PADEK.JAWAPOS.COM — Debut Andoni Iraola sebagai pelatih Liverpool di Premier League nyaris berakhir dengan kekalahan sebelum Dominik Szoboszlai menjadi penyelamat. Penalti Szoboszlai pada menit ke-90+9 mengubah skor menjadi 2-2 melawan Newcastle United di St James’ Park, Minggu (23/8/2026).
Penalti tersebut menjadi tendangan terakhir pertandingan. Szoboszlai melepaskan eksekusi keras ke pojok atas gawang Newcastle. Lukas Hornicek bergerak ke arah yang tepat, tetapi tidak mampu menghentikan bola.
Newcastle lebih dulu membuka keunggulan pada menit kelima melalui Anthony Elanga. Dalam serangan balik cepat, William Osula membawa bola sebelum mengirimkan umpan kepada Elanga yang berlari di sisi kanan. Elanga kemudian melepaskan tembakan rendah ke sudut jauh untuk membawa Newcastle unggul 1-0.
Liverpool berusaha merespons. Pada menit ke-18, Florian Wirtz mendapat peluang dari dalam kotak penalti, tetapi Hornicek melakukan penyelamatan untuk menggagalkan tembakannya.
Liverpool mencatat 10 tembakan berbanding lima milik Newcastle setelah 40 menit pertandingan, tetapi hanya satu tembakan Liverpool yang mengarah ke gawang. Newcastle mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Liverpool akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-54. Cody Gakpo menerima bola setelah bergerak dari sisi kiri dan menemukan ruang di antara lini tengah serta pertahanan Newcastle sebelum melepaskan tembakan ke sudut jauh.
Namun, skor 1-1 hanya bertahan tiga menit. Joe Willock yang baru masuk sebagai pemain pengganti membawa Newcastle kembali unggul pada menit ke-57.
Gol tersebut diawali pergerakan Yoane Wissa yang melewati tiga pemain Liverpool sebelum memberikan umpan kepada Willock. Sang gelandang kemudian bergerak ke dalam dan melepaskan tembakan dari sekitar 20 yard. Bola membentur tiang jauh sebelum masuk ke gawang Alisson.
Newcastle memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan pada menit ke-68. Lewis Hall mengirim umpan silang mendatar ke arah Wissa, tetapi penyerang Newcastle tersebut gagal menyentuh bola meski berada dalam posisi yang menguntungkan di depan gawang.
Liverpool kemudian memperoleh peluang melalui Alexander Isak pada menit ke-70. Gakpo mengarahkan bola ke jalur Isak di dalam kotak penalti, tetapi tembakan penyerang Liverpool itu melambung tinggi.
Newcastle tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga memasuki masa tambahan waktu. Liverpool menguasai bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Drama terjadi pada menit ke-90+5. Liverpool mendapatkan penalti setelah Victor Muñoz dijatuhkan Lewis Hall di dalam kotak penalti. Stuart Attwell langsung menunjuk titik putih dan keputusan tersebut tidak dibatalkan setelah pemeriksaan VAR.
Szoboszlai kemudian maju sebagai eksekutor. Pada menit ke-90+9, ia melepaskan tendangan keras ke pojok atas gawang untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Usai pertandingan, Szoboszlai mengungkapkan tekanan besar yang dirasakannya saat mengambil penalti di hadapan suporter Newcastle.
“Saya bahkan tidak mendengar peluit dari wasit. Saya harus melihatnya untuk mengetahui kapan waktunya mengambil penalti. Ada 50.000 orang melawan saya, Anda tidak bisa mendengar suara Anda sendiri,” kata Szoboszlai kepada Sky Sports.
Szoboszlai menilai pertandingan di markas Newcastle selalu sulit, terutama karena laga tersebut merupakan pertandingan pertama musim.
“Datang ke sini selalu menjadi pertandingan yang sulit, terutama pertandingan pertama musim. Mereka memiliki tim yang hebat, manajer yang bagus. Kami harus mengambil sisi positif dari pertandingan ini dan melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Gelandang Liverpool itu juga mengakui timnya sebenarnya memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan.
“Saya merasa kami bisa menang, tetapi itulah sepak bola. Anda tidak menang dengan mudah di Premier League dan mereka mencetak dua gol dari transisi,” kata Szoboszlai.
Ia menegaskan Liverpool harus belajar untuk tidak menyerah dan terus berjuang hingga pertandingan berakhir.
“Kami belajar bahwa kami tidak akan pernah menyerah, kami harus berjuang. Semua orang yang masuk dari bangku cadangan bisa memberikan dampak,” tuturnya.
Sementara itu, Iraola menilai Liverpool tidak layak menelan kekalahan meski timnya memiliki lebih banyak peluang tapi gagal memanfaatkannya pada babak pertama.
“Saya rasa kami tidak pantas kalah. Saya yakin kami memiliki lebih banyak peluang. Pada babak pertama, kami tidak menyelesaikan apa pun. Kami memiliki banyak bola di sekitar area penalti,” kata Iraola usai laga.
Iraola juga menyoroti kontribusi para pemain pengganti yang memberikan energi bagi Liverpool.
“Para pemain yang datang dari bangku cadangan memberi kami energi. Dengan cara kami ingin bermain, tidak ada yang akan mampu bertahan selama 90 menit. Karena itu, kami membutuhkan energi dari bangku cadangan,” ungkapnya.
Mengenai dua gol Newcastle, Iraola menilai gol pertama sulit dipertahankan karena kecepatan Elanga. Namun, ia menganggap gol kedua lebih mudah untuk dicegah.
“Gol pertama sulit untuk dipertahankan. Elanga sangat cepat, mungkin kami seharusnya mencetak gol sendiri. Gol kedua lebih mudah dipertahankan. Mungkin kami seharusnya memiliki lebih banyak pemain, mungkin melakukan pelanggaran,” kata Iraola.
Iraola juga mengakui Newcastle merupakan salah satu tim tercepat di liga. “Newcastle adalah salah satu tim tercepat di liga,” tuturnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto