PADEK.JAWAPOS.COM – Zahwa Aqilla Fadillah sudah memiliki pengalaman membawa nama Indonesia di ajang renang internasional. Namun, student athlete SMAN 2 Padang itu memilih mencoba olahraga baru dengan menekuni basket dan tampil di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra.
Bagi Zahwa, basket bukan pengganti renang. Ia ingin merasakan pengalaman berbeda, terutama atmosfer pertandingan yang disaksikan banyak penonton.
“Aku punya mimpi bisa mewakili Indonesia di ajang internasional untuk cabor renang,” buka Zahwa.
Sudah Bawa Nama Indonesia di Renang
Nama Zahwa di cabang olahraga renang sudah cukup dikenal melalui sejumlah kejuaraan yang diikutinya. Ia beberapa kali mewakili Indonesia dalam perlombaan renang internasional.
Salah satunya ketika Zahwa tampil pada CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor and Asian Junior Finswimming Competition Southeast Zone.
Ia juga pernah mengikuti Putrajaya Swimathon di Malaysia dengan membawa nama Indonesia.
“Alhamdulillah aku sudah banyak mengikuti berbagai kejuaraan baik tingkat kota maupun internasional, Kak. Aku pernah mengikuti cabor renang mewakili Indonesia di kejuaraan Putrajaya Swimathon yang diselenggarakan di Malaysia. Aku senang banget bisa ikut lomba bawa nama Indonesia,” ungkapnya.
Ingin Rasakan Atmosfer DBL
Di tengah kesibukannya sebagai atlet renang, Zahwa kemudian mencoba olahraga basket. Keputusan tersebut muncul setelah ia menyaksikan pertandingan DBL West Sumatra dari tribun GOR Prayoga Padang pada tahun sebelumnya.
Ia penasaran dengan atmosfer pertandingan basket yang disaksikan banyak orang.
“Karena aku ingin merasakan bagaimana sih rasanya tanding ditonton banyak orang. Apalagi kata teman-teman DBL itu atmosfer perlombaannya berbeda. Benar saja, suasananya benar-benar beda. Pengalaman yang luar biasa,” ujarnya.
Keputusan Zahwa menjajal basket juga mendapat dukungan dari lingkungan olahraga renangnya.
Ia bahkan mempertemukan pelatih renang dan pelatih basketnya untuk membicarakan program latihan agar aktivitas di dua cabang olahraga tersebut tidak mengganggu kondisi tubuhnya.
“Pelatih renang aku kasih dukungan banget. Beliau kasih izin latihan renang ditiadakan dulu biar aku bisa fokus persiapan DBL. Ini juga aku komunikasikan ke pelatih basket Smandoe -sebutan SMAN 2 Padang- kalau aku dapat izin dari pelatih renang,” kenangnya.
Basket Jadi Pengalaman Baru
Zahwa menegaskan keputusannya mencoba basket bukan karena bosan dengan renang. Sejak kecil, ia memang sudah diarahkan untuk menekuni cabang olahraga tersebut.
Baginya, mencoba olahraga baru merupakan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berbeda. Dukungan keluarga juga membuatnya semakin yakin.
“Karena aku ngerasa sayang aja. Hidup sekali dan dunia begitu luas kan rugi kalau kita nggak mencoba sesuatu yang baru. Apalagi keluarga aku juga dukung aku banget,” ceritanya.
Ia bahkan mengenang masa kecilnya yang banyak dihabiskan dengan aktivitas berenang.
“Liburanku waktu kecil itu berenang. Makanya basket ini jadi salah satu olahraga baru aku lah,” tambahnya.
Bidik SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade
Meski kini menjajal basket, Zahwa tetap memiliki mimpi besar di cabang olahraga renang. Ia ingin terus berkembang hingga suatu saat dapat kembali membawa nama Indonesia di panggung internasional.
“Aku punya mimpi suatu saat bisa mewakili Indonesia di ajang SEA Games, Asian Games, bahkan sampai Olimpiade,” terangnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Zahwa telah menyusun tahapan yang ingin dilaluinya.
Target terdekatnya adalah lolos ke PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Setelah itu, ia ingin berjuang untuk SEA AGE atau SEA Games tingkat pelajar.
“Terdekat aku harus lolos ke PON 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kalau lolos PON, aku akan berjuang lagi untuk SEA AGE (SEA Games tingkat pelajar),” tandasnya kepada Tim DBL.id.
Bagi Zahwa, mencoba basket menjadi bagian dari proses untuk mendapatkan pengalaman baru. Sementara di renang, ia tetap menjaga mimpi untuk suatu hari kembali membawa nama Indonesia ke ajang internasional.(*)
Editor : Heri Sugiarto