PADEK.JAWAPOS.COM – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyiapkan bonus sekitar Rp1 miliar lebih bagi atlet yang berhasil meraih medali pada Porprov Sumatera Barat XVI 2026.
Bonus tersebut disampaikan Annisa saat melepas kontingen Dharmasraya yang akan berlaga pada Porprov 2026 di Auditorium Dharmasraya, 30 September 2026 malam.
Annisa meminta para atlet berjuang maksimal sepanjang pertandingan yang berlangsung 2–14 Oktober 2026.
Selain mengejar medali, atlet juga diminta menjaga nama baik Dharmasraya dan menjunjung sportivitas.
“Bawa pulang medali sebanyak-banyaknya, terus berjuang sampai titik terakhir dan bonus menanti serta tetap jaga sportifitas,” kata Annisa.
Ia juga mengingatkan atlet menjaga kesehatan dan memberikan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan.
Annisa berharap kontingen Dharmasraya mampu mencapai target tiga besar pada Porprov Sumatera Barat 2026.
Ketua KONI Dharmasraya Afrizal Latif mengatakan, kontingen daerah tersebut sebelumnya merencanakan mengikuti 39 cabang olahraga (cabor) dari total 59 cabor yang dipertandingkan.
Namun, dua cabor mengundurkan diri sehingga Dharmasraya akhirnya mengikuti 37 cabor pada Porprov 2026.
Kontingen Dharmasraya diperkuat 390 atlet dan 141 official. Lima cabor mengikuti pertandingan secara mandiri dengan biaya sendiri, yakni sepak bola, kriket, woodball, sambo, dan floorball.
Afrizal menyebut terdapat alokasi sekitar Rp500 juta untuk atlet. Sementara itu, anggaran sekitar Rp500 juta lainnya dialokasikan untuk official termasuk KONI.
Selain dukungan pemerintah daerah, KONI Dharmasraya juga memperoleh dukungan pihak ketiga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Para atlet Dharmasraya akan bertanding di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Pelaksanaan Porprov 2026 tersebar di 11 lokasi kegiatan, termasuk Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Tanahdatar, Limapuluh Kota, Sawahlunto, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.
Porprov Sumatera Barat 2026 menjadi ajang olahraga tingkat provinsi setelah disebut sekitar delapan tahun tidak dilaksanakan, salah satunya akibat pandemi Covid-19.(*)
Editor : Hendra Efison