PADEK.JAWAPOS.COM – Timnas Jerman kalah 0-1 dari Yunani pada matchday kedua UEFA Nations League 2026/2027 Grup A2 di WWK Arena, Augsburg, Senin (28/9/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal Yunani dicetak Dimitris Kourbelis pada menit ke-74. Tembakannya berubah arah setelah membentur pemain Jerman dan tidak mampu dihentikan Alexander Nübel.
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Yunani atas Jerman setelah 10 pertemuan sebelumnya.
Hasil ini sekaligus menjadi kekalahan pertama Jürgen Klopp sebagai pelatih timnas Jerman. Pada pertandingan pertamanya, Jerman bermain imbang 1-1 melawan Belanda di Amsterdam pada 24 September.
Jerman sebenarnya memiliki peluang untuk membuka keunggulan. Karim Adeyemi menjadi salah satu pemain yang mengancam gawang Yunani melalui tendangan melengkung pada babak pertama, tetapi kiper Kostas Tzolakis mampu mengantisipasinya.
Setelah pertandingan berjalan tanpa gol hingga paruh kedua, Yunani akhirnya memecah kebuntuan ketika Kourbelis mencetak gol sekitar 15 menit sebelum waktu normal berakhir.
Gol tersebut memastikan Yunani mempertahankan awal sempurna di League A setelah sebelumnya mengalahkan Serbia 2-1.
Bagi Yunani, kemenangan di Augsburg menjadi catatan bersejarah. Tim berjuluk Ethniki itu sebelumnya tidak pernah mengalahkan Jerman dalam 10 pertemuan.
Sementara bagi Jerman, kekalahan tersebut membuat tim asuhan Klopp masih mencari kemenangan pertama pada UEFA Nations League musim ini.
Jerman selanjutnya dijadwalkan menghadapi Serbia di Munich pada 1 Oktober 2026. Setelah itu, Jerman kembali bertemu Yunani di Thessaloniki pada 4 Oktober.
Tzolis Ungkap Semangat Tim Yunani
Winger Yunani Christos Tzolis menilai kemenangan tersebut tidak hanya ditentukan oleh permainan dengan bola, tetapi juga kekompakan tim.
"Kami merasa luar biasa. Itu dua pertandingan tandang dengan dua kemenangan melawan lawan yang sangat sulit dan berkualitas tinggi, terutama hari ini," kata Tzolis kepada UEFA usai laga.
Tzolis menjelaskan bagaimana Yunani tetap menjalankan rencana permainan meski Jerman lebih banyak mengendalikan pertandingan.
"Jerman mengendalikan pertandingan, tetapi kami tidak kehilangan kendali atas diri kami sendiri. Semua orang melakukan pergerakan; kami tetap pada posisi masing-masing dan tahu bahwa kami akan mendapatkan beberapa peluang," ujar Tzolis. (*)
Editor : Heri Sugiarto