PADEK.JAWAPOS.COM – Derby della Madonnina edisi pramusim kembali tersaji setelah 11 tahun. AC Milan tampil lebih agresif dibanding Inter Milan pada babak pertama di Perth, Australia, namun skor tetap 0-0 hingga jeda. Peluang emas Yunus Musah hanya membentur tiang, sedangkan Lorenzo Torriani menjadi penyelamat Rossoneri lewat beberapa penyelamatan krusial.
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, melakukan sejumlah pilihan menarik dalam susunan pemain. Rafael Leao memulai pertandingan dari bangku cadangan, sementara Francesco Camarda dipercaya sebagai ujung tombak dengan dukungan Cissè dan Ruben Loftus-Cheek. Samuel Chukwueze juga mendapat kepercayaan tampil sejak menit pertama.
Di kubu Inter Milan, pelatih Cristian Chivu memberikan kepercayaan kepada Stankovic sebagai pengatur permainan sejak awal laga. Sementara di lini depan, Pio Esposito kembali menjadi andalan bersama Idrissou.
Milan tampil lebih berbahaya sejak awal pertandingan dan langsung mengambil inisiatif serangan.
Sebelum kick-off, seluruh pemain dan ofisial mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan kepada Franco Baresi.
Kapten Milan, Matteo Gabbia meletakkan jersey Baresi di tengah lapangan sebelum pertandingan dimulai.
Ruben Amorim kembali menggunakan formasi tiga bek dengan Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, dan Strahinja Pavlovic sebagai trio bek tengah. Samuel Chukwueze mengisi sisi kanan, Davide Bartesaghi di kiri, sedangkan Youssouf Fofana dan Yunus Musah mengawal lini tengah. Loftus-Cheek dan Cissè beroperasi di belakang Camarda.
Inter juga tampil dengan skema tiga bek, tapi menggunakan komposisi berbeda dengan tiga gelandang dan dua penyerang.
Peluang pertama lahir pada menit kedelapan ketika Loftus-Cheek membawa bola dari lini tengah sebelum mengirim umpan kepada Cissè. Namun, penyelesaian akhirnya belum mampu mengarah ke sasaran.
Inter membalas lewat sundulan Pio Esposito pada menit ke-11, tetapi bola masih melambung di atas mistar.
Semenit kemudian Milan kembali mengancam melalui kerja sama Cissè dan Musah yang diteruskan umpan silang Chukwueze dari sisi kanan. Sayangnya, Camarda maupun Bartesaghi gagal menjangkau bola di depan gawang.
Peluang terbaik Rossoneri hadir pada menit ke-18. Loftus-Cheek kembali menjadi motor serangan sebelum memberikan umpan kepada Musah yang berdiri bebas. Tendangan Musah menghantam tiang gawang Inter sehingga skor tetap tidak berubah.
Milan terus mendominasi peluang pada fase awal pertandingan. Pada menit ke-26, kombinasi apik para pemain tuan rumah diakhiri tembakan Youssouf Fofana, tetapi bola masih tepat mengarah ke kiper Inter, Josep Martínez.
Inter mulai meningkatkan tekanan menjelang akhir babak pertama. Setelah Yann Aurel Bisseck menerima kartu kuning pada menit ke-36 akibat menghentikan laju Chukwueze, Milan sempat kembali mengancam melalui sundulan Tomori yang melebar tipis semenit berselang.
Baca Juga: Lionel Messi Donasikan €80.000 untuk Bantu Pemulihan Wilayah Madrid yang Dilanda Kebakaran Hutan
Memasuki pengujung babak pertama, Nerazzurri mulai menemukan ritme permainan. Pio Esposito memaksa Lorenzo Torriani melakukan penyelamatan penting pada menit ke-43.
Satu menit kemudian Torriani kembali menunjukkan refleks gemilang saat menggagalkan peluang Piotr Zielinski yang mengarah ke gawang Milan.
Meski kedua tim saling menciptakan peluang hingga tambahan waktu satu menit, tidak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 bertahan hingga peluit tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan.
Milan tampil lebih berbahaya sepanjang sebagian besar babak pertama, termasuk melalui peluang emas Musah yang membentur tiang gawang.
Baca Juga: Al Nassr Kalah 0-2 dari Almería, Joao Felix Tampil dan Cristiano Ronaldo Hanya Menonton
Namun, Inter mampu meningkatkan permainan menjelang turun minum dan beberapa kali mengancam melalui Pio Esposito serta Piotr Zielinski yang semuanya berhasil digagalkan Torriani.
Jalannya pertandingan yang semakin terbuka membuat babak kedua diperkirakan berlangsung lebih sengit. (*)
Editor : Heri Sugiarto