PADEK.JAWAPOS.COM – Terinspirasi kiprah Agnez Mo hingga JKT48, tim dance SMAN 1 Padang membawa semangat perempuan Indonesia ke panggung AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra. Lewat koreografi modern, mereka mengangkat keberanian perempuan untuk berkarya, menunjukkan identitas, dan membawa nama Indonesia ke panggung yang lebih luas.
Kapten tim dance SMAN 1 Padang, Aya, mengatakan tema yang diangkat berangkat dari kekaguman mereka terhadap kiprah perempuan Indonesia di berbagai bidang.
“Kami mengapresiasi perempuan-perempuan berbakat Indonesia, mereka yang berani berkarya, menunjukkan identitasnya, dan membawa nama Indonesia ke panggung yang lebih luas,” ujar Aya.
Sejumlah nama menjadi inspirasi dalam konsep penampilan tersebut, di antaranya Agnez Mo, JKT48, dan Nona. Ketiganya menjadi gambaran perempuan Indonesia yang berani menunjukkan kemampuan dan eksistensinya melalui karya.
Meski mengusung konsep Indonesia, tim dance SMAN 1 Padang tidak memasukkan unsur tari tradisional secara langsung ke dalam koreografi.
Identitas Indonesia lebih ditonjolkan melalui gagasan dan cerita yang dibawakan selama penampilan.
Dari sisi koreografi, penampilan mereka tetap didominasi gerakan modern. Beberapa gaya tari yang digunakan antara lain hip hop dan ladies hip hop.
Coach tim dance SMAN 1 Padang, Tristan, mengatakan konsep tersebut dipilih karena unsur Indonesia dalam penampilan lebih ditekankan melalui ide yang diangkat dibandingkan jenis tarian.
“Dancenya sendiri masih modern, kebanyakan ada hip hop, ladies hip hop dan lainnya. Unsur Indonesianya kami ambil lebih dari konsep dibanding tariannya,” kata Tristan.
Persiapan menuju AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra berlangsung dalam waktu relatif singkat. Tim dance SMAN 1 Padang hanya memiliki sekitar tiga setengah minggu untuk menyiapkan koreografi dan keseluruhan penampilan.
Keterbatasan waktu itu terjadi karena adanya kendala selama proses persiapan. Bahkan, tim sempat berada dalam kondisi hampir tidak dapat melanjutkan keikutsertaan dalam kompetisi.
Namun, kesempatan yang diberikan pihak sekolah membuat mereka tetap melanjutkan persiapan. Dengan waktu yang tersedia, para anggota tim berusaha memaksimalkan latihan hingga akhirnya dapat tampil di panggung kompetisi.
Menurut Tristan, semangat anggota tim menjadi modal penting dalam menghadapi keterbatasan waktu persiapan tersebut.
Untuk kompetisi tahun ini, tim dance SMAN 1 Padang membidik posisi lima besar sebagai target awal. Setelah itu, mereka berharap dapat melangkah lebih jauh dalam persaingan menuju gelar juara.
“Target utama pastinya ingin jadi champion. Tapi kami coba take it one step at a time. Targetnya sampai dulu ke top five, nanti kalau sudah sampai top five kami pikirkan lagi bagaimana cara menjadi champion,” ujar Tristan. (yud)
Editor : Heri Sugiarto