SMA DEK Hadirkan Tafsir Malin Kundang lewat “Malin: Setelah Batu” di AQUA DBL Dance 2026

Suyudi Adri Pratama • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:06 WIB
Tim dance SMA DEK menampilkan karya “Malin: Setelah Batu” yang menafsir ulang legenda Malin Kundang di DBL Dance Competition 2026. (Foto: DBL for Padek)
Tim dance SMA DEK menampilkan karya “Malin: Setelah Batu” yang menafsir ulang legenda Malin Kundang di DBL Dance Competition 2026. (Foto: DBL for Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM — Tim dance SMA DEK Padang menghadirkan tafsir baru legenda Malin Kundang melalui karya bertajuk “Malin: Setelah Batu” dalam ajang AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra, Sabtu (15/8/2026). 

Mengangkat penyesalan sebagai awal kebangkitan, karya tersebut memadukan nilai budaya Minangkabau dengan sentuhan tari modern.

Tim dance SMA DEK tidak hanya menampilkan kisah Malin Kundang sebagai legenda yang berakhir dengan perubahan menjadi batu.

Mereka menghadirkan sudut pandang berbeda dengan pesan bahwa kesalahan dan kegagalan di masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan seseorang.

Baca Juga: Jadwal DBL West Sumatra 16 Agustus 2026: Enam Laga Penentu Menuju Fantastic Four dan 8 Besar

Gheisa, salah seorang anggota tim dance SMA DEK, menjelaskan karya tersebut menggabungkan unsur budaya dengan konsep tari modern.

Perpaduan itu ditampilkan melalui estetika tubuh dan gerakan tari khas Minangkabau yang dikolaborasikan dengan musik serta konsep pertunjukan modern.

Menurut Gheisa, konsep tersebut menjadi cara tim dance SMA DEK menerjemahkan tema "100% Indonesia". Budaya lokal tetap menjadi pijakan utama, sedangkan unsur modern digunakan untuk mengemas pertunjukan agar lebih dekat dengan generasi muda.

Karya “Malin: Setelah Batu” membawa pesan bahwa generasi muda selalu memiliki kesempatan untuk bangkit, tumbuh, dan berkarya. Kesempatan tersebut dapat dijalani tanpa kehilangan pijakan terhadap nilai-nilai dan akar budaya lokal.

Baca Juga: Aric Sacio, Peraih Medali Renang yang Kini Berjuang Bersama SMAN 2 Bukittinggi di DBL West Sumatra

Melalui karya ini, legenda Malin Kundang tidak hanya ditempatkan sebagai cerita masa lalu. Tim dance SMA DEK menjadikannya sebagai refleksi tentang keberanian mengakui kesalahan, memperbaiki diri, dan terus berkembang.

Menghadapi AQUA DBL Dance 2026 West Sumatra, tim dance SMA DEK menargetkan dapat tampil maksimal dan menembus jajaran Best 5 Dance Competition. Mereka juga membidik gelar juara utama.(*)

Editor : Heri Sugiarto
SMA DEK Malin Setelah Batu DBL Dance Competition 2026 tari Minangkabau malin kundang