Nama Mbappe Masuk Daftar 26 Target Penculikan Geng Kriminal di Prancis

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 09:31 WIB
Kylian Mbappe, penyerang Real Madrid yang namanya disebut masuk daftar 26 calon target penculikan di Prancis. (Foto: Instagram @k.mbappe)
Kylian Mbappe, penyerang Real Madrid yang namanya disebut masuk daftar 26 calon target penculikan di Prancis. (Foto: Instagram @k.mbappe)

PADEK.JAWAPOS.COM — Nama striker Real Madrid, Kylian Mbappe dilaporkan masuk dalam daftar 26 orang yang menjadi target penculikan yang diduga direncanakan sebuah kelompok kriminal di Prancis.

Informasi tersebut terungkap setelah penyidik memeriksa dua telepon seluler milik Clément L., remaja berusia 18 tahun yang diduga menjadi pengendali kelompok tersebut.

Menurut laporan surat kabar Le Parisien, Clément L. ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan bersama seorang rekannya pada 21 Agustus 2026 di Nanterre, Hauts-de-Seine, dalam perkara pencurian secara berkelompok dan terorganisir.

Ia diduga menjadi pemberi perintah dalam serangkaian penyerangan di rumah serta rencana penculikan yang telah dilakukan maupun masih dalam tahap persiapan.

Rangkaian aksi tersebut diduga berlangsung antara 11 April hingga 19 Agustus 2026 di Neuilly-sur-Seine, Saint-Brice-sous-Forêt di Val-d'Oise, dan Santenay di Côte-d'Or.

Nama Mbappe Ditemukan dari Ponsel

Menurut Le Parisien, petugas penjara menyita dua telepon seluler dari Clément L. Penyidik kemudian memeriksa isi perangkat tersebut dan menemukan informasi mengenai 26 orang yang diduga menjadi sasaran.

Kelompok tersebut disebut berencana menculik sejumlah pengusaha, seorang rapper, serta pesepak bola terkenal Kylian Mbappe.

Sebuah sumber yang dekat dengan kasus tersebut mengatakan kepada Le Parisien bahwa isi telepon yang disita memberikan banyak informasi mengenai aktivitas dan rencana tersangka.

Temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk menentukan sejauh mana setiap rencana telah berjalan serta peran masing-masing orang yang diduga terlibat.

Clément L. diduga menggunakan Snapchat dengan nama samaran “Lester Z” untuk berkomunikasi dengan orang-orang di luar penjara.

Melalui komunikasi tersebut, ia diduga memberikan instruksi kepada pihak lain yang berada di luar penjara.

Perannya sebagai pihak yang diduga memberikan perintah menjadi fokus penyidik dalam mengungkap rangkaian penyerangan dan rencana penculikan tersebut.

Le Parisien menyebut Clément L. sebagai sosok yang dicurigai menjadi pengendali rangkaian aksi.

Namun, saat diinterogasi oleh pihak berwenang, dia membantah dirinya sebagai otak atau dalang utama di balik komplotan kriminal tersebut.

Pada Rabu, 2 September 2026, Clément L. mengajukan keberatan terhadap tindakan isolasi dan penahanannya di hadapan kamar penyidikan Pengadilan Banding Versailles.

Di hadapan majelis hakim, ia menyatakan harapannya untuk melanjutkan studi demi mengejar impian masa kecilnya menjadi seorang juru masak (cef).

 

Editor : Heri Sugiarto
penculikan Mbappe Clément L. kylian mbappe real madrid prancis