Thailand vs Vietnam di Final ASEAN Hyundai Cup 2026, Patrik Gustavsson Serukan Perlawanan Sengit

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Patrik Gustavsson penyerang Thailand siap hadapi Vietnam di final ASEAN Hyundai Cup 2026 yang akan berlangsung di Stadion Rajamangala Bangkok. (Foto: aseanutdfc.com)
Patrik Gustavsson penyerang Thailand siap hadapi Vietnam di final ASEAN Hyundai Cup 2026 yang akan berlangsung di Stadion Rajamangala Bangkok. (Foto: aseanutdfc.com)

PADEK.JAWAPOS.COM— Penyerang Thailand, Patrik Gustavsson, menyerukan perjuangan maksimal kepada rekan-rekannya saat menghadapi Vietnam pada final ASEAN Hyundai Cup 2026. Gustavsson ingin memanfaatkan pengalaman kekalahan dari Vietnam pada final edisi 2024 sebagai motivasi untuk merebut gelar juara.

Thailand akan menjamu Vietnam pada leg pertama final di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22/8/2026) pukul 20.00 WIB. Kedua tim kemudian bertemu kembali pada leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026) pukul 20.00 WIB.

Final tahun ini menjadi pertemuan ketiga secara beruntun antara Thailand dan Vietnam dalam perebutan gelar kompetisi sepak bola utama Asia Tenggara tersebut. Thailand menjadi juara pada 2022, sedangkan Vietnam merebut trofi pada 2024 setelah mengalahkan Thailand dengan agregat 5-3.

Gustavsson masih mengingat kegagalan Thailand pada final 2024. Saat itu, Thailand kalah 1-2 pada leg pertama sebelum kembali takluk 2-3 pada leg kedua.

Baca Juga: Bintang Timnas Indonesia Mitchell Baker Masuk Daftar Kandidat Pemain Terbaik NCAA 2026

Menurut Gustavsson, pengalaman tersebut memberikan pelajaran penting bagi timnya.

“Kami bisa belajar dari kesalahan yang kami lakukan di turnamen sebelumnya dan menggunakannya di sini. Tim yang paling sedikit melakukan kesalahan dalam turnamen ini adalah tim yang mampu melaju jauh,” kata Gustavsson, dikutip dari laman resmi ASEAN United FC, Jumat (21/8/2026).

Penyerang berusia 25 tahun itu menegaskan Thailand harus berani menghadapi permainan Vietnam secara langsung.

“Saya sudah dua kali menghadapi Vietnam di final dan kalah dua kali. Kami harus masuk ke duel dan bertarung karena mereka tahu bagaimana bermain melawan kami, dan kami harus menghadapi permainan mereka dengan cara yang sama.”

Thailand memburu gelar kedelapan

Thailand datang ke final dengan status sebagai negara tersukses dalam sejarah kompetisi. Tim Gajah Perang telah mengoleksi tujuh gelar dan empat kali menjadi runner-up.

Thailand memastikan tempat di final setelah menyingkirkan Singapura dengan agregat 4-3 pada semifinal. Mereka menang 3-1 pada leg pertama, kemudian kalah 1-2 pada leg kedua di Bangkok.

Sementara itu, Vietnam melaju ke partai puncak setelah menyingkirkan Malaysia dengan agregat 4-0. Vietnam menang 2-0 pada leg pertama dan kembali meraih kemenangan dengan skor yang sama pada leg kedua di Hanoi.

Bagi Gustavsson, tekanan untuk memenangkan turnamen merupakan bagian dari tuntutan sebagai pemain Thailand.

Ia mengatakan dirinya memiliki ambisi pribadi untuk tampil di pertandingan final dan memenangkan trofi. Karena itu, pemain kelahiran Swedia tersebut berusaha mengesampingkan tekanan eksternal dan fokus membawa Thailand menjadi juara.

“Jika kami memenangkan trofi, kami membuat banyak orang bangga. Itulah tujuan kami dan alasan kami bermain sepak bola.”

Gustavsson Kembali Setelah Cedera Serius

Final ASEAN Hyundai Cup 2026 juga menjadi bagian dari proses kebangkitan Gustavsson setelah mengalami cedera serius.

Gustavsson menjalani debut bersama Thailand pada September 2024 di bawah asuhan pelatih Masatada Ishii. Ia langsung memberikan kontribusi dengan mencetak delapan gol dalam 11 penampilan pertamanya untuk Thailand.

Baca Juga: Target Gelar ke-21 Dimulai, Manchester United Hadapi Hull City, Sesko Kembali, Rashford Tanda Tanya

Namun, perkembangan karier internasionalnya terganggu cedera robek ligamen anterior cruciate ligament (ACL) yang dialaminya ketika membela klub pada Maret 2025.

Cedera tersebut membuatnya harus menjalani masa pemulihan panjang. Ia baru kembali memperkuat Thailand pada fase gugur ASEAN Hyundai Cup 2026.

Gustavsson mengaku ingin kembali mendapatkan kepercayaan diri dan performa terbaiknya secara bertahap.

“Senang bisa mencetak gol dan membantu tim. Semoga saya bisa mendapatkan perasaan itu kembali, terus tampil baik, dan membangun semuanya selangkah demi selangkah. Pada akhirnya, semuanya bermuara pada kepercayaan diri.”

Perjalanan Gustavsson dari Swedia ke Thailand

Gustavsson lahir di Oxelösund, Swedia. Ia mulai bermain sepak bola di klub lokal sebelum bergabung dengan akademi Åtvidabergs dan menembus tim utama pada 2018.

Pada 2021, ia pindah ke IF Sylvia. Setahun kemudian, kariernya berlanjut ke Thailand setelah direkrut klub Thai League 1, BG Pathum United.

Keputusannya berkarier di Thailand juga dipengaruhi latar belakang keluarganya. Sang ibu memperkenalkannya dengan bahasa dan budaya Thailand sejak kecil.

Gustavsson mengakui proses beradaptasi dengan kehidupan di Thailand tidak mudah. Selain bahasa dan budaya, kondisi cuaca serta karakter permainan juga menjadi tantangan tersendiri.

Ia bahkan menggambarkan bermain selama 90 menit di Thailand seperti bermain di sauna karena panas dan kelembapan yang tinggi.

Baca Juga: Preview Espanyol vs Real Madrid: Tchouameni Kembali, Cabrera Absen

Meski demikian, empat tahun setelah pindah dari Swedia, Gustavsson mengaku semakin mencintai kehidupannya di Thailand.

Kini, ia berharap proses panjang tersebut berujung pada trofi bersama Thailand.

Thailand dan Vietnam akan kembali menentukan siapa penguasa sepak bola Asia Tenggara melalui final dua leg ASEAN Hyundai Cup 2026. Bagi Gustavsson, duel tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperbaiki kegagalan dua tahun lalu dan membantu Thailand mengejar gelar kedelapan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
ASEAN Hyundai Cup 2026 final ASEAN Hyundai Cup Patrik Gustavsson Thailand vs Vietnam timnas thailand