Sentuhan Barcelona di Skuad Oranje: Mengapa Xavi Jadi Pelatih yang Tepat untuk Belanda?

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:18 WIB
Xavi Hernandez resmi diumumkan sebagai pelatih baru Tim Nasional Belanda hingga Piala Dunia 2030. (Foto: Media KNVB)
Xavi Hernandez resmi diumumkan sebagai pelatih baru Tim Nasional Belanda hingga Piala Dunia 2030. (Foto: Media KNVB)

PADEK.JAWAPOS.COM – Xavi Hernandez resmi menjadi pelatih tim nasional Belanda hingga Piala Dunia 2030. Pelatih asal Spanyol itu menggantikan Ronald Koeman dan akan kembali bekerja dengan Frenkie de Jong, gelandang yang pernah dilatihnya di Barcelona.

Penunjukan Xavi diumumkan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), Kamis (13/8/2026) WIB. Pelatih berusia 46 tahun itu mengaku memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda karena pengaruh sejumlah tokoh dalam perjalanan kariernya.

“Saya menganggapnya sebagai suatu kehormatan besar untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” kata Xavi.

Pengaruh Cruyff dan Michels

Xavi menyebut Johan Cruyff dan Rinus Michels sebagai dua tokoh yang memberi pengaruh kuat terhadap pemahamannya tentang sepak bola.

Baca Juga: Xavi Hernandez Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda, Kontrak hingga Piala Dunia 2030

“Sebagai seseorang yang berkembang di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari, antara lain, Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda. Anda bisa mengatakan bahwa, dalam beberapa hal, saya adalah anak dari sepak bola Belanda,” ujarnya.

Xavi juga menyebut Louis van Gaal dan Frank Rijkaard memiliki peran penting dalam membentuk perjalanan kariernya sebagai pemain dan pelatih.

Van Gaal merupakan pelatih yang memberinya debut bersama tim utama Barcelona pada 1998.

Baca Juga: PSG Juara Piala Super Eropa 2026 usai Kalahkan Aston Villa 2-1, Doue Cetak Gol dan Assist

Keterkaitan Xavi dengan sepak bola Belanda bukan hanya melalui para pelatih yang memengaruhinya. Cara bermain yang dibentuknya selama di Barcelona juga memiliki akar kuat dari pemikiran Cruyff dan tradisi permainan menyerang Belanda.

Rinus Michels dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik perkembangan Total Football. Sementara Cruyff kemudian menjadi figur besar yang membawa dan mengembangkan sejumlah prinsip permainan tersebut, termasuk dalam membentuk identitas sepak bola Barcelona.

Xavi tumbuh sebagai pemain di lingkungan Barcelona yang sangat dipengaruhi gagasan Cruyff.

Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai gelandang dengan kemampuan mengatur tempo permainan, menjaga penguasaan bola dan mendistribusikan bola.

Filosofi Xavi Sejalan dengan Identitas Oranje

Filosofi itu pula yang ingin dibawanya ke tim nasional Belanda.

“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berdasarkan penguasaan bola, dengan kreativitas, semangat, dan keyakinan,” kata Xavi.

“Tujuan utama tentu saja selalu untuk menang, tetapi saya lebih suka melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati.”

Baca Juga: Real Madrid Juara Trofeo Teresa Herrera 2026 Usai Kalahkan Deportivo 1-0, Brahim Jadi Penentu

Pernyataan Xavi sejalan dengan alasan KNVB memilihnya sebagai pengganti Koeman. Direktur Sepak Bola Elite KNVB Nigel de Jong mengatakan Xavi memiliki visi permainan yang sesuai dengan arah yang ingin ditempuh Belanda.

Menurutnya, Xavi dibentuk oleh pengalaman bekerja dengan pelatih-pelatih top yang memiliki pandangan sepak bola selaras dengan identitas Oranje, yakni mengambil inisiatif, bermain dominan dan atraktif.

De Jong menilai Xavi juga memiliki fleksibilitas yang dibutuhkan dalam sepak bola modern.

Direktur Pelaksana KNVB, Marianne van Leeuwen menilai Xavi, seseorang yang baik sebagai pemain maupun pelatih, telah berpengalaman di level tertinggi sepak bola internasional.

"Dia tahu apa yang dibutuhkan untuk sukses dan membawa pengalaman itu ke tim nasional Belanda. Itu sesuai dengan ambisi kami. Oleh karena itu, kami sangat senang bahwa dia telah memilih untuk menerima tantangan ini,” ungkapnya dalam pernyataan resmi KNVB.

Reuni Xavi dan Frenkie de Jong

Di antara pemain yang akan ditanganinya, Frenkie de Jong menjadi salah satu sosok yang paling dikenalnya.

Keduanya pernah bekerja bersama di Barcelona. Xavi mengambil alih kursi pelatih klub Catalan itu pada November 2021, ketika Frenkie sudah menjadi bagian penting skuad.

Selama Xavi menangani Barcelona, klub tersebut meraih gelar LaLiga musim 2022/2023 dan Piala Super Spanyol 2023. Xavi dan Frenkie kini kembali bersatu, tetapi dengan peran dan target berbeda bersama tim nasional Belanda.

Pengalaman bekerja bersama di Barcelona membuat Xavi sudah mengenal karakter permainan Frenkie. Gelandang berusia 29 tahun itu dikenal memiliki kemampuan membawa bola dari lini belakang, menjaga penguasaan serta menghubungkan permainan.

Karakter tersebut dapat menjadi salah satu bagian penting dalam pola permainan yang ingin diterapkan Xavi di Oranje.

Selain Frenkie, Xavi akan menangani sejumlah pemain utama Belanda seperti Virgil van Dijk, Micky van de Ven, Denzel Dumfries, Jurrien Timber dan Ryan Gravenberch.

Menggantikan Koeman setelah Piala Dunia 2026

Xavi mengambil alih jabatan pelatih setelah perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 berakhir pada babak 32 besar. Oranje tersingkir setelah kalah adu penalti dari Maroko, hasil yang kemudian diikuti pengunduran diri Koeman.

KNVB mengikat Xavi hingga berakhirnya Piala Dunia 2030. Ia menjadi pelatih asing pertama Belanda dalam hampir lima dekade, sejak pelatih Austria Ernst Happel meninggalkan jabatan tersebut pada 1978.

Baca Juga: Arsenal vs Como 1-1, Raya Gagalkan Dua Penalti, Tzolis Pastikan Kemenangan 4-3

Sebelum menerima pekerjaan di Belanda, Xavi memulai karier kepelatihannya bersama Al Sadd pada 2019. Ia kemudian kembali ke Barcelona sebagai pelatih kepala pada November 2021.

Bersama Al Sadd, Xavi meraih sejumlah gelar domestik. Di Barcelona, ia membawa klub tersebut memenangi LaLiga 2022/2023 dan Piala Super Spanyol 2023.

Tantangan Baru hingga Piala Dunia 2030

Pengalamannya sebagai pemain juga tidak diragukan. Xavi memainkan lebih dari 750 pertandingan resmi bersama Barcelona dan meraih delapan gelar liga serta empat trofi Liga Champions.

Bersama tim nasional Spanyol, ia menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010 dan Euro 2012.

Kini Xavi menghadapi tantangan berbeda. Ia akan memimpin tim nasional untuk pertama kalinya dalam karier kepelatihannya.

Hubungan kerja yang sudah terjalin dengan Frenkie de Jong menjadi salah satu modal yang dimilikinya. Sementara itu, filosofi permainan Xavi memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah dan identitas sepak bola Belanda.

Xavi akan memimpin Oranje dalam siklus menuju Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Susunan staf kepelatihannya akan dibentuk dalam beberapa pekan mendatang, dengan rencana melibatkan pelatih asal Belanda yang memahami pemain dan budaya sepak bola setempat.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Xavi pelatih Belanda filosofi Johan Cruyff timnas belanda xavi hernandez frenkie de Jong