PADEK.JAWAPOS.COM – Penggawa SMA Kartika 1-5 Padang, Dava Egriansyah, membawa semangat pantang menyerah dari arena tarung drajat ke Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra. Peraih medali perak Kejuaraan Provinsi Sumatra Barat ini memiliki dua target sekaligus, yakni membawa sekolahnya melangkah sejauh mungkin di DBL West Sumatra dan mewujudkan impian menjadi calon taruna sekolah kedinasan pada 2027.
Bagi Dava, setiap mimpi harus diperjuangkan melalui proses dan usaha maksimal, tanpa terlalu terpaku pada hasil akhir.
Pesan tersebut disampaikan Dava saat mengikuti Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra, yang berlangsung pada 11-22 Agustus 2026 di GOR Prayoga Padang. Kompetisi bola basket pelajar terbesar di Indonesia ini diikuti 44 tim SMA/ sederajat di Sumbar, dan 12 tim SMP Kota Padang.
Di ajang DBL West Sumatra musim ini, Dava memiliki target membawa SMA Kartika 1-5 Padang melangkah sejauh mungkin hingga partai puncak bersama rekan-rekan setimnya.
Baca Juga: Jadwal DBL West Sumatra 16 Agustus 2026: Enam Laga Penentu Menuju Fantastic Four dan 8 Besar
"Mimpi itu bebas. Menurutku semua orang harus punya mimpi. Karena itu jadi motivasi mereka untuk tetap hidup," ujar Dava.
Ia menegaskan bahwa seluruh pemain akan memberikan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama sekolah.
"Gagal atau berhasil, aku dan rekan-rekan satu tim akan berusaha sekuat tenaga untuk sekolah ini biar bisa dikenal lebih luas," katanya.
Selain aktif di basket, Dava juga memiliki prestasi di cabang olahraga tarung drajat. Ia pernah meraih medali perak pada Kejuaraan Provinsi Sumatera Barat.
Baca Juga: Bawa Tradisi Minang dan Hip-Hop ke Panggung DBL, SMA Kartika 1-5 Siap Pertahankan Gelar
Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam perjalanan olahraganya.
"Waktu itu aku bekerja keras banget buat bisa dapat perak. Itu jadi satu-satunya yang berkesan karena aku belajar satu hal. Kalau kita itu harus selalu berusaha berbuat baik untuk sesama," ungkapnya.
Menurut Dava, pengalaman bertanding di basket maupun tarung drajat mengajarkannya untuk tidak mudah menyerah dan selalu menghargai proses.
"Gagal atau berhasil itu urusan belakangan. Aku juga pernah kalah waktu tarung drajat atau waktu main basket. Yang paling penting pada setiap kesempatan kita harus memberikan seratus persen. Berusaha semaksimal mungkin, urusan hasil akhir serahkan sama yang di atas," tuturnya.
Prinsip itulah yang terus dipegang Dava dalam mengejar berbagai impian.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya atas dukungan yang selama ini diberikan, sekaligus meminta maaf karena belum berhasil tampil di panggung nasional cabang tarung drajat.
"Aku mau bilang minta maaf kepada ayah sama ibu karena aku belum bisa berdiri di panggung nasional tarung drajat. Tapi, aku berterima kasih sekali atas dukungan yang diberikan ayah sama ibu. Doakan anakmu ya," ujarnya.
Baca Juga: Penggawa SMAN 6 Padang Fathir Latief di DBL 2026 West Sumatra: Basket, Duta Genre dan Mimpi ke ITB
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA, Dava menargetkan untuk mengikuti seleksi sekolah kedinasan pada 2027 sebagai langkah berikutnya dalam meraih masa depan yang diimpikannya.
"Aku bukan membuang kesempatan di tarung drajat. Aku memilih jalan ini demi masa depan yang besar dan lebih baik buat aku. Doakan aku terpilih jadi Catar (Calon Taruna) 2027 ya," ungkap Dava kepada tim DBL.id.(*)
Editor : Heri Sugiarto