Bawa Tradisi Minang dan Hip-Hop ke Panggung DBL, SMA Kartika 1-5 Siap Pertahankan Gelar

Suyudi Adri Pratama • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:03 WIB
Tim dance SMA Kartika 1-5 Padang memadukan tradisi Minang dan hip-hop di AQUA DBL Dance 2026 West Sumatera. (Foto: DBL for Padek)
Tim dance SMA Kartika 1-5 Padang memadukan tradisi Minang dan hip-hop di AQUA DBL Dance 2026 West Sumatera. (Foto: DBL for Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM — Tim dance SMA Kartika 1-5 Padang membawa kekayaan tradisi Minangkabau ke panggung AQUA DBL Dance Competition 2026 West Sumatera, Selasa (11/8/2026).

Mengusung tema besar “100% Indonesia”, mereka memadukan gerakan tradisional Minang dengan hip-hop dan kreasi modern.

Konsep tersebut menjadi cara tim dance SMA Kartika 1-5 menyampaikan pesan bahwa tradisi dan adat tidak harus menjadi penghalang bagi generasi muda untuk berkembang.

Sebaliknya, budaya dapat menjadi identitas yang dibanggakan sekaligus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman.

Pelatih tim dance SMA Kartika 1-5, Al Mubarak, mengatakan konsep penampilan tahun ini berangkat dari pemikiran bahwa setiap orang lahir dengan latar belakang dan tradisi yang tidak selalu dapat dipilih.

“Kita lahir bukan karena pilihan kita, tapi itu takdir kita. Ketika kita mendapatkan takdir seperti ini, bukan berarti kita menyesal,” kata Al Mubarak.

Menurutnya, masih ada anggapan bahwa kehidupan dengan adat dan tradisi dapat membuat seseorang merasa terkekang. Melalui penampilan di AQUA DBL Dance Competition 2026, timnya ingin menunjukkan bahwa generasi muda tetap dapat bergerak bebas dan berkreasi tanpa meninggalkan akar budaya.

“Kita bisa bangkit, kita bisa membangun. Kita bisa tunjukkan ke dunia, ini tradisi saya dan saya bisa. Tradisi saya keren, saya bisa bergerak bebas dengan tradisi saya,” ujarnya.

Tradisi Minang Bertemu Hip-Hop

Pesan tersebut dituangkan melalui koreografi yang memadukan gerakan tradisional Minangkabau dengan gerakan modern.

Pada bagian awal penampilan, unsur tradisi Minang menjadi bagian utama koreografi.

“Mulai dari gerakan awal itu gerakan tradisi Minang. Di tengah-tengah tradisi Minang dicampur dengan gerakan modern, hip-hop, dan kreasi-kreasi lainnya,” jelas Al Mubarak.

Unsur Minangkabau kembali ditampilkan pada bagian akhir pertunjukan.

Tim dance SMA Kartika 1-5 menutup koreografi dengan lagu Minang yang dikemas dan diaransemen menggunakan sentuhan hip-hop.

“Jadi gerakannya adalah pencampuran etnis Minangkabau dengan tren-tren yang sudah ada sekarang,” katanya.

Al Mubarak menegaskan, keseluruhan konsep tersebut membawa pesan untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai generasi Indonesia.

Menurutnya, mengikuti perkembangan zaman tidak berarti harus meninggalkan tradisi yang dimiliki.

“Kita bangga jadi anak Indonesia semuanya,” tuturnya.

Latihan Delapan Bulan

Untuk mempersiapkan penampilan tahun ini, tim dance SMA Kartika 1-5 telah menjalani latihan selama sekitar delapan bulan.

Persiapan panjang tersebut dilakukan karena tim memiliki target mempertahankan prestasi yang diraih pada kompetisi sebelumnya.

Al Mubarak menilai mempertahankan gelar memiliki tantangan tersendiri dibandingkan ketika pertama kali meraihnya.

“Kita sudah latihan sekitar delapan bulan. Karena kita kemarin juara satu, kita takut mempertahankan itu lebih sulit daripada mendapatkan bagi kita,” ungkapnya.

Dengan persiapan tersebut, tim dance SMA Kartika 1-5 tidak hanya ingin menghadirkan penampilan yang menghibur.

Mereka juga membawa misi memperlihatkan bahwa budaya Minangkabau dapat berjalan beriringan dengan kreativitas modern.

AQUA DBL Dance 2026-2027 sendiri mengusung tema “100% Indonesia”. Setiap tim diberikan ruang untuk menginterpretasikan tema tersebut melalui tari modern, tradisional, maupun perpaduan keduanya, dengan tetap membawa pesan kuat dan alur cerita yang jelas.

SMA Kartika 1-5 tercatat sebagai salah satu peserta AQUA DBL Dance Competition 2026 West Sumatera. Pada hari pembukaan, tim dance mereka tampil bersamaan dengan pertandingan SMA Kartika 1-5 melawan SMAN 3 Padang.(*)

Editor : Heri Sugiarto
AQUA DBL Dance 2026 DBL Dance West Sumatera hip-hop SMA Kartika 1-5 Padang tradisi minang