420 Atlet Ramaikan Festival Archery Merdeka, Payakumbuh Genjot Sport Tourism

Hendra Efison • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:41 WIB
Festival Archery Merdeka 2026 diikuti 420 atlet dari luar Sumbar, hadirkan sekitar 1.000 orang dan dorong Payakumbuh menjadi destinasi sport tourism.
Festival Archery Merdeka 2026 diikuti 420 atlet dari luar Sumbar, hadirkan sekitar 1.000 orang dan dorong Payakumbuh menjadi destinasi sport tourism.

PADEK.JAWAPOS.COM— Sebanyak 420 atlet dari berbagai daerah meramaikan Festival Archery Merdeka 2026 di Lapangan Kampus Universitas Andalas (Unand) Payakumbuh, Sabtu (22/8/2026).

Peserta tidak hanya berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera Barat, tetapi juga datang dari luar provinsi seperti Dumai, Riau, Jambi, hingga Aceh. Kehadiran atlet, ofisial, dan pendamping keluarga membuat total orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar 1.000 orang.

Kondisi itu dinilai menjadi peluang bagi Kota Payakumbuh untuk memperkuat sektor sport tourism. Aktivitas para peserta dan pendamping selama kejuaraan turut memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah.

420 Atlet dari Berbagai Daerah

Festival Archery Merdeka 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, mewakili Wali Kota Zulmaeta.

Elzadaswarman mengatakan Pemko Payakumbuh menyambut baik penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, event olahraga tidak hanya menjadi wadah pembinaan atlet muda, tetapi juga membuka peluang bagi Payakumbuh menjadi lokasi penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.

"Pemerintah Kota Payakumbuh menyambut baik dan mendukung penuh perhelatan ini. Selain menjadi wadah pembinaan talenta muda sejak usia dini, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya kita menjadikan Payakumbuh sebagai kota tujuan penyelenggaraan berbagai iven olahraga berskala nasional," ujar Elzadaswarman.

Ia menilai kedatangan peserta dari luar daerah memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Sektor jasa akomodasi, kuliner, hingga UMKM lokal menjadi bagian yang berpotensi menerima manfaat dari aktivitas selama kejuaraan.

Payakumbuh Bidik Sport Tourism

Menurut Elzadaswarman, pemerintah daerah terbuka untuk memfasilitasi kegiatan olahraga serupa pada skala yang lebih besar. Bahkan, Pemko Payakumbuh menyatakan siap menjadi tuan rumah ajang panahan tingkat nasional berikutnya, seperti Battle of Turtles (BOT) yang digagas Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI).

Festival Archery Merdeka 2026 sendiri digelar melalui kolaborasi Fakultas Peternakan Unand Payakumbuh, Unit Keolahragaan (UKO), Nusaibah Sunnah Sport Academy (NUSA), dan KPBI.

Kompetisi tersebut menggunakan 25 target atau bantalan panahan dengan jarak tembak mulai 5 meter untuk kategori anak-anak hingga 50 meter bagi kategori dewasa. Peserta termuda dalam kejuaraan itu tercatat berusia 4 tahun.

Perwakilan panitia dari Klub NUSA, Umi Atikah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan olahraga sunnah dan terukur sejak usia dini.

Melalui keberlanjutan kolaborasi komunitas olahraga, akademisi, dan pemerintah daerah, Payakumbuh berharap semakin banyak event olahraga digelar di daerah tersebut. Selain melahirkan atlet berprestasi, agenda itu diharapkan memperkuat daya tarik Payakumbuh sebagai destinasi sport tourism.(*)

Editor : Hendra Efison
sport tourism Payakumbuh Festival Archery Merdeka 2026 420 atlet Payakumbuh panahan Payakumbuh event olahraga Payakumbuh