PON Beladiri Ditunda, Atlet Sumbar Bisa Fokus Gaspol di Porprov XVI

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:48 WIB
Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr Septri.
Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr Septri.

PADEK.JAWAPOS.COM — Penundaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri dari Oktober 2026 ke 2027 menjadi keuntungan tersendiri bagi atlet Sumatera Barat. Atlet yang diproyeksikan tampil di PON Beladiri kini bisa lebih fokus mengejar prestasi pada Porprov XVI Sumbar yang tetap digelar 2-14 Oktober 2026.

Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, menyambut positif perubahan kalender tersebut. Menurutnya, penundaan PON Beladiri membuat atlet tidak perlu menghadapi dua agenda besar dalam waktu yang berdekatan.

“Pengunduran jadwal ini akan menguntungkan bagi atlet Sumbar yang akan berlaga di Porprov XVI Sumbar,” ujar Septri, Rabu (2/9/2026).

Atlet Sumbar Tak Lagi Bagi Fokus

Sebelum keputusan penundaan ditetapkan, atlet yang masuk persiapan PON Beladiri harus bersiap menghadapi Porprov XVI dengan jadwal yang berdekatan.

Kondisi tersebut berpotensi membuat konsentrasi atlet terbelah. Program latihan, pemulihan fisik, hingga strategi pertandingan harus disiapkan untuk menghadapi dua kompetisi sekaligus.

Dengan PON Beladiri dialihkan ke 2027, tekanan tersebut kini berkurang. Atlet dapat mencurahkan kemampuan terbaiknya untuk Porprov XVI terlebih dahulu.

Setelah Porprov selesai, program pembinaan dapat kembali diarahkan untuk menghadapi PON Beladiri 2027. Pelatih juga memiliki waktu lebih panjang untuk mengevaluasi penampilan atlet dan membenahi kelemahan yang ditemukan selama Porprov.

PON Beladiri Dialihkan ke 2027

KONI Pusat menetapkan pengalihan PON Beladiri melalui surat Nomor 680/BPP/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026. Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.

Sebelumnya, Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah PON Beladiri yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026.

Namun, kesiapan fasilitas pertandingan menjadi salah satu kendala. Sejumlah venue terdampak gempa pada 16 Juni 2026 sehingga membutuhkan renovasi sebelum dapat digunakan.

Selain kondisi venue, kemampuan anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara turut menjadi pertimbangan KONI Pusat.

Opsi pemindahan tuan rumah sempat dipertimbangkan. Namun, waktu yang tersisa dinilai terlalu singkat untuk menyiapkan lokasi pengganti.

KONI Pusat akhirnya memutuskan mengalihkan pelaksanaan PON Beladiri 2026 ke 2027.

Porprov Jadi Momentum Evaluasi Atlet

Bagi Sumbar, penundaan tersebut tidak hanya memberikan kelonggaran jadwal. Porprov XVI juga dapat menjadi momentum untuk mengukur perkembangan atlet yang diproyeksikan tampil di level nasional.

Hasil pertandingan di Porprov dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dalam melihat performa atlet. Evaluasi tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menyusun program pembinaan yang lebih terarah menuju PON Beladiri 2027.

Porprov XVI Sumbar akan dibuka di Kota Solok pada 2 Oktober 2026. Rangkaian pertandingan berlangsung hingga 14 Oktober, sedangkan penutupan dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Padang Pariaman.

Septri berharap atlet dan pelatih memanfaatkan perubahan kalender tersebut dengan maksimal. Target terdekat, kata dia, adalah memberikan penampilan terbaik pada Porprov XVI sebelum mengalihkan fokus ke persiapan PON Beladiri 2027.

Dengan tambahan waktu persiapan, Sumbar memiliki kesempatan untuk mematangkan atlet sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.(*)

Editor : Hendra Efison
PON Beladiri 2026 PON Beladiri 2027 koni sumbar atlet sumbar Porprov XVI Sumbar