PADEK.JAWAPOS.COM — SMA Don Bosco Padang berhasil merebut gelar juara sektor putri Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra setelah menundukkan juara bertahan SMA Adabiah 2 Padang dengan skor 49-41 pada partai final di GOR Prayoga Padang, Sabtu (22/8/2026).
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri dominasi Adabiah 2 Padang dalam dua musim terakhir. Dalam dua final sebelumnya, Don Bosco selalu gagal mengatasi Adabiah 2. Kali ini, Don Bosco mampu membalikkan catatan tersebut dan membawa pulang trofi juara.
Pelatih tim putri SMA Don Bosco Padang, Annisadila D, mengaku lega sekaligus senang setelah anak asuhnya berhasil mengubah sejarah. Ia menyebut gelar tersebut sebagai awal era baru bagi tim putri Don Bosco.
“Saya senang banget karena akhirnya saya bisa mengubah sejarah kembali. Welcome to new era for DB Putri, ini yang kami tunggu-tunggu,” ujar Annisadila.
Menurut Annisadila, Don Bosco sempat kehilangan fokus dalam pertandingan. Namun, kepercayaan kepada pemain dan tujuan yang sama membuat timnya kembali menemukan permainan terbaik.
“Memang anak-anak sempat blank, tapi saya yakin sama mereka dan saya berikan energi ke mereka. Mereka pun tujuannya satu, sehingga akhirnya mereka bisa mencapai champion ini,” katanya.
Annisadila juga menilai gelar juara tersebut merupakan hasil perjuangan seluruh pemain yang tampil maksimal sepanjang pertandingan.
“Jadi mereka fight semua,” tegasnya.
Adabiah 2 Sempat Pangkas Jarak Jadi Dua Poin
Di kubu lawan, pelatih putri SMA Adabiah 2 Padang, Afri Kanady, mengakui timnya memang memasang target untuk kembali menjadi juara. Namun, sejumlah momentum penting tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik.
“Target kita sebenarnya untuk juara kembali. Anak-anak sudah main bagus, tapi ada beberapa momentum tadi kurang fokus,” ujar Afri.
Adabiah 2 sempat memiliki peluang untuk mengubah jalannya pertandingan setelah memangkas selisih menjadi hanya dua poin. Namun, kondisi fisik dan hilangnya konsentrasi membuat momentum tersebut kembali terlepas.
“Kita sudah sempat mengejar margin dua angka. Mungkin karena kelelahan atau capek tidak fokus, makanya margin menjauh lagi menjadi delapan angka. Padahal momentum itu seharusnya kita ambil,” katanya.
Setelah itu, Adabiah 2 tidak mampu kembali mengejar hingga pertandingan berakhir. Meski gagal mempertahankan gelar, Afri tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya.
“Pada dasarnya kita tetap syukuri apa yang sudah diperjuangkan anak-anak. Usaha dan kerja keras mereka sudah maksimal,” tuturnya.
Afri mengakui posisi runner-up tetap mengecewakan. Namun, hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Adabiah 2 untuk menghadapi musim berikutnya.
“Juara dua memang mengecewakan, tetapi kita akan berusaha di tahun depan. Semoga kita bisa champion kembali,” pungkasnya.
Don Bosco Konsisten Menjaga Keunggulan
Pertandingan final berlangsung ketat sejak kuarter pertama. Don Bosco membuka laga dengan keunggulan tipis 11-9.
Memasuki kuarter kedua, Don Bosco mampu memperlebar jarak. Mereka menutup paruh pertama pertandingan dengan keunggulan 25-18.
Adabiah 2 kemudian berusaha mengejar pada kuarter ketiga. Namun, Don Bosco tetap mampu menjaga permainan dan mempertahankan keunggulan 35-27 hingga akhir kuarter tersebut.
Pada kuarter terakhir, kedua tim sama-sama mencetak 14 poin. Don Bosco pun tetap unggul dan menutup pertandingan dengan skor 49-41.
Rahma Aura Putri menjadi motor kemenangan Don Bosco dengan torehan 19 poin, satu assist, dan empat rebound. Tamara Patricia Benny juga tampil impresif dengan 16 poin, 13 rebound, dan tiga assist.
Sementara itu, Humaira Chairunnisa menjadi pencetak angka terbanyak Adabiah 2 dengan 17 poin dan 14 rebound. Nadhifa Zhufaira menyusul dengan 12 poin, tiga assist, dan dua rebound.
Bagi Don Bosco, gelar juara ini menjadi pembuktian setelah dua musim berturut-turut harus mengakui keunggulan Adabiah 2 di partai final. Kini, mereka berhasil membalas kekalahan tersebut sekaligus membawa pulang trofi juara sektor putri Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra.(*)
Editor : Heri Sugiarto