Stop Bullying Jadi Pesan Dance SMAN 1 Bukittinggi di AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra

Suyudi Adri Pratama • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:12 WIB
Tim dance SMAN 1 Bukittinggi tampil membawa pesan stop bullying dengan perpaduan Tari Indang dan koreografi modern di Aqua DBL Dance Competition 2026.(Foto: DBL for Padek)
Tim dance SMAN 1 Bukittinggi tampil membawa pesan stop bullying dengan perpaduan Tari Indang dan koreografi modern di AQUA DBL Dance Competition 2026.(Foto: DBL for Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM — Tim dance SMAN 1 Bukittinggi mengangkat pesan stop bullying dalam penampilannya pada AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra, Rabu (13/8/2026).

Melalui perpaduan koreografi modern dan unsur budaya Indonesia, mereka mengajak pelajar menghentikan perundungan di lingkungan sekolah.

Tema penampilan tersebut berangkat dari fenomena bullying yang masih ditemukan di lingkungan sekolah. Tim dance SMAN 1 Bukittinggi menggambarkan dampak negatif perundungan, terutama terhadap kondisi mental korban.

Anggota tim dance SMAN 1 Bukittinggi, Renata Melany Putri, Raisya Alya Putri, dan Najla Asyrafa, menjelaskan bahwa konsep yang mereka tampilkan memadukan pesan anti-bullying dengan unsur budaya Indonesia.

Pesan tersebut dituangkan dalam rangkaian koreografi yang menggabungkan gerakan modern dan tari tradisional. Konsep itu juga disesuaikan dengan tema “100% Indonesia” yang diusung AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra.

Salah satu unsur budaya yang ditampilkan adalah Tari Indang. Gerakan tari tradisional tersebut dipadukan dengan koreografi modern untuk memperkuat karakter penampilan mereka sekaligus menampilkan unsur budaya Indonesia.

Melalui penampilan tersebut, Renata, Raisya, dan Najla ingin mengajak penonton, khususnya pelajar, agar tidak melakukan bullying terhadap teman maupun orang lain.

Pesan utama yang mereka bawa adalah “stop bullying”. Mereka juga mengingatkan bahwa tidak seorang pun berhak merasa lebih hebat hingga merendahkan orang lain.

Menurut mereka, setiap orang memiliki kedudukan yang sama. Perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan perundungan atau merendahkan orang lain.

Pesan anti-bullying itu tidak hanya disampaikan melalui konsep penampilan, tetapi juga diperkuat melalui gerakan dan alur koreografi yang ditampilkan sepanjang kompetisi.

Keikutsertaan dalam AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra menjadi kesempatan bagi tim dance SMAN 1 Bukittinggi untuk mengembangkan kreativitas melalui perpaduan budaya tradisional dan gerakan modern.

Untuk kompetisi tahun ini, tim dance SMAN 1 Bukittinggi menargetkan masuk lima besar. Namun, mereka berharap dapat melangkah lebih jauh hingga meraih gelar juara.

“Targetnya top five. Tapi kalau bisa champion,” ujar mereka. (yud)

Editor : Heri Sugiarto
dance SMAN 1 Bukittinggi AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra SMAN 1 Bukittinggi tari indang stop bullying