PADEK.JAWAPOS.COM— Padang Pencak Silat Open 2026 tidak hanya menjadi arena perebutan medali dan gelar juara. Kejuaraan yang diikuti ratusan pesilat tersebut juga menjadi wadah pembinaan dan evaluasi atlet muda Kota Padang.
Kejuaraan berlangsung di GOR Semen Padang pada 3–5 September 2026 dengan melibatkan pesilat dari berbagai perguruan pencak silat se-Kota Padang.
Persaingan menghasilkan Sakato Semen Padang sebagai Juara Umum I dengan 25 emas. Perisai Diri berada di posisi kedua dengan 21 emas, disusul Tapak Suci Kota Padang dengan 10 emas.
Ajang Evaluasi Pesilat Muda
Ketua IPSI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, Sabtu (5/9/2026), mengatakan nilai penting kejuaraan tidak berhenti pada hasil akhir perolehan medali.
Menurutnya, pertandingan dapat menjadi sarana bagi atlet untuk mengevaluasi kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas teknik.
“Menurutnya, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara. Kegiatan itu juga menjadi sarana pembinaan, evaluasi, serta peningkatan kemampuan para pesilat,” demikian penekanan Zulhardi dalam keterangannya.
Ia berharap kompetisi tersebut melahirkan pesilat yang mampu membawa nama Kota Padang dan Sumatera Barat pada level yang lebih tinggi.
“Semoga melalui kejuaraan ini muncul bibit-bibit pesilat berprestasi yang nantinya mampu membawa nama Kota Padang dan Sumatera Barat ke tingkat yang lebih tinggi,” harapnya.
Pembinaan Berlanjut ke Kompetisi
Dari sisi perguruan, Ketua Umum PPS Sakato Semen Padang, Dedi M. Shidiq, menilai kesiapan atlet untuk bertanding menjadi bagian penting dalam menjaga prestasi.
“Insya Allah, kapan pun ada kegiatan pertandingan, atlet kami selalu siap berlaga,” katanya.
Dedi juga mengaitkan capaian Sakato dengan dukungan pembinaan dari PT Semen Padang melalui FKKSPG.
Ia berharap hasil Padang Pencak Silat Open 2026 menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Kejuaraan tersebut pada akhirnya mempertemukan dua kebutuhan sekaligus: memberikan ruang kompetisi bagi pesilat dan menyediakan kesempatan bagi perguruan untuk mengevaluasi hasil pembinaan.
Dari proses itu, diharapkan muncul atlet-atlet muda yang memiliki pengalaman bertanding dan mampu berkembang menuju kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.(*)
Editor : Hendra Efison