Tijjani Reijnders Jadi Kekuatan Baru Al Qadsiah, Siap Langsung Debut Kontra Al Ittihad

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:39 WIB
Tijjani Reijnders berlatih bersama rekan satu tim barunya di Al Qadsiah jelang laga melawan Al Ittihad pada lanjutan Liga Arab Saudi musim 2026/2027.(Foto: X @Alqadsiah)
Tijjani Reijnders berlatih bersama rekan satu tim barunya di Al Qadsiah jelang laga melawan Al Ittihad pada lanjutan Liga Arab Saudi musim 2026/2027.(Foto: X @Alqadsiah)

PADEK.JAWAPOS.COM — Tijjani Reijnders menjadi nama besar terbaru yang bergabung dengan Liga Arab Saudi musim 2026/2027 setelah meninggalkan Manchester City untuk memperkuat Al Qadsiah. Gelandang Timnas Belanda itu diproyeksikan menjalani debut saat Al Qadsiah menjamu Al Ittihad pada Sabtu (22/8/2026) pukul 01.00 dini hari WIB.

Al Qadsiah resmi mengontrak Reijnders dengan durasi lima tahun dengan nilai kontrak dikabarkan mencapai £52 juta ($70 juta). Kepindahan tersebut menjadi langkah baru bagi pemain berusia 28 tahun itu setelah hanya satu musim membela Manchester City.

Kini, Reijnders di Al Qadsiah akan di dilatih oleh Brendan Rodgers yang pernah menangani Liverpool, Leicester dan Celtic.

Ketika bersama Manchester City, Reijnders mencatatkan 50 penampilan dan tujuh gol di seluruh kompetisi. Ia juga membantu klub meraih Piala FA dan Carabao Cup pada musim 2025/2026.

"Dua final di Wembley dan musim yang akan selalu saya kenang. Terima kasih, City," tulisnya di Instagram ketika resmi pindah ke Al Qadsiah.

Kehadiran Reijnders diharapkan semakin memperkuat Al Qadsiah yang sedang membangun diri sebagai salah satu tim dengan permainan menyerang paling dinamis di RSL di bawah pelatih Brendan Rodgers.

Reijnders Punya Kemampuan Memecah Lini

Salah satu kekuatan Reijnders adalah kemampuannya membawa bola melewati lini pertahanan dan lini tengah lawan.

Pada musim terakhirnya bersama AC Milan sebelum pindah ke Manchester City, Reijnders tercatat memecah lini pertahanan sebanyak 47 kali, terbanyak dibanding pemain lain di Serie A. Ia juga mencatat 147 kali pemecahan lini tengah, yang menempatkannya di posisi ketujuh.

Baca Juga: Al Riyadh vs Al Nassr: Cristiano Ronaldo Siap Tampil, Lanjutkan Start Sempurna Era Ange Postecoglou

Reijnders sebelumnya menggambarkan dirinya sebagai gelandang box-to-box yang senang terlibat dalam pembangunan serangan dari belakang, kemudian mengalirkan bola kepada pemain depan dan menciptakan peluang.

Karakter tersebut berpotensi cocok dengan gaya permainan Al Qadsiah yang mengandalkan penguasaan bola.

Kuat dalam Membawa Bola

Reijnders juga memiliki kemampuan progresif ketika membawa bola.

Pada musim terakhirnya di AC Milan, dia mencatat 561 kali membawa bola. Jumlah tersebut hanya dilampaui empat pemain di Serie A, dengan tiga di antaranya merupakan bek tengah.

Dari total tersebut, 275 aksi membawa bola dikategorikan progresif. Rata-rata jarak setiap aksinya hampir mencapai 12 meter.

Kemampuan tersebut membuat Reijnders memiliki karakter berbeda dari gambaran gelandang tengah dominan yang biasanya mengandalkan kekuatan fisik.

Di Al Qadsiah, Reijnders akan berada dalam tim yang memiliki kecenderungan menguasai bola. Kondisi itu dinilai sesuai dengan gaya bermainnya yang mengutamakan dominasi melalui penguasaan bola dan sepak bola menyerang.

Ancaman dari Lini Kedua

Reijnders juga mampu memberikan kontribusi melalui gol dan assist.

Dalam dua musim bersama AC Milan, ia mencetak 19 gol dan sembilan assist. Sementara pada musim lalu bersama Manchester City, ia mencatat tujuh gol dan delapan assist dari 47 penampilan.

Pada musim terakhirnya di Milan, Reijnders mencetak 10 gol di Serie A. Ia juga menjadi pemain nonpenyerang dengan jumlah tembakan terbanyak di kompetisi tersebut, yakni 77 tembakan.

Baca Juga: Arsenal vs Coventry Buka Premier League 2026/27, Arteta Bidik Kemenangan ke-150

Kemampuan melakukan pergerakan dari lini tengah menuju kotak penalti menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian Pep Guardiola ketika Reijnders masih memperkuat Manchester City.

Reijnders juga menjadi bagian dari skuad Belanda pada Piala Dunia 2026. Gelandang itu tampil sebagai starter dalam tiga pertandingan fase grup, masing-masing saat Belanda menghadapi Jepang, Swedia, dan Tunisia.

Belanda kemudian menghadapi Maroko pada babak 32 besar. Reijnders berada di bangku cadangan dan tidak dimainkan dalam pertandingan tersebut. Belanda akhirnya tersingkir setelah kalah melalui adu penalti.

Kini, Reijnders akan menghadapi tantangan pertamanya bersama Al Qadsiah. Debutnya berpotensi terjadi ketika tim asuhan Brendan Rodgers menjamu Al Ittihad, juara Liga Saudi musim 2024/2025, yang dperkuat penyerang asal Maroko, Youssef En-Nesyri.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Liga Arab Saudi 2026/2027 Al Qadsiah vs Al Ittihad tijjani reijnders Al Qadsiah