Inggris vs Spanyol: Mencari Cara Membobol Pertahanan Juara Dunia di UEFA Nations League

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 21:21 WIB
Harry Kane bersama Anthony Gordon dan rekan-rekannya mengikuti latihan timnas Inggris, jelang menghadapi Spanyol pada UEFA Nations League 2026/2027. (Foto: X @HKane)
Harry Kane bersama Anthony Gordon dan rekan-rekannya mengikuti latihan timnas Inggris, jelang menghadapi Spanyol pada UEFA Nations League 2026/2027. (Foto: X @HKane)

PADEK.JAWAPOS.COM – Inggris menghadapi tantangan besar saat menjamu Spanyol pada laga pembuka UEFA Nations League 2026/2027 di Wembley, Minggu dini hari (27/9/2026) pukul 01.45 WIB. Bukan hanya karena lawannya berstatus juara dunia dan juara Eropa, tapi karena pertahanan La Roja menjadi salah satu bagian terkuat dari permainan mereka.

Pertandingan ini merupakan pertemuan pertama kedua tim sejak final Euro 2024. Saat itu, Spanyol menang 2-1 di Berlin.

Kini, kedua tim kembali bertemu dengan konteks berbeda: Spanyol datang sebagai juara Piala Dunia 2026, sedangkan Inggris memulai era Nations League bersama Thomas Tuchel setelah finis di posisi ketiga Piala Dunia 2026.

Pertanyaan utama bagi Tuchel bukan sekadar bagaimana menguasai bola, melainkan bagaimana menciptakan peluang berkualitas ketika menghadapi lini belakang yang sangat sulit ditembus.

Pertahanan Spanyol Jadi Tantangan Utama

Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan menuju gelar juara Piala Dunia 2026. 

Berdasarkan data Opta yang dianalisis The Guardian, Spanyol juga hanya memberikan sedikit peluang dengan nilai expected goals (xG) tinggi sepanjang turnamen.

Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Spanyol di Piala Dunia datang melalui situasi yang berawal dari umpan silang pemain Belgia, Timothy Castagne yang disambut sundulan Charles De Ketelaere.

Pola serupa terlihat dalam beberapa peluang berbahaya yang berhasil diciptakan lawan Spanyol. Sejumlah peluang dengan nilai xG tinggi berasal dari umpan silang, bola mati, atau situasi bola kedua di area penalti.

Kondisi tersebut membuka salah satu kemungkinan bagi Inggris: tidak memaksakan diri memenangkan pertandingan hanya melalui penguasaan bola di tengah lapangan, tetapi memanfaatkan lebar lapangan dan mengirim bola ke area berbahaya.

Umpan Silang Bisa Jadi Jalan Masuk

Analisis The Guardian menunjukkan bahwa umpan silang menjadi salah satu cara yang relatif efektif untuk menciptakan peluang melawan pertahanan Spanyol.

Dua kekalahan Spanyol pada era pelatih Luis de la Fuente juga memberikan gambaran. Saat kalah 0-2 dari Skotlandia pada kualifikasi Euro 2024, salah satu gol lahir setelah umpan silang dari sisi kiri.

Ketika kalah 0-1 dari Kolombia dalam laga persahabatan pada 2024, gol juga berawal dari pengiriman bola dari sisi sayap.

Namun, pendekatan tersebut bukan berarti Inggris cukup mengandalkan bola panjang atau umpan silang tanpa perhitungan.

Kunci berikutnya adalah memenangkan duel di kotak penalti dan menciptakan situasi bola kedua. Di sinilah karakter Harry Kane dapat menjadi bagian penting dari rencana serangan Inggris.

Kane dan Kecepatan Jadi Modal

Kane tetap menjadi salah satu pemain utama dalam skuad Inggris. Penyerang Bayern Munchen itu memiliki pengalaman menghadapi pertahanan Spanyol.

Di sisi lain, Inggris memiliki pemain dengan kecepatan untuk menyerang ruang di belakang atau di antara lini pertahanan lawan.

Dalam wawancara dengan UEFA, Kane menilai Spanyol memiliki budaya permainan penguasaan bola yang sudah sangat kuat. Namun, dia menyebut Inggris memiliki kekuatan berbeda, termasuk aspek fisik, kecepatan dan kekuatan.

Perbedaan karakter tersebut dapat menjadi bagian dari pendekatan Inggris untuk mengganggu organisasi pertahanan Spanyol.

Trent Alexander-Arnold Kembali

Salah satu pemain yang kembali ke skuad Inggris untuk pertandingan ini adalah Trent Alexander-Arnold.

Bek Real Madrid tersebut masuk dalam skuad yang diumumkan Tuchel setelah sebelumnya absen dari sejumlah pertandingan internasional. Kemampuan Alexander-Arnold dalam mengirim umpan silang dan umpan diagonal dari area lebar dapat menjadi salah satu opsi untuk menghadapi pertahanan Spanyol.

Kehadiran Alexander-Arnold juga memberikan variasi dalam membangun serangan. Inggris tidak harus selalu membawa bola sampai garis akhir sebelum mengirim umpan ke kotak penalti.

Tuchel Kehilangan Lima Pemain

Tantangan tersebut datang ketika Inggris harus bermain tanpa lima pemain yang sebelumnya masuk dalam skuad awal.

Cole Palmer, Declan Rice, Marcus Rashford, Kobbie Mainoo dan Tino Livramento semuanya menarik diri dari skuad karena kondisi masing-masing. James Garner dan Morgan Gibbs-White kemudian dipanggil sebagai pengganti.

Absennya Rice dan Palmer, khususnya, mengurangi sejumlah opsi yang sebelumnya tersedia bagi Tuchel. Karena itu, pelatih asal Jerman tersebut perlu memaksimalkan pemain yang tersedia untuk menghadapi juara dunia.

Spanyol Tetap dengan Identitas Permainannya

Di kubu lawan, Luis de la Fuente membawa Spanyol ke Wembley dengan status juara dunia dan juara Eropa.

Spanyol merebut Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106 pada final di New York. Sebelumnya, De la Fuente membawa La Roja menjuarai Euro 2024 dan UEFA Nations League 2023.

De la Fuente menegaskan bahwa keberhasilan sebelumnya tidak otomatis membuat Spanyol menang di Wembley. Menurutnya, tim harus kembali menunjukkan performa terbaik menghadapi Inggris.

Artinya, Inggris tidak hanya menghadapi tim dengan kualitas individu tinggi, tetapi juga tim yang sudah memiliki pola permainan dan struktur pertahanan yang teruji.

Bukan Sekadar Menguasai Bola

Laga di Wembley akan menjadi ujian bagi kemampuan Inggris mencari solusi ketika pendekatan penguasaan bola tidak menghasilkan ruang yang cukup.

Spanyol memiliki kemampuan mempertahankan bola sekaligus menjaga struktur pertahanan.

Karena itu, Inggris membutuhkan variasi: memindahkan bola dengan cepat ke sisi lapangan, mengirim umpan silang pada momen yang tepat, menyerang bola kedua, dan memanfaatkan kecepatan ketika ruang terbuka.

Tuchel sebelumnya menyampaikan keinginannya agar Inggris dapat mengontrol pertandingan seperti Spanyol pada situasi tertentu.

Namun, menghadapi pertahanan yang sangat rapat, pendekatan yang lebih langsung bisa menjadi pilihan. Analisis berbasis data menunjukkan bahwa bola dari area lebar merupakan salah satu cara yang dapat membuka peluang menghadapi pertahanan Spanyol.(*)

Editor : Heri Sugiarto
UEFA Nations League 2026 Spanyol juara dunia thomas tuchel harry kane Inggris vs Spanyol