PADEK.JAWAPOS.COM – SMAN 2 Bukittinggi mencetak 19 poin tanpa balas pada kuarter kedua untuk mengalahkan SMAN 1 Payakumbuh dengan skor 39-16 dalam lanjutan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra di GOR Prayoga Padang, Senin (17/8/2026).
Sejak awal pertandingan, SMAN 2 Bukittinggi berusaha mengontrol permainan. Pada kuarter pertama, tim asal Bukittinggi itu unggul 6-2 atas SMAN 1 Payakumbuh.
Momentum kemenangan semakin terlihat pada kuarter kedua. Tim asuhan Ridho Fachrul Fahmi tampil agresif dengan mencetak 19 poin, sementara SMAN 1 Payakumbuh tidak mampu menambah angka.
Keunggulan tersebut membuat SMAN 2 Bukittinggi menutup paruh pertama dengan skor 25-2. Jarak poin yang lebar membuat SMAN 1 Payakumbuh kesulitan mengejar ketertinggalan.
Baca Juga: Lolos ke Fantastic Four, Putri SMAN 1 Solok Ingin Ulang Sejarah Juara DBL 2022 West Sumatra
Memasuki kuarter ketiga, SMAN 1 Payakumbuh mulai menemukan peluang dan menambah lima poin. Namun, SMAN 2 Bukittinggi tetap menjaga kendali permainan dengan skor 27-7 hingga akhir kuarter.
Pada kuarter terakhir, SMAN 2 Bukittinggi kembali tampil efektif dengan mencetak 12 poin. SMAN 1 Payakumbuh menambah sembilan angka, tetapi pertandingan berakhir dengan kemenangan SMAN 2 Bukittinggi 39-16.
Habeil Ghani Handsori menjadi pemain paling produktif dari SMAN 2 Bukittinggi dengan 23 poin, satu assist, dan empat rebound. Arfha Adam Devta turut memberikan kontribusi delapan poin dan lima rebound.
Secara keseluruhan, SMAN 2 Bukittinggi mencatatkan 18 tembakan masuk dari 40 percobaan atau efektivitas 45 persen. Mereka juga mencatat 13 assist dan 12 steal, serta menghasilkan 24 poin dari turnover lawan.
Baca Juga: SMAN 2 Sijunjung Melawan di Kuarter Akhir, SMAN 10 Padang Menang Tipis di DBL 2026 West Sumatra
Pelatih SMAN 2 Bukittinggi Ridho Fachrul Fahmi meminta timnya tidak cepat puas. Menurutnya, para pemain masih harus meningkatkan fokus, kerja sama tim, dan menjaga mental agar tidak terbawa suasana pertandingan.
“Evaluasi mungkin jangan cepat puas. Anak-anak harus lebih fokus lagi, kerja sama timnya ditingkatkan lagi, dan jangan terbawa suasana,” ujar Ridho.
Memasuki babak delapan besar, Ridho menilai persaingan akan semakin ketat karena tim-tim kuat sudah berkumpul. Evaluasi pertandingan pun akan langsung dilakukan sebagai persiapan menghadapi laga berikutnya.
“Besok kami akan evaluasi langsung kesalahan tadi, agar untuk game selanjutnya bisa lebih optimal,” tuturnya.
Sementara itu, pelatih SMAN 1 Payakumbuh Aga Triskano Metinaz menilai faktor mental menjadi salah satu penyebab timnya kehilangan momentum.
Menurutnya, SMAN 1 Payakumbuh sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik sebelum SMAN 2 Bukittinggi mengambil alih permainan pada kuarter kedua.
Baca Juga: Cetak 25 Poin dan 9 Rebound, Gretchel Quinn Bawa SMP Maria Padang ke Final Junior DBL 2026
“Simple saja, kita kena di sisi mental. Terus awal yang baik sebenarnya di kuarter satu. Itulah yang namanya bola bundar. Momentum dapat di mereka di kuarter dua,” kata Aga.
Aga mengakui terlambat mengambil time out menjadi salah satu evaluasi dari pertandingan tersebut. Ke depan, ia berencana memperkuat fisik pemain dan memperbanyak latih tanding menghadapi tim dengan level permainan lebih tinggi.
“Jujur kesalahan saya telat ambil time out. Ke depannya saya akan lebih memperkuat di sisi fisik mereka dan lebih banyak lagi latih tanding, apalagi kita lawan tim-tim yang sekelas, seperti SMAN 2 Bukittinggi,” ujarnya.
Menurut Aga, latih tanding dengan tim-tim besar dan papan atas akan menjadi bagian dari persiapan untuk meningkatkan kualitas permainan SMAN 1 Payakumbuh. Hal itu diharapkan membuat para pemain lebih siap menghadapi tekanan dan persaingan pada pertandingan berikutnya.
Baca Juga: DBL West Sumatra 2026 Mulai 11 Agustus di GOR Prayoga Padang, Ini Cara Beli Tiket dan Masuk Venue
Kemenangan tersebut menjadi modal bagi SMAN 2 Bukittinggi menghadapi persaingan di babak delapan besar Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra.
Sementara bagi SMAN 1 Payakumbuh, pertandingan ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki mental, fisik, dan pengalaman bertanding.(*)
Editor : Heri Sugiarto