PADEK.JAWAPOS.COM — Tim putra SMAN 10 Padang menundukkan SMAN 1 Padang dengan skor 30-25 dalam laga lanjutan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra, Kamis (13/8/2026).
Kemenangan ini diraih setelah SMAN 10 Padang mampu menjaga keunggulan meski mendapat tekanan pada kuarter terakhir.
SMAN 10 Padang sempat tampil lebih baik dan memimpin jalannya pertandingan. Namun, permainan mereka menurun pada kuarter akhir sehingga SMAN 1 Padang mampu memperkecil selisih skor dan membuat laga berlangsung ketat hingga akhir.
SMAN 10 Padang Sempat Kehilangan Momentum
Pelatih SMAN 10 Padang, Attifan Rahmadiat, mengakui anak asuhnya kehilangan fokus pada kuarter terakhir. Menurutnya, para pemain terlalu santai sehingga momentum pertandingan beralih kepada SMAN 1 Padang.
“Di kuarter terakhir anak-anak agak lengah dan terlalu santai, jadi momentum pindah ke lawan,” ujar Attifan.
Situasi tersebut menjadi catatan penting bagi timnya. Attifan menilai fokus pemain harus lebih ditingkatkan agar keunggulan yang sudah diperoleh dapat dipertahankan sampai pertandingan berakhir.
Ia juga mengungkapkan sebagian besar pemain SMAN 10 Padang masih menjalani musim debut di ajang DBL. Sekitar 80 persen pemain dalam skuadnya baru pertama kali merasakan atmosfer pertandingan kompetisi tersebut.
“Rata-rata hampir 80 persen semuanya debutan di DBL. Mungkin karena di DBL atmosfernya berbeda,” katanya.
Atmosfer DBL Jadi Tantangan Debutan
Menurut Attifan, atmosfer pertandingan yang diwarnai dukungan suporter turut menjadi tantangan bagi para pemain debutan. Situasi tersebut dapat memengaruhi mental bermain mereka di lapangan.
“Karena ada suporter, jadi mungkin mental bermainnya berbeda juga,” ujarnya.
SMAN 10 Padang sebenarnya mampu memulai pertandingan dengan baik dan membangun keunggulan. Namun, tekanan dari SMAN 1 Padang pada kuarter terakhir membuat jarak skor semakin menipis.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi para pemain, terutama mereka yang baru pertama kali tampil di DBL.
“Makanya mungkin lebih meningkatkan fokusnya lagi,” tuturnya.
SMAN 1 Padang Soroti Faktor Nervous
Di sisi lain, pelatih SMAN 1 Padang, Akhiro Mirio, menilai para pemainnya mampu tampil lebih baik menjelang kuarter akhir. Namun, ia menyebut faktor gugup menjadi persoalan yang memengaruhi performa tim pada awal pertandingan.
Menurutnya, tekanan tersebut bukan terutama datang dari permainan lawan, melainkan dari kondisi psikologis para pemain sendiri.
“Datangnya bukan dari lawan namun dari diri sendiri, masalah psikologis ini menjadi catatan bagi kita dan akan kita lakukan pembinaan ke depannya,” tuturnya.
SMAN 1 Padang kemudian mampu memberikan tekanan pada kuarter terakhir dan memperkecil ketertinggalan. Meski demikian, mereka belum berhasil mengejar keunggulan SMAN 10 Padang.
Kemenangan 30-25 membawa SMAN 10 Padang melanjutkan kiprahnya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatera.
Sementara itu, pertandingan ini menjadi bahan evaluasi bagi kedua tim, terutama dalam menjaga fokus dan kesiapan mental sepanjang laga. (yud)
Editor : Heri Sugiarto