKKSPG Freddo Syukri usai pelepasan menuju Hanoi International Martial Arts Festival 2026 di Vietnam.
Yolla Cynthiana (dua kanan) dan Ochi Ramadhani bersama Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dan Ketua Umum FKKSPG Freddo Syukri usai pelepasan menuju Hanoi International Martial Arts Festival 2026 di Vietnam.

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM– Dua pesilat binaan Perguruan Pencak Silat (PPS) Sakato Semen Padang, Yolla Cynthiana dan Ochi Ramadhani, rutin berlari sejauh lima kilometer setiap hari untuk menjaga stamina menjelang penampilan mereka sebagai wakil Indonesia pada Hanoi International Martial Arts Festival 2026 di Vietnam.

Selain latihan fisik, keduanya mematangkan teknik pencak silat sekaligus menyempurnakan jurus-jurus tradisi Minangkabau yang akan dibawakan dalam festival yang berlangsung di Hanoi pada 7–9 Agustus 2026.

Persiapan tersebut dilakukan secara menyeluruh karena penampilan Yolla dan Ochi tidak hanya menuntut kesiapan sebagai pesilat, tetapi juga kemampuan membawakan unsur Silat Tradisi Minangkabau di hadapan publik internasional.

Keduanya sebelumnya menjalani pemusatan latihan atau Training Center (TC) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, mulai 23 Juli 2026 di bawah pembinaan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI).

Dalam pemusatan latihan tersebut, Yolla dan Ochi meningkatkan kondisi fisik serta kemampuan teknik. Latihan juga diarahkan untuk menyempurnakan jurus tradisi Minangkabau yang akan mereka tampilkan di Hanoi.

Setiap Gerakan Dievaluasi

Persiapan tidak berhenti pada latihan fisik dan teknik. Setiap gerakan yang dilakukan Yolla dan Ochi direkam melalui video untuk kemudian dipelajari dan dievaluasi kembali.

Evaluasi itu dilakukan untuk memastikan detail penampilan, mulai dari ketepatan gerakan, kekuatan, kelenturan hingga kekompakan, dapat ditampilkan dengan baik.

Di samping aspek teknis, keduanya juga memperdalam pemahaman terhadap filosofi yang melekat pada jurus-jurus Silat Tradisi Minangkabau.

Setiap gerakan yang akan diperagakan dipandang sebagai bagian dari representasi budaya Minangkabau yang memiliki nilai, karakter, filosofi, dan sejarah.

Yolla mengatakan kepercayaan tampil di Hanoi merupakan amanah besar bagi mereka. Keduanya tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa marwah Ranah Minang, IPSI Sumatera Barat, PPS Sakato Semen Padang, Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG), serta keluarga besar Semen Padang Group.

Bagi Yolla, penampilan di Hanoi juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan karakter Silat Minangkabau kepada masyarakat internasional.

Ia ingin silat Minangkabau dikenal bukan hanya dari sisi keindahan gerakan, tetapi juga melalui nilai dan karakter yang terkandung di dalamnya.

Persiapan fisik dan teknik tersebut menjadi bagian dari proses keduanya menjawab kepercayaan yang diberikan untuk tampil sebagai delegasi Indonesia.

Yolla dan Ochi juga terus menjalani latihan bersama pelatih untuk memperkuat kondisi fisik sekaligus mematangkan jurus tradisi Minangkabau yang akan ditampilkan.

Membawa Nama Indonesia

Yolla dan Ochi merupakan atlet binaan FKKSPG yang tergabung dalam PPS Sakato Semen Padang. Keduanya mendapat kepercayaan menjadi wakil Indonesia dalam Hanoi International Martial Arts Festival 2026 yang digelar di Hanoi, Vietnam, 7–9 Agustus 2026.

Keberangkatan mereka sebelumnya dilepas Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar bersama jajaran FKKSPG dan PPS Sakato Semen Padang, Jumat (31/7) lalu.

Ketua Umum FKKSPG, Freddo Syukri, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras kedua atlet hingga mencapai level internasional. Ia berharap Yolla dan Ochi dapat meraih kemenangan serta membawa pulang medali untuk PT Semen Padang.

Bagi kedua atlet, penampilan di Hanoi bukan hanya tentang menunjukkan kemampuan bela diri. Mereka juga membawa pencak silat yang dipadukan dengan Silat Tradisi Minangkabau sebagai bagian dari representasi budaya Indonesia, khususnya Minangkabau, di panggung internasional.(*)

Editor : Hendra Efison
Yolla Cynthiana Hanoi International Martial Arts Festival 2026 Ochi Ramadhani PPS Sakato Semen Padang silat minangkabau