PADEK.JAWAPOS.COM — Manchester City akan bertandang ke markas Crystal Palace pada pekan kedua Premier League 2026/27. Laga di Selhurst Park ini menjadi ujian pertama Pierre Sage di kandang sebagai Pelatih Crystal Palace sekaligus kesempatan bagi Enzo Maresca untuk membawa The Citizens meraih kemenangan kedua secara beruntun.
Pertandingan Crystal Palace vs Manchester City yang disiarkan live streaming Vidio dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 20.00 BST atau Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 02.00 WIB di Selhurst Park, London.
Manchester City datang dengan modal kemenangan 2-1 atas Bournemouth pada pekan pembuka. Sempat tertinggal akibat gol Marcus Tavernier, City membalikkan keadaan melalui Marc Guéhi dan Joško Gvardiol.
Maresca menilai timnya terus berkembang dalam memahami pola permainan yang diinginkannya. Pelatih asal Italia itu mengatakan skuad City sudah cukup dekat untuk memahami taktiknya secara menyeluruh.
Salah satu indikator yang disorot Maresca adalah kemampuan City dalam melakukan pressing. Saat menghadapi Bournemouth, City disebut berhasil merebut kembali 76 persen penguasaan bola melalui pressing.
Menurut Maresca, angka tersebut menunjukkan para pemain mulai memahami cara bertahan dan melakukan tekanan sesuai konsep yang diinginkannya. Namun, dia menyadari tidak semua situasi pertandingan dapat dikontrol.
City harus beradaptasi dengan kondisi skuad yang mengalami perubahan pada awal era Maresca. Kehadiran pemain yang terlambat setelah Piala Dunia 2026 serta aktivitas transfer membuat sang pelatih harus mencari solusi dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Salah satu solusi terlihat ketika Marc Guéhi dimainkan dalam peran gelandang bertahan saat menghadapi Bournemouth. Maresca menyebut Guéhi sebagai opsi tambahan di lini tengah dan tidak menutup kemungkinan kembali menggunakan peran tersebut saat menghadapi mantan klubnya di Selhurst Park.
Haaland Jadi Salah Satu Pemimpin City
Erling Haaland menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan menjelang pertandingan. Selain perannya sebagai ujung tombak, Maresca menyebut Haaland sebagai salah satu kapten Manchester City bersama Ruben Dias.
Maresca mengatakan City memiliki sejumlah pemain berpengalaman dan pemimpin di dalam skuad. Dengan bursa transfer yang masih menyisakan beberapa hari, ia berharap klub dapat menambah satu atau dua sosok yang juga mampu masuk ke kelompok kepemimpinan.
“Sekarang kami harus menunggu empat atau lima hari lagi untuk melihat apakah kami bisa menambahkan satu atau dua kapten lagi bersama Ruben dan Erling, yang merupakan kapten,” kata Maresca dalam konferensi pers, Kamis (27/8/2026) waktu setempat.
Haaland juga memiliki kenangan positif saat Manchester City terakhir kali bertandang ke Selhurst Park pada pertemuan Premier League musim sebelumnya. City menang 3-0, dengan Haaland mencetak dua gol dan Phil Foden menyumbang satu gol.
Namun, belum dipastikan apakah Haaland akan menjadi starter dalam pertandingan kali ini.
Maresca Waspadai Crystal Palace
Maresca memperkirakan pertandingan di Selhurst Park tidak akan mudah. Ia menilai Palace merupakan tim yang sulit dihadapi, terlebih dengan kehadiran Pierre Sage sebagai manajer baru.
“Laga tandang melawan Palace selalu rumit. Lapangannya menantang, timnya bagus—dan ada manajer baru yang datang,” kata Maresca.
Ia juga menilai pola permainan Palace sudah terlihat sejak pramusim dan pertandingan pertama mereka. Menurutnya, gaya tersebut memiliki kemiripan dengan pendekatan Oliver Glasner, manajer Palace sebelumnya.
Manchester City juga memiliki catatan positif dalam pertemuan dengan Palace. City hanya dua kali kalah dalam 22 pertandingan Premier League terakhir melawan Palace, dengan 15 kemenangan dan lima hasil imbang. City juga belum kalah di Selhurst Park pada kompetisi liga sejak April 2015.
Namun, Palace mengawali Premier League 2026/27 dengan kekalahan 0-2 dari Everton.
Debut Kandang Pierre Sage
Pertandingan melawan Manchester City akan menjadi penampilan pertama Pierre Sage sebagai manajer Crystal Palace di Selhurst Park.
Sage mengakui momen tersebut akan terasa istimewa, tetapi ia lebih mengutamakan hasil pertandingan daripada sorotan terhadap dirinya.
“Saya pikir ini akan menjadi momen yang luar biasa, tetapi saya lebih memilih memiliki momen luar biasa dengan kabar baik di akhir pertandingan,” ujar Sage.
Ia mengatakan hal terpenting adalah tim dan hasil pertandingan karena seluruh persiapan dilakukan untuk membuat pendukung Palace bahagia.
Sage menggambarkan Selhurst Park sebagai stadion yang memiliki sejarah dan tanggung jawab besar bagi dirinya sebagai manajer. Ia mengaku tidak sabar melihat atmosfer kandang Palace secara langsung.
Sebelumnya, debut kompetitif Sage sebagai manajer Palace berakhir dengan kekalahan 0-2 dari Everton. Ia menilai timnya memiliki peluang pada babak pertama, tetapi tidak mampu memanfaatkannya secara efektif.
Menurut Sage, Palace harus meningkatkan kemampuan dalam menciptakan sekaligus menyelesaikan peluang. Ia juga menilai timnya harus memiliki kepercayaan diri lebih besar untuk mempertahankan permainan positif seperti yang mereka tunjukkan pada babak pertama.
Sage Siapkan Pendekatan untuk Redam City
Sage menyadari menghadapi Manchester City membutuhkan pendekatan khusus. Ia menyebut dua opsi utama, yakni membatasi ruang yang tersedia bagi City dan memotong jalur umpan sedini mungkin.
Namun, ia menegaskan Palace tidak ingin hanya bertahan. Menurutnya, ketika menghadapi tim yang mampu menguasai permainan seperti City, Palace harus memanfaatkan setiap kesempatan saat menguasai bola dan berani menyerang.
Sage juga menilai pendekatan agresif dapat memengaruhi psikologi pertandingan. Jika Palace mampu menciptakan masalah bagi City saat menyerang, jalannya pertandingan dapat berubah.
“Kami bukan korban. Kami ingin berada di kepala lawan,” kata Sage.
Sage pun memberikan penilaiannya terhadap Maresca. Menurutnya, gaya Maresca berbeda dengan Pep Guardiola, tetapi keduanya memiliki hubungan dari masa ketika Maresca bekerja di Manchester City saat Guardiola menjadi pelatih.
Sage menilai Maresca memiliki pengalaman sebagai pemain maupun pelatih dan memahami lingkungan Manchester City. Ia juga menyebut keputusan City memilih Maresca sebagai penerus Guardiola tentu didasarkan pada profil dan kemampuan sang pelatih.
Kondisi Skuad Manchester City
Maresca memastikan Jérémy Doku tidak tersedia untuk pertandingan melawan Crystal Palace. Sementara itu, Matheus Nunes juga belum berada dalam kondisi 100 persen.
Di sisi lain, rekrutan baru Ayyoub Bouaddi tersedia untuk pertandingan. Maresca menyatakan Bouaddi dalam kondisi fit setelah sebelumnya berlatih bersama klub lamanya.
Elliot Anderson disebut hanya mengalami kram saat kemenangan 2-1 atas Bournemouth dan tersedia untuk pertandingan.
Rayan Cherki turut menjadi perhatian setelah memberikan dua assist dari bangku cadangan ketika City mengalahkan Bournemouth. Maresca menilai Cherki memiliki kualitas berbeda dan dapat memberikan kreativitas di sepertiga akhir lapangan.
Manchester City masih berupaya membentuk skuad ideal di bawah Maresca. Sang pelatih mengatakan komposisi idealnya adalah dua pemain untuk setiap posisi agar terjadi persaingan sehat, ditambah sekitar tiga atau empat pemain akademi.
Menurut Maresca, City saat ini memiliki sekitar 21 atau 22 pemain, termasuk tiga atau empat pemain akademi. Dengan potensi menjalani 60 hingga 65 pertandingan sepanjang musim, ia menilai jumlah pemain tersebut masih dapat membutuhkan penyesuaian.
Dengan dua tim yang sama-sama berada dalam era baru, pertandingan di Selhurst Park menjadi ujian penting. City datang dengan kemenangan pada pekan pertama, sedangkan Palace berusaha merespons kekalahan dari Everton sekaligus memberikan kemenangan perdana kepada Sage di hadapan pendukungnya sendiri.(*)
Prediksi Susunan Pemain (Starting XI)
Crystal Palace: Henderson; Canvot, Richards, Tomiyasu; Munoz, Wharton, Kamada, Mitchell; McNeil, Nketiah; Mateta.
Manchester City: Donnarumma; Lewis, Khusanov, Dias, Gvardiol; Kovacic, Guehi; Foden, O’Reilly, Semenyo; Haaland.
Editor : Heri Sugiarto